-->

Sabtu, 08 November 2025

 Warga Belajar PKBM Nurul Musthafa dan Al Masthuriyah Ikuti TKA Selama Dua Hari

Warga Belajar PKBM Nurul Musthafa dan Al Masthuriyah Ikuti TKA Selama Dua Hari

Dokumentasi Warga Belajar, TKA Paket C

Sebanyak 32 warga belajar dari dua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yaitu PKBM Nurul Musthafa Ambunten dan PKBM Al Masthuriyah, melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Paket C (setara SMA) selama dua hari penuh. 

TKA ini merupakan asesmen standar yang hasilnya akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, termasuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Pelaksanaan TKA ini diikuti oleh 18 peserta didik dari PKBM Nurul Musthafa Ambunten dan 14 peserta didik dari PKBM Al Masthuriyah, dengan total 32 orang. 

Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi, mengingat hasil TKA ini akan memberikan laporan capaian akademik individu yang terstandar dan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan seleksi pendidikan lanjutan.

Hari Pertama Fokus pada Literasi dan Numerasi Jadwal TKA dibagi menjadi dua hari dengan fokus mata uji yang berbeda:

Hari Pertama difokuskan pada pengujian kemampuan wajib, yang meliputi literasi (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) serta numerasi (Matematika). Rincian waktu pengerjaan sebagai berikut,

 * Latihan: 10 menit

 * Bahasa Indonesia: 45 menit

 * Matematika: 50 menit

 * Bahasa Inggris: 45 menit

Tes pada hari pertama menekankan pada kemampuan penalaran dan pemecahan masalah, sesuai dengan format asesmen modern yang bertujuan mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order Thinking Skills)

Foto Pengawas TKA Paket C dan Kepala Pkbm Nurul Musthafa Ambunten

Hari Kedua Uji Kompetensi Pilihan Sesuai Minat Pada Hari Kedua, peserta dihadapkan pada dua Mata Pelajaran Pilihan yang telah mereka tentukan sebelumnya, biasanya disesuaikan dengan program studi yang mereka minati di perguruan tinggi (seperti Sosiologi, Ekonomi, Fisika, atau Kimia).

 * Latihan: 10 menit

 * Mata Pelajaran Pilihan Pertama: 60 menit

 * Mata Pelajaran Pilihan Kedua: 60 menit

Durasi yang lebih panjang untuk mata pelajaran pilihan ini bertujuan memberikan waktu yang memadai bagi peserta untuk menjawab soal-soal yang lebih spesifik dan mendalam sesuai bidang keilmuan yang mereka pilih.

Baca Juga : DINAS PENDIDIKAN SUMENEP ADAKAN SEMARAK LOMBA AGUSTUSAN

Dengan adanya TKA, diharapkan warga belajar dari pendidikan kesetaraan seperti PKBM juga mendapatkan akses yang setara dan terjamin terhadap pengakuan hasil belajar mereka, sehingga dapat bersaing secara adil di kancah pendidikan tinggi nasional.(*)

Baca Juga : DEWAN PENDIDIKAN SUMENEP KUNJUNGI PKBM AL-MASTHURIYAH

Senin, 01 September 2025

 DINAS PENDIDIKAN SUMENEP ADAKAN SEMARAK LOMBA AGUSTUSAN

DINAS PENDIDIKAN SUMENEP ADAKAN SEMARAK LOMBA AGUSTUSAN


Dinas Pendidikan Sumenep mengadakan Semarak Lomba Agustusan yang melibatkan semua bidang, termasuk pendidikan formal dan non formal. Lomba ini bertujuan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dan meningkatkan semangat nasionalisme di kalangan siswa dan masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Bapak Agus Dwisaputro, menyatakan bahwa lomba ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. "Kami berharap bahwa lomba ini dapat meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan siswa dan masyarakat," ujarnya.


Semua bidang di Dinas Pendidikan Sumenep terlibat dalam lomba ini, termasuk bidang pendidikan formal, pendidikan non formal, dan bidang lainnya. Mereka berpartisipasi dalam berbagai jenis lomba, seperti lomba pidato, lomba menyanyi, lomba membuat poster, dan lain-lain.

"Kami sangat senang dapat berpartisipasi dalam lomba ini dan menunjukkan kemampuan kami," ujar Mahfud Reyadi, salah satu peserta dari PKBM Al-Masthuriyah.



Semarak Lomba Agustusan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, serta meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan siswa dan masyarakat. (Red)

Rabu, 27 Agustus 2025

DEWAN PENDIDIKAN SUMENEP KUNJUNGI PKBM AL-MASTHURIYAH UNTUK PEMBINAAN MUTU PENDIDIKAN

DEWAN PENDIDIKAN SUMENEP KUNJUNGI PKBM AL-MASTHURIYAH UNTUK PEMBINAAN MUTU PENDIDIKAN


Dewan Pendidikan Sumenep melakukan kunjungan ke PKBM Al-Masthuriyah di desa Basoka dalam rangka pembinaan mutu pendidikan. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau dan meningkatkan kualitas pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah.


Kepala PKBM Al-Masthuriyah, Mahfud Reyadi, menyatakan bahwa PKBM Al-Masthuriyah sangat berterima kasih atas kunjungan Dewan Pendidikan Sumenep. "Kami berharap bahwa kunjungan ini dapat memberikan manfaat bagi kami dalam meningkatkan mutu pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah,"

 

"Sejumlah media sempat ramai memberitakan PKBM Al-Masthuriyah katanya lembaga kami fiktih tidak ada gedung dan tidak pernah ada kegiatan pembelajaran menurut infonya. Namun secara logika kalau kami tidak mengakan kegaiatan Pembelajaran dari mana kami mendapatkan raport pendidikan, yang nyatanya kami punya raport pendidikan setiap tahunya.


Dewan Pendidikan Sumenep melakukan pembinaan dengan cara memberikan arahan dan bimbingan kepada pengelola dan staf PKBM Al-Masthuriyah. Mereka juga melakukan penilaian terhadap mutu pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan.


"Kami berharap bahwa PKBM Al-Masthuriyah dapat meningkatkan mutu pendidikan dan menjadi lembaga pendidikan yang lebih baik Kata Nawawi Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep.


Pembinaan mutu pendidikan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah dan membantu lembaga tersebut dalam mencapai tujuannya. ( Red )

Sabtu, 23 Agustus 2025

TIM ASESSOR BADAN AKREDITASI PROVINSI JAWA TIMUR LAKSANAKAN VISITASI KE PKBM AL-MASTHURIYAH

TIM ASESSOR BADAN AKREDITASI PROVINSI JAWA TIMUR LAKSANAKAN VISITASI KE PKBM AL-MASTHURIYAH


Badan Akreditasi Provinsi Jawa Timur melaksanakan visitasi ke PKBM Al-Masthuriyah Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep dalam rangka penilaian akreditasi lembaga pendidikan. Tim asesor yang terdiri dari beberapa orang ahli pendidikan melakukan penilaian terhadap berbagai aspek lembaga pendidikan, termasuk kualitas pendidikan, manajemen, dan sarana prasarana.

Kepala PKBM Al-Masthuriyah, Mahfud Reyadi menyatakan bahwa PKBM Al-Masthuriyah sangat siap untuk menghadapi visitasi ini. "Kami telah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk visitasi ini, termasuk dokumen-dokumen yang diperlukan dan sarana prasarana yang memadai," ujarnya.

Tim asesor melakukan penilaian dengan cara observasi langsung ke lembaga pendidikan, wawancara dengan pengelola dan peserta didik, serta memeriksa dokumen-dokumen yang diperlukan. Mereka juga melakukan penilaian terhadap kualitas pendidikan, manajemen, dan sarana prasarana yang ada di lembaga pendidikan.

Hasil visitasi ini akan digunakan sebagai acuan untuk menentukan status akreditasi PKBM Al-Masthuriyah. PKBM Al-Masthuriyah berharap dapat memperoleh hasil yang baik dan dapat mempertahankan status akreditasi yang telah diperoleh sebelumnya. (Red )

Jumat, 22 Agustus 2025

Saung Sinau Wadah Untuk Anak anak Yang Ingin Belajar Bersama | PKBM AL-MASTHURIYAH

Saung Sinau Wadah Untuk Anak anak Yang Ingin Belajar Bersama | PKBM AL-MASTHURIYAH


Saung Sinau, di bawa naungan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Al-Masthuriyah Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep "Saung Sinau adalah sebuah wadah belajar yang unik dan menarik bagi anak-anak di Desa Basoka! Meskipun belajar di teras rumah, anak-anak tidak menyurutkan semangat mereka untuk belajar. Sebaliknya, mereka tetap bersemangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan belajar di Saung Sinau.


Desa Basoka, sebuah desa yang terletak di [lokasi], memiliki Saung Sinau yang menjadi wadah belajar bagi anak-anak desa. Dengan adanya Saung Sinau, anak-anak dapat belajar bersama dengan teman-teman mereka dalam suasana yang santai dan nyaman.


Saung Sinau Desa Basoka menjadi contoh yang baik tentang bagaimana belajar dapat dilakukan dalam berbagai situasi dan lingkungan. Anak-anak dapat belajar di mana saja dan kapan saja, tidak hanya di dalam kelas atau sekolah.


Dengan demikian, Saung Sinau menjadi wadah yang sangat berharga bagi anak-anak di Desa Basoka, tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai tempat untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu yang lebih baik.


Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di Saung Sinau Desa Basoka antara lain:


* Belajar bersama dengan teman-teman

* Mengembangkan kemampuan sosial dan kerja sama

* Belajar tentang lingkungan sekitar

* Mengembangkan kemampuan kreatif dan imajinatif


Dengan adanya Saung Sinau di Desa Basoka, anak-anak dapat memiliki pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna. Semoga Saung Sinau dapat terus berkembang dan menjadi wadah belajar yang lebih baik bagi anak-anak di Desa Basoka.

DINAS PENDIDIKAN MELALUI BIDANG PNF BERUPAYA MENINGKATKAN MUTU PKBM | PKBM AL-MASTHURIYAH

DINAS PENDIDIKAN MELALUI BIDANG PNF BERUPAYA MENINGKATKAN MUTU PKBM | PKBM AL-MASTHURIYAH

Dinas Pendidikan Sumenep melalui Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) berupaya meningkatkan mutu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) PKBM merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat.

Kepala Bidang PNF Sumenep Ibu Lisa Bertha Soetedjo, menyatakan bahwa peningkatan mutu PKBM sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan non formal, "Kami berupaya untuk meningkatkan mutu PKBM melalui berbagai program dan kegiatan, sehingga PKBM dapat menjadi lembaga pendidikan non formal yang berkualitas dan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat," ujarnya.

Bidang PNF Dinas Pendidikan Sumenep telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu PKBM, antara lain dengan melakukan pelatihan dan pendampingan pengelola PKBM, meningkatkan kualitas kurikulum dan program pendidikan, serta meningkatkan sarana dan prasarana PKBM.

"Kami juga berupaya untuk meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan dunia usaha, untuk meningkatkan mutu PKBM dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat," tambah Kasi Kesiswaan Bapak Supiyanto.

Peningkatan mutu PKBM diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan non formal  dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat. "Kami berharap bahwa peningkatan mutu PKBM dapat meningkatkan kualitas pendidikan non formal, sehingga masyarakat dapat menjadi lebih mandiri dan sejahtera," pungkas ( red )

Jumat, 08 Agustus 2025

ANBK 2025 PAKET C SETARA SMA PKBM AL-MASTHURIYAH

ANBK 2025 PAKET C SETARA SMA PKBM AL-MASTHURIYAH

 

Asesmen Pkbm Al-Masthuriyah

ANBK adalah Asesmen Nasional Berbasis Komputer sebagai upaya penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah.

Asesmen Nasional terdiri dari tiga instrumen utama, yaitu:

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM),

Survei Karakter (SK), dan

Survei Lingkungan Belajar.

Pada bulan Agustus ini, sekolah-sekolah sudah mulai melaksanakan ANBK 2025 berupa Survei Lingkungan Belajar, dan pada bulan September nanti akan dimulai pelaksanaan sinkronisasi simulasi Asesmen Nasional. Sejak 2021, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim resmi mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional (AN).



Meski begitu,
Asesmen Nasional tidak menggantikan peran UN dalam mengevaluasi prestasi atau hasil belajar murid secara individual. Melainkan menggantikan peran UN sebagai sumber informasi untuk memetakan dan mengevaluasi mutu sistem pendidikan.

Pkbm Al-Masthuriyah dengan bangga menyatakan berhasil melaksanakan proses ANBK tersebut sebagai salah satu bentuk kewajiban PKBM dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bimbingan Teknis Pegiat Literasi dan Perpusda Sumenep | TBM AL-MASTHURIYAH

Bimbingan Teknis Pegiat Literasi dan Perpusda Sumenep | TBM AL-MASTHURIYAH

 

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sumenep sukses menggelar Bimbingan Teknis Pendataan dan Pemutakhiran Data Perpustakaan Kabupaten Sumenep Tahun 2025,

Kegiatan yang terlaksana di Ballroom El Malik Hotel itu bertujuan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Giat Membaca (TGM) masyarakat Sumenep.

Yakni dengan melibatkan 150 pustakawan sekolah dan umum. Terdiri dari 65 SD, 43 SMP, 18 SMA, tiga taman baca masyarakat, enam perguruan tinggi, lima perpustakaan khusus rumah ibadah dan 10 perpustakaan umum desa.



”Dalam kegiatan ini kita juga melibatkan pemateri dari Pustakawan Ahli Muda Dispusip Jawa Timur,” katanya.

Rudi menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang standar nasional perpustakaan.

Yang mana setiap perpustakaan dituntut untuk unya Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) agar terindentifikasi keberadaannya. Dengan demikian nanti perkembangan perpustakannya bisa terpantau.

”Apabila sudah memiliki NPP bisa melaporkan perkembangan melalui pemutakhiran data dan diprioritaskan dalam pembinaan dan pengembangan. Semoga kegiatan bimtek ini nanti dapat diaplikasikan oleh pustakawan dan dapat meningkatkan IPLM dan TGM Sumenep,” imbuhnya.

Rabu, 21 Mei 2025

Peringatan IGTKI Dinas Pendidikan Sumenep | PKBM AL-MASTHURIYAH

Peringatan IGTKI Dinas Pendidikan Sumenep | PKBM AL-MASTHURIYAH

Dok. Kasi Ketenagaan sebelah Kiri kepala Bidang Paud dan PNF

Peringatan ke-75 IGTKI-PGRI Kabupaten Sumenep digelar secara sederhana di Alun alun Kota Sumenep, di hadiri oleh kasi Ketenagaan Bapak Ahmad Mufid dan Ibu liza Bertha Soetedjo Kepala Bidang (Paud dan PNF) Pendidikan Non Formal, Selasa 20/05/2025

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Ahmad Mufid Kasi Ketenagaan mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-75 kepada IGTKI-PGRI khususnya Kabupaten Sumenep. 

HUT ke-75 Berkarya Bersama Meningkatkan Kesejahteraan Solidaritas dan Kompetensi Guru Taman Kanak-kanak, untuk Mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini yang Berkualitas Menuju Indonesia Emas. 

Di momentum ini, ia berharap, keluarga besar IGTKI-PGRI yang menjadi pahlawan pendidikan di Kabupaten Sumenep agar terus berupaya membuat terobosan untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Sumenep. 

“Para guru PAUD ini adalah ujung tombak untuk mengarahkan generasi penerus menjadi generasi emas. Karena mereka membangun pondasi, dan karakter anak-anak kita,” ungkapnya.

Menurut Kepala Bidan Paud dan PNF Ibu liza Bertha Soetedjo pembangunan karakter akan berbanding lurus dengan peningkatan daya saing dan menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM)  unggul, yang muaranya adalah kesejahteraan masyarakat.

Kami juga mengajak semua komponen untuk bersama memajukan pendidikan di Kabupaten Sumenep. “Mari kita berjalan bersama, mencari mana yang perlu diurai dan diperbaiki. Kita kerjakan bareng-bareng,” ujar Ibu Liza. 

Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan nyanyi Bersama dan Photo Bersama oleh para guru PAUD, ( Mhd )

Sabtu, 26 April 2025

Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket C Setara SMA | PKBM AL-MASTHURIYAH

Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket C Setara SMA | PKBM AL-MASTHURIYAH


Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Masturiyah Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep Dibawah binaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur,

Selama Empat hari Sebanyak 17 warga belajar dari berbagai Desa yang terdaftar di PKBM Al-Masturiyah mengukuti Kegiatan Uji Kesetaraan Paket C,

Mereka terlihat antusias dan optimis dalam mengerjakan soal-soal ujian yang diberikan, dengan harapan ujian tersebut bisa membuka jalan bagi mereka untuk mencapai cita-cita dan tujuan hidup yang lebih baik.

Uji kesetaraan ini merupakan salah satu bentuk penjaminan mutu bagi lulusan program pendidikan kesetaraan yang nantinya akan memperoleh sertifikat hasil uji kesetaraan  (bagi yg memperoleh hasil nilai sesuai KKM) dan atau surat keterangan hasil uji kesetaraan,

Kepala Satuan PKBM Al-Masthuriyah, menyatakan bahwa pelaksanaan Uji Kesetaraan ini adalah bagian dari komitmen PKBM Al-Masthuriyah dalam mendukung program pendidikan nasional, khususnya dalam memberikan kesempatan belajar yang lebih luas kepada masyarakat.

“Kami berharap dengan adanya Uji Kesetaraan ini, para peserta didik dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Semoga para peserta dapat lulus dengan hasil yang memuaskan dan mendapatkan ijazah/sertifikat yang diakui setara dengan ijazah SMA. Ia menegaskan, PKBM Al-Masthuriyah terus berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah, masyarakat dapat menghubungi kantor PKBM atau mengunjungi website resmi Al-Masthuriyah. (Tim Red)

Kamis, 17 April 2025

HALAL BIHALAL TBM AL-MASTHURIYAH

HALAL BIHALAL TBM AL-MASTHURIYAH

 


Hari pertama memulai kegiatan Jum'at 11 April 2025 setelah peserta didik libur panjang Idul Fitri 1446 Hijriyah menjadi momen yang istimewa, Tradisi halal bihalal digelar dengan penuh kehangatan, mempererat tali silaturahmi antar peserta didik, Tutor dan Orang tuan Anak-anak


Acara yang berlangsung di tempat saung sinau  diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan sambutan ketua Taman Baca Masyarakat Al-Masthuriyah dan ditutup dengan doa. Suasana haru dan bahagia terpancar dari wajah para peserta didik yang saling bersalaman dan bermaaf-maafan.


Ketua Taman Baca Masyarakat Al-Masthuriyah Fitri Handayani Puspitasari, S.Pd. dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan dan saling memaafkan. "Halal bihalal ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga momen untuk memperkuat persaudaraan dan memulai lembaran baru setelah satu bulan penuh kita puasa dengan hati yang bersih kembali"



Pada kegiatan halal bihalal ini para peserta didik tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara. "Senang sekali bisa bertemu teman-teman lagi setelah libur panjang. Halal bihalal ini membuat kami semakin dekat dan semangat untuk belajar bersama," ungkap salah satu peserta didik. Kegiatan hari ini diakhiri dengan kegiatan ramah tamah peserta didik dengan tutor kelas masing-masing dan ramah tamah.


Acara halal bihalal ini diharapkan dapat menjadi awal kembalinya kita dalam memberikan hal kebaikan dalam menjalani proses belajar dengan semangat persatuan dan kebersamaan.


Minggu, 05 Januari 2025

Tanean Lanjheng Tradisi Madura | PKBM AL-MASTHURIYAH

Tanean Lanjheng Tradisi Madura | PKBM AL-MASTHURIYAH

Tanèyan Lanjhang (dalam bahasa Madura) adalah pola permukiman tradisional suku Madura. Taneyan Lanjhang berasal dari bahasa Madura dan terdiri dua kata, yaitu taneyan yang berarti halaman, dan lanjhang yang artinya panjang; jadi taneyan lanjhang merujuk pada halaman rumah yang panjang. Susunan rumah-rumah ini terdiri atas keluarga-keluarga yang mengikatnya. Letak rumah berjejar dengan urutan timur ke barat, sehingga kepemilikan halamannya dipunyai bersama. Secara aturan tradisional, uniknya rumah-rumah ini hanya akan menghadap ke arah utara dan selatan. Satu taneyan lanjhang dihuni keluarga batih yang terdiri dari orang tua, anak, cucu, cicit dan seterusnya.

Minggu, 11 Agustus 2024

Cara Membangkitkan Minat Belajar dan Bakat Anak-anak Butuh Suport Extra Anak Saung

Cara Membangkitkan Minat Belajar dan Bakat Anak-anak Butuh Suport Extra Anak Saung


Belajar dimasa dini merupakan tahap pendidikan dimana anak-anak memulai perjalanan panjang dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Keseruan di tempat les tidak hanya mencakup kegiatan di bangku sekolah, tetapi juga dari berbagai aspek kegiatan luar kelas yang dinikmati dan diminati anak-anak selama belajar.


Dalam kegiatan pembelajaran, guru berperan penting dalam menciptakan suasana yang nyaman dan menunjang tumbuh kembang anak. Metode pengajaran yang kreatif dan interaktif menjadi kunci utama untuk menarik perhatian anak - anak untuk belajar dari masa kecil. Misalnya, guru dapat menggunakan permainan edukatif, memberikan cerita pendek, dan melakukan eksperimen sederhana untuk menjadikan pembelajaran lebih hidup.


Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler juga memberikan keseruan tersendiri di sekolah dasar. Mulai dari kepramukaan, seni dan musik, hingga olahraga, anak-anak diajak untuk menjelajahi minat dan bakat mereka. Lomba-lomba antar kelas ataupun antar sekolah juga dapat menjadi ajang untuk menumbuhkan semangat jiwa kompetisi sekaligus meningkatkan rasa kebersamaan dan persaudaraan di antara anak - anak.


Program pembelajaran inklusif juga menjadi bagian penting dalam menciptakan kegembiraan, keseruan, dan kenyamanan di saat anak-anak belajar. Setiap anak mempunyai kepribadian dan kebutuhan belajar yang berbeda-beda pada setiap individu nya. Dengan memahami perbedaan-perbedaan ini memungkinkan dapat menciptakan program pembelajaran yang bersifat inklusif dan mendukung setiap anak agar merasa diterima dan termotivasi untuk belajar, dan juga untuk mendukung mereka dalam mencari minat dan bakat.


Tidak hanya di dalam kelas ataupun mengikuti ekstrakurikuler, keseruan di sekolah dasar juga dapat ditemukan dalam kegiatan-kegiatan luar sekolah. Kegiatan itu dapat dilakukan dengan berkunjung ke museum, melihat pertunjukan pentas seni, atau piknik bersama yang akan dijadikan momen yang dinanti-nanti oleh anak-anak. Hal ini tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga memperluas pengetahuan mereka di luar buku pelajaran. Anak-anak juga akan terlatih untuk berpikir kritis, dengan mempertanyakan apa yang mereka lihat kepada gurunya. Dengan berlatih diharapkan anak-anak juga akan terbiasa untuk berpikir kritis. 


Serta melibatkan orang tua dalam proses pendidikan anak juga menjadi aspek yang sangat penting. Pertemuan orang tua-guru, kegiatan bimbingan orang tua, dan partisipasi dalam kegiatan belajar menjadi cara efektif untuk menjembatani komunikasi antara sekolah dan rumah. Dengan demikian, keseruan di sekolah dasar tidak hanya dirasakan oleh anak-anak tetapi juga oleh orang tua. Serta orang tua juga memiliki peran penting yang tidak dapat dilalaikan di rumah, para orang tua wajib membimbing anak-anaknya selama tidak ada pengawasan seorang guru. 


Di zaman sekarang banyak orang tua yang acuh tidak acuh terhadap anaknya, banyak dari mereka berpikir “anakku sudah belajar di sekolah, tidak perlu lagi belajar di rumah” dan itu adalah pemikiran yang sangat salah. Peran keduanya, antara guru ataupun orang tua sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan seorang anak. Apalagi sebagai orang tua seharusnya bisa mendukung bakat dan minat anak.


Kesimpulannya, dalam keseruan belajar, tujuan utamanya bukan hanya menciptakan suasana yang menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan minat belajar yang kuat pada setiap anak. Dengan demikian, anak-anak dapat menjalani perjalanan pendidikan mereka dengan semangat dan antusiasme yang tinggi dan tidak luput dari dukungan orang tua, dan mengukir kenangan indah yang akan membentuk dasar kecerdasan dan kepribadian mereka di masa depan. ( Red )


Rabu, 24 Agustus 2022

 Gladi ANBK Gelombang 2 Sub Rayon PKBM Nurul Musthafa Ambunten

Gladi ANBK Gelombang 2 Sub Rayon PKBM Nurul Musthafa Ambunten

Gladi Asesmen Nasional 2022 Paket C Sub Rayon PKBM Nurul Musthafa Ambunten

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Al-masthuriyah Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep melaksanakan Gladi Bersih menjelang kegiatan ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer). Rabu 08/24/22


Kegiatan ini merupakan progam penilaian mutu sekolah, progam kesetaraan di jenjang dasar dan menengah. Progam ini merupakan evaluasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemendikbud) untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia dengan memotret input, proses serta output sebuah pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.


Hari ini ada 15 Peserta Didik Paket C Melaksanakan Gladi Gelombang 2 Tanggal 24 - 25 Agustus, Menumpang di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nurul Musthafa Ambunten Gladi  pelaksanaan ANBK diharapkan mampu mewujudkan pelaksanaan di tanggal 3–4 September tidak mengalami gangguan serta hambatan. Semoga dengan adanya kegiatan Gladi Bersih, siswa pilihan dapat mengerjakan dan menyelesaikan pelaksanaan dengan baik.



Jumat, 12 Agustus 2022

 Webinar Optimation Pelaksanaan Asesmen Nasional 2022 Pendidikan Kesetaraan

Webinar Optimation Pelaksanaan Asesmen Nasional 2022 Pendidikan Kesetaraan



Webinar Optimation Pelaksanaan Asesmen Nasional 2022 Pendidikan Kesetaraan Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah,


Bersama Narasumber : Drs. Fauzi Eko Pranyono, M.Pd.






Surat Edaran Cat Off BOP Dapodik Versi 2023

Surat Edaran Cat Off BOP Dapodik Versi 2023

Cat Off Dapodik 2023 Berakhir Tanggal 31 Agustus 2022


Dalam rangka pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah telah melakukan integrasi data dan pembaruan pada Aplikasi Dapodik versi 2023 untuk satuan pendidikan. Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon Saudara memperhatikan hal-hal sebagai berikut:


Aplikasi Dapodik versi 2023, formulir cetak, panduan, dan perangkat pendataan lainnya dapat diunduh pada laman https://dapo.kemdikbud.go.id.


Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) tahun 2023 diberikan kepada satuan pendidikan yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 2 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini,


Bantuan Operasional Sekolah, dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan, yang diantaranya sebagai berikut:

mengisi dan melakukan pemutakhiran Dapodik sesuai dengan kondisi riil di satuan pendidikan paling lambat tanggal 31 Agustus 2022;

memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) yang terdata pada Dapodik; dan memiliki izin untuk menyelenggarakan pendidikan bagi satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat yang terdata pada Dapodik.



Besaran alokasi Dana BOS dan BOP dihitung berdasarkan besaran satuan biaya Dana BOS dan BOP pada masing-masing daerah dikalikan dengan jumlah peserta didik yang memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) berdasarkan data pada Dapodik.

 


Memperhatikan hal-hal tersebut di atas, kami minta:


Dinas Pendidikan sesuai kewenangannya untuk:

melakukan bimbingan teknis, sosialisasi, dan layanan teknis Aplikasi Dapodik versi 2023 kepada seluruh satuan pendidikan dalam rangka pemutakhiran Dapodik;


memastikan keberadaan satuan pendidikan di wilayahnya dalam keadaan aktif beroperasi;

memerintahkan satuan pendidikan untuk melakukan pemutakhiran Dapodik semester 1 tahun ajaran 2022/2023 dengan menggunakan Aplikasi Dapodik versi 2023;


memerintahkan satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dan belum menginput data izin pendirian dan/atau operasional, agar segera melakukan pemutakhiran data melalui laman https://vervalsp.data.kemdikbud.go.id;

memerintahkan satuan pendidikan untuk melakukan perbaikan data atribut NISN sesuai dengan kondisi riil melalui laman https://vervalpd.data.kemdikbud.go.id; dan


memerintahkan satuan pendidikan untuk melakukan pengisian data sarana dan prasarana satuan pendidikan sesuai dengan formulir kondisi sarana dan prasarana yang telah diperbarui melalui laman https://dapo.kemdikbud.go.id.


Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan sesuai dengan kewenangannya melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan dan/atau satuan pendidikan terkait pemutakhiran Dapodik guna meningkatkan kualitas data.

Demikian Surat Edaran ini disampaikan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.


Sumber | dapo.kemdikbud.go.id

 Menjaga Denyut Gerakan Literasi Masyarakat di Kampung Literasi

Menjaga Denyut Gerakan Literasi Masyarakat di Kampung Literasi



Literasi adalah poros pendidikan sepanjang hayat bagi masyarakat. Berbagai upaya pengembangan kegiatan literasi pun terus dilakukan. Setelah pencanangan GIM, Kampung Literasi (KL) pun mulai dikembangkan. Kampung Literasi merupakan upaya untuk menjaga agar kegiatan literasi di masyarakat terus berdenyut dan berkelanjutan. KL diharapkan menjadi tempat lahir dan tumbuhnya simpul-simpul masyarakat yang literat.


Konsep KL adalah kawasan kampung yang digunakan untuk mewujudkan masyarakat melek aksara (dasar, lanjutan, multi aksara) agar memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas. KL diharapkan bisa mengembangkan dua literasi dasar, sudut baca di tempat-tempat yang memungkinkan yang berlokasi di sekitar KL serta mengembangkan aktivitas literasi yang berkelanjutan. Ruang lingkup dan jangkauan KL adalah masyarakat dan kampung/desa yang berada di sekitar lokasi KL.


Yang menjadi prinsip-prinsip dalam pelaksanaan program KL adalah KL dibentuk untuk memberikan berbagai layanan yang didasarkan atas prakarsa masyarakat, lembaga/organisasi, pemerintah serta tokoh masyarakat setempat dan semua program atau kegiatan yang diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat setempat sebagai upaya membangun lingkungan dan kualitas kehidupan yang lebih baik. Syarat-syarat dalam pelaksanaan KL antara lain:


1. Menjalin kemitraan dengan berbagai pihak;


2. Ada lembaga yang bersedia mendirikan dan mengelola KL secara berkesinambungan serta didukung dengan adanya komitmen pemerintah dan masyarakat setempat;


3. Ada layanan informasi berupa buku dan non-buku yang disediakan di TBM/pojok baca/gardu baca/warung baca/perpustakaan desa yang dilengkapi teknologi informasi.


4. Memiliki program layanan keterampilan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat setempat, khususnya berbasis kearifan budaya setempat.


Tujuan pelaksanaan program KL adalah menyediakan layanan informasi pada jalur pendidikan nonformal kepada masyarakat berupa buku maupun nonbuku yang disediakan TBM, pojok baca, gardu baca, warung baca yang dilengkapi dengan teknologi informasi; meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap masyarakat sehingga memiliki kualitas hidup yang baik; menyediakan informasi dan sumber akses informasi kepada masyarakat berkaitan dengan pendidikan, sosial budaya, seni, hukum, ekonomi, kesehatan dan teknologi informasi.


Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan program KL adalah tersedianya layanan informasi pada jalur pendidikan nonformal berupa buku maupun nonbuku yang tersedia pada TBM, pojok baca, gardu baca, warung baca yang dilengkapi dengan teknologi informasi; masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengembangan sikap yang positif sehingga memiliki kualitas hidup yang baik; tersedianya layanan informasi dan sumber akses informasi kepada masyarakat yang berkaitan dengan pendidikan, sosial budaya, seni, hukum, ekonomi, kesehatan dan teknologi informasi.


Bentuk-bentuk kegiatan yang dapat dilakukan dalam program KL antara lain:


1. Pengenalan, Apresiasi dan Aksi Literasi


a. Pengenalan dan aktivitas bagi masyarakat yang berkaitan dengan 6 aspek literasi, yaitu literasi baca tulis, literasi berhitung, literasi sains, literasi teknologi informasi dan komunikasi, literasi keuangan serta literasi budaya dan kewarganegaraan.


b. Kelompok Baca Berkala


Kelompok baca berkala adalah kegiatan untuk sama-sama membahas sebuah buku atau isu tertentu. Kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca yang lebih komprehensif, meningkatkan kemampuan untuk menganalisa dan mengkritisi secara utuh isu-isu tertentu yang sedang berkembang di masyarakat.


c. Penulisan Sejarah Kampung dan Potensi/Kearifan Lokal


Penulisan sejarah kampung atau potensi dan kearifan lokal sebuah kampung merupakan upaya kita bersama untuk mempublikasikan dan melestarikan nilai-nilai dan sejarah kampung agar tetap hidup di masyarakat. Publikasi dan penulisan bisa dilakukan di berbagai media, cetak maupun elektronik.


2. Pojok Baca


Untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, KL perlu mengembangkan pojok baca di lokasi-lokasi yang memungkinkan di setiap RT dan RW. Pengembangan pojok baca juga didukung dengan sarana dan prasarana serta aktivitas literasi bisa dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat.


3. Penguatan Kapasitas Penggiat Literasi dan Masyarakat


Penguatan kapasitas penggiat literasi dan masyarakat dapat dilakukan dengan cara mengadakan sesi berbagi kisah sukses di antara sesama pengelola TBM dan penggiat literasi, menyelenggarakan ToT dengan materi mengenai pengelolaan TBM yang mandiri, kaderisasi dan pengembangan kegiatan dengan pendekatan 6 aspek literasi, menyelenggarakan pelatihan-pelatihan untuk masyarakat yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.


4. Rembuk Literasi Kampung Berkala


Kegiatan curah pendapat dari penggiat dan pemangku kepentingan terkait pengembangan Gerakan Literasi dengan ruang lingkup kampung/desa yang dilakukan secara berkala, misalnya satu bulan sekali. Dengan kegiatan ini diharapkan terjalin komunikasi antar warga, terciptanya kesamaan pemahaman warga mengenai pentingnya gerakan literasi dan lahirnya Peraturan Desa yang mendukung gerakan literasi, gerakan pun KL bisa menular ke kampung-kampung lain yang berada di sekitar lokasi KL.


5. Donasi Buku


Buku merupakan kebutuhan utama dalam gerakan pengembangan minat baca dan gerakan literasi. Program gerakan donasi buku, bisa menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat agar kebutuhan akan bahan bacaan dapat terpenuhi.


6. Riset/Survei Minat Baca, Tingkat Literasi Masyarakat


Untuk mendapatkan data dan sebagai bahan evaluasi, perlu diadakan riset/survei minat baca di daerah-daerah lokasi penyelenggaraan GIM. Hasil survei ini bisa menjadi data untuk melakukan evaluasi dan perbaikan kegiatan-kegiatan selanjutnya.


Indikator keberhasilan program Kampung Literasi antara lain:


a. Meluasnya informasi masyarakat terhadap program Kampung Literasi.


b. Meningkatnya kunjungan masyarakat ke Kampung Literasi untuk mencari informasi dan atau belajar keterampilan.


c. Meningkatnya layanan informasi pada jalur pendidikan non-formal berupa buku maupun non-buku yang tersedia pada TBM, pojok baca, gardu baca, warung baca yang dilengkapi dengan teknologi informasi.


d. Masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pengembangan sikap yang positif sehingga memiliki kualitas hidup yang baik.


e. Meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat setelah penyelenggaraan program kampung literasi.


f. Tersedianya berbagai layanan informasi dan sumber akses informasi kepada masyarakat yang berkaitan dengan pendidikan, sosial budaya, seni, hukum, ekonomi, kesehatan dan teknologi informasi.

Rabu, 30 Maret 2022

KEMENDIKBUD | Potensi Minyak Atsiri untuk Menanggulangi Covid-19

KEMENDIKBUD | Potensi Minyak Atsiri untuk Menanggulangi Covid-19


 


Minyak atsiri atau essential oil telah digunakan sejak jaman Cleopatra, Ayuverda, Mesopotamia, Babylonia dan China untuk parfum, kecantikan, keagamaan dan aromaterapi dengan harga yang mahal. Selain memiliki potensi ekonomis yang menggiurkan, minyak atsiri juga memiliki potensi aromaterapi untuk penanggulangan Covid-19.


Hal ini disampaikan oleh Zulhamsyah Imran, Direktur SEAMEO BIOTROP, dan Supriyanto, Saintis Senior SEAMEO BIOTROP, dalam paparan hasil penelitian “Tropical Diversity for Prevention Against Covid-19: Potential Use of Essential Oils Therapy Using Indigenous Knowledge” atau Keragaman Hayati Tropis untuk Pencegahan Covid-19: Potensi Penggunaan Aroma Terapi melalui Kearifan Lokal. Penelitian tersebut merupakan hasil dari kolaborasi tiga SEAMEO Center, yaitu SEAMEO BIOTROP, TROPMED Malaysia, dan SEARCA Philipina


Dalam paparannya, Supriyanto menyampaikan berbagai fungsi minyak atsiri dalam kesehatan yang telah diketahui, seperti mengurangi stress, sakit kepala, migrain, susah tidur, pembengkakan, dan banyak lainnya. Salah satu produk turunan minyak atsiri, aromaterapi juga dipercaya dapat meningkatkan sistem limbik, yang memiliki peran penting dalam sistem pernafasan, detak jantung, dan peredaran darah.


“Minyak atsiri memiliki aktifitas biologis seperti antimutagenik, antikanker, antioksidan, antimikrobial, dan kemampuan antiviral yang dapat membantu untuk terapi COVID-19”, ujarnya di Forum SEAMEO Centres Policy Research Network (CPRN), Rabu (29/3).


SEAMEO Centres Policy Research Network (CPRN) merupakan jejaring yang dikembangkan untuk meningkatkan relevansi dari SEAMEO Centres dan sekretariat terhadap kebutuhan pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk penelitian kebijakan di Asia Tenggara. Tahun ini CPRN diselenggarakan secara daring pada 28 – 30 Maret 2022..

 

Minyak atsiri yang sering disebut sebagai minyak esensial (essential oils) kata Supriyanto merupakan hasil ekstraksi minyak dari tanaman yang umumnya dilakukan melalui proses distilasi. Pemanfaatan minyak atsiri dan produk turunannya digunakan sebagai bahan obat herbal, aromaterapi, industri kesehatan, kosmetik, pangan, kuliner, hingga pertanian sebagai pestisida alami.


Namun demikian menurutnya masih diperlukan penelitian lanjutan yang lebih terfokus mengenai minyak atsiri yang terdapat di Asia Tenggara melalui analisis fitokimia, uji efektifitas, uji keamanan, uji klinis, dan Good Laboratory Practices (GLP) yang memadai.


“Pendekatan secara etnobotani juga perlu dilakukan untuk mengkaji karakteristik penggunaan minyak atsiri dan produk turunannya di komunitas lokal, terutama di Asia Tenggara,” pungkas dia. (Haritz C. N., Supriyanto, Denty A.)

Jumat, 18 Maret 2022

 Persiapan Ujian Pendidikan Kesetaraan di PKBM Nurul Musthafa Ambunten | PKBM AL-MASTHURIYAH

Persiapan Ujian Pendidikan Kesetaraan di PKBM Nurul Musthafa Ambunten | PKBM AL-MASTHURIYAH

@Photo Persiapan UPK Daring Pkbm Nurul Musthafa Ambunten


PKBM AL-MASTHURIYAH, Sumenep. Peserta kejar paket C di PKBM Nurul Musthafa Ambunten mulai mempersiapkan untuk mengerjakan soal ujian. Hal ini dilakukan agar saat nanti pelaksanaan ujian pendidikan kesetaran tidak lagi takut dan bingung.


Ketua PKBM Nurul Musthafa Ambunten Ismail, S.Pd mengatakan bahwa ujian ini diikuti sebanyak 15 warga didiknya. Yakni terdiri dari  10 orang Warga belajar (PKBM) Nurul Musthafa dan 5 orang dari PKBM Al Masthuriyah Rubaru Rayon Kesini.


"Pada tahun ini  kami sudah siap menyelenggarakan UPK secara daring. sehingga dengan ujian semester." ujarnya. jum'at (18/03/2022).


Ia menambahkan bahwa saat ini program kejar paket yang pihaknya adakan saat ini juga dilakukan dengan sistem belajar online yakni belajar langsung menggunakan internet. Namun tidak semua warga didiknyanya dapat menggunakan pembelajaran secara online karena tidak semuanya memiliki akses dan perangkat yang memadai.


"Untuk ujian kejar paket C ada 10 mata pelajaran yang diujikan dan kejar paket B ada 7 mata pelajaran," katanya.


Sementara itu, salah satu peserta ujian UPK, Gazali mengatakan dirinya mengikuti program kejar paket ini untuk mendapatkan ijazah setara SMA yang nantinya dirinya gunakan untuk mendaftar ke perguruan tinggi.


"Nantinya ijazah program paket C mau saya gunakan untuk daftar kuliah. Nantinya saya gunakan untuk mencari kerja juga," katanya.

Kamis, 17 Maret 2022

Pendampingan Ujian Pendidikan Kesetaraan Tahun Ajaran 2021-2022

Pendampingan Ujian Pendidikan Kesetaraan Tahun Ajaran 2021-2022



Pendampingan Ujian Kesetaraan Tahun Ajaran 2021-2022, diselenggarakan pada Tanggal 15-16 Mater yang bertempat di aula SKB, yang di hadiri Kepala dinas Pendidikan Agus Dwi Saputra S.Sos

M.si, dan juga jajaran bidan Paud dan PNF,