-->

Jumat, 22 Mei 2026

Satu Pekan di Bawah Langit Cianjur

Satu Pekan di Bawah Langit Cianjur

 

Doc. Kelompok pelatihan pengolahan Daging
Angka di spidometer mobil tua itu terus berputar, merayap pasti melewati batasan angka demi angka hingga menyentuh satu titik 876 kilometer. dua belas jam perjalanan darat bukanlah waktu yang sebentar.

Punggung terasa kaku, dan kantuk beberapa kali menyerang, namun sepasang mata tetap menatap lurus ke depan. Ada getar tak biasa di dada sebuah perasaan yang campur aduk antara lelah, haru, dan rasa tidak percaya.
Bagi seorang yang mendedikasikan hidupnya di jalur pendidikan, perjalanan ini seperti sebuah fragmen mimpi yang melompat jadi kenyataan.

“Diundang oleh negara," mengulang kalimat di surat resmi yang tersimpan rapi di dalam tas. Sebuah undangan terhormat untuk berkumpul di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Cianjur.

Hari pertama menapakkan kaki di kompleks, atmosfer nusantara langsung menyergap indra. berdiri di tengah halaman, memandangi wajah-wajah baru yang datang dari 38 provinsi berbeda.

Ada yang mengenakan batik dengan motif khasnya, ada yang berdialek lembut khas Jawa, dan ada pula yang membawa ketegasan logat Indonesia Timur. Berbagai suku, bahasa, dan adat istiadat tumpah ruah di satu tempat.

Namun ajaibnya, tidak ada rasa asing. Payung besar bernama "Pelatihan Pengolahan Daging" seolah menjadi lem yang merekatkan seketika.
Setiap pagi, tepat pukul 08.00 WIB, sebuah rutinitas dimulai.

Lonceng waktu seakan mengingatkan tugas mulia dan ratusan peserta lainnya akan berjalan beriringan, melangkah bersama menuju ruang-ruang kelas tempat mengampu ilmu. Di dalam ruangan bukan lagi sekadar angka atau perwakilan daerah, melainkan para pembelajar yang haus akan inovasi demi mencerdaskan anak-anak bangsa yang tak terjangkau oleh sekolah formal.

Di luar jam kelas, kita berkumpul bergandengan menapaki jalanan berpaving, bergurau, dan bercerita tentang kegetiran serta indahnya berjuang di dunia Pendidikan. Kedekatan tumbuh begitu cepat, begitu magis. Saking akrabnya, mereka bagaikan saudara kandung yang sudah saling mengenal dan bertemu setiap hari sejak kecil.

Waktu satu pekan ternyata bergulir secepat kedipan mata. Malam pelepasan pun tiba, ditandai dengan udara Cianjur yang semakin dingin, namun menghangat oleh rasa haru di dalam aula.

Berdiri di sudut ruangan, memandangi sahabat-sahabat saling berjatan tangan saling merangkul saling berpamitan. Sebelum melangkah keluar untuk bersiap kembali menempuh jarak 876 kilometer pulang ke ujung Madura, berbalik menatap sisa-sisa kebersamaan ma. Dengan senyum khasnya dan kerendahan hati yang mendalam,

"Sahabat-sahabatku semua, Mohon maafkan saya, mohon maafkan kami jika selama sepekan berkumpul ada perkataan yang kurang pantas didengar. Mungkin dari logat bahasa Madura saya yang kaku, atau dari gurauan-gurauan saya yang tidak sengaja menyinggung hati kalian selama kita bersama.

Madura Punya Cerita

Kamis, 21 Mei 2026

BBPPMPV Pertanian Kemendikdasmen Gelar Pelatihan Pengolahan Daging,

BBPPMPV Pertanian Kemendikdasmen Gelar Pelatihan Pengolahan Daging,

Doc. Kegiatan Pelatihan BBPPMPV Pertanian

Cianjur
- Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memfasilitasi program pelatihan intensif pengolahan daging untuk pembuatan sosis dan bakso. Kegiatan berskala nasional ini dirancang khusus guna memperkuat kompetensi keterampilan pada sektor vokasi non-formal.

​Program strategis ini diikuti oleh 20 peserta terbaik yang lolos seleksi ketat, mewakili Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dari 38 provinsi di Indonesia. Selama pelatihan, para peserta digembleng melalui kurikulum padat selama 50 jam pelajaran yang mencakup pendalaman materi teori hingga praktik langsung di lapangan.

​Salah satu institusi yang sukses mengirimkan keterwakilannya dalam program ini adalah PKBM Al-Masthuriyah yang berasal dari Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

​Kepala PKBM Al-Masthuriyah, Mahfud Reyadi, mengungkapkan bahwa sistem pembelajaran dalam pelatihan ini berjalan sangat efektif dan terukur berkat bimbingan langsung dari para ahli.

​"Selama pelatihan, kami diampu oleh dua orang instruktur berpengalaman. Satu instruktur khusus menangani pendalaman teori, dan satu instruktur lagi memandu jalannya praktik langsung," ujar Mahfud Reyadi saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatan.21/05/2026

Sebagai bagian dari rangkaian kurikulum wajib, para peserta tidak hanya beraktivitas di dalam ruang kelas atau laboratorium balai. Mereka juga diterjunkan langsung untuk melakukan kunjungan industri ke PT Serama Utama yang berlokasi di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

​Kunjungan industri tersebut bertujuan memberikan gambaran nyata (real-world experience) kepada para peserta mengenai proses standardisasi mutu, mekanisasi mesin modern, manajemen produksi massal, hingga penerapan aspek higienitas ketat dalam pembuatan sosis dan bakso pada skala industri manufaktur besar.

​Melalui program pelatihan terstruktur yang diinisiasi oleh BBPPMPV Pertanian Kemendikdasmen ini, para lulusan dari berbagai LKP dan PKBM diharapkan mampu menguasai hilirisasi pangan.

Lebih dari itu, sekembalinya ke daerah asal, mereka ditargetkan dapat menularkan ilmu pengolahan pangan berbasis daging ini kepada masyarakat setempat. Langkah nyata ini diharapkan mampu memicu pertumbuhan wirausaha baru (UMKM) serta mendongkrak mutu serta daya saing pendidikan non-formal di seluruh pelosok Indonesia.


Sabtu, 16 Mei 2026

 Kolaborasi dari Akar Rumput, Menggugah Literasi dari Ujung Timur Madura

Kolaborasi dari Akar Rumput, Menggugah Literasi dari Ujung Timur Madura

Doc Jambore Forum Taman Baca Jawa Timur
KEDIRI – Kehadiran perwakilan Kabupaten Sumenep di ajang Jambore Taman Bacaan Masyarakat (TBM) 2026 di Kabupaten Kediri bukan sekadar urusan menghadiri undangan formal. Jauh-jauh menempuh perjalanan dari ujung timur Pulau Madura, membawa misi besar yang melintasi batas geografis: menyalakan kembali api minat baca yang mulai redup di era digital.

Bagi Mahfud Reyadi, pendiri TBM Al-Masthuriyah, dan Bapak Ismail, Ketua TBM Nurul Musthafa, literasi bukanlah slogan muluk di atas kertas. Literasi adalah fondasi peradaban.

Di tengah gempuran gawai, di mana generasi muda lebih akrab dengan ketukan layar (scrolling) media sosial, kedua penggerak literasi asal Sumenep ini melihat adanya ancaman nyata: pudarnya daya tahan membaca buku fisik dan menurunnya kemampuan berpikir kritis sejak dini.

"Kami hadir di Jambore ini tidak hanya untuk mendengar atau menjadi penonton," ujar Mahfud Reyadi penuh semangat. 

"Kami membawa misi nyata mengajak anak-anak mengenali literasi sejak usia dini. Buku adalah jendela peradaban dunia, dan tugas kita bersama untuk memastikan jendela itu tidak tertutup oleh kemalasan."

Senada dengan Mahfud, Bapak Ismail juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan baru yang sederhana namun berdampak masif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari orang tua, pendidik, hingga pemerintah—untuk mulai meluangkan waktu membaca.

Strategi yang ditawarkan oleh duo penggerak literasi Sumenep ini sangat membumi. Mereka tidak menuntut masyarakat untuk langsung membaca berjam-jam, melainkan memulainya dari langkah kecil.

Mengenalkan buku kepada anak-anak lewat visual dan cerita menarik sebelum mereka kecanduan gawai. Mengajak masyarakat membaca buku fisik hanya beberapa menit saja setiap hari sebagai pemantik awal keterbiasaan. Mengubah beberapa menit tersebut menjadi rutinitas harian hingga membaca kembali menjadi sebuah gaya hidup, bukan beban.

Melalui momentum Jambore TBM 2026 ini, TBM Al-Masthuriyah dan TBM Nurul Musthafa berharap aksi mereka di Sumenep bisa merekatkan kolaborasi yang lebih luas dengan penggerak literasi se-Indonesia.

Sebab, menyelamatkan generasi dari penyakit "malas membaca" akibat candu layar digital tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan ketukan hati dari seluruh elemen masyarakat, agar jemari anak-anak bangsa tidak hanya lihai mengetuk layar ponsel, tetapi juga terbiasa membalik halaman-halaman buku yang penuh ilmu.

Dari ujung timur Madura untuk peradaban dunia, Madura membuktikan bahwa mereka siap bergerak, bersuara, dan berdampak.

Kamis, 16 April 2026

PKBM Al-Masthuriyah Desa Basoka Laksanakan TKA Paket B Setara SMP

PKBM Al-Masthuriyah Desa Basoka Laksanakan TKA Paket B Setara SMP

Kegiatan TKA Paket B setara SMP Pkbm Al-Masthuriyah

Melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Masthuriyah Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Paket B setara SMP gelombang khusus pada Sabtu–Minggu, 11–12 April 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh 14 peserta didik ini merupakan bagian dari program Pendidikan Kesetaraan yang difasilitasi Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. TKA gelombang khusus tersebut menjadi tahapan penting bagi warga belajar Paket B untuk mengukur capaian kompetensi akademik setara jenjang SMP.

Pelaksanaan TKA dimulai pada sesi satu pukul 07.00 WIB hingga 09.30 WIB. Para peserta terlihat antusias mengikuti ujian yang digelar di PKBM Al-Masthuriyah. Ketua PKBM Al-Masthuriyah menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA berjalan tertib dan lancar dengan pengawasan langsung dari pihak penyelenggara dan tutor pendamping.

“Kami bersyukur TKA gelombang khusus ini dapat terlaksana sesuai jadwal. Ini menjadi bukti komitmen PKBM Al-Masthuriyah bersama Dinas Pendidikan Sumenep untuk memastikan warga belajar tetap mendapat hak pendidikan yang berkualitas,”Mahfud Reyadi ujarnya.

Program Paket B setara SMP di PKBM Al-Masthuriyah menjadi salah satu solusi bagi masyarakat Desa Basoka dan sekitarnya yang sebelumnya belum sempat menuntaskan pendidikan formal di tingkat SMP. Melalui TKA ini, peserta yang lulus nantinya berhak memperoleh ijazah kesetaraan yang diakui negara dan dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK maupun keperluan dunia kerja.

Eva Yuliana Salah satu peserta TKA mengaku termotivasi mengikuti ujian agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Alhamdulillah ada program Paket B di desa kami. Saya bisa belajar sambil bekerja. Semoga hasil TKA ini baik dan bisa lanjut ke Paket C,” tuturnya.

Pelaksanaan TKA Paket B gelombang khusus ini merupakan agenda resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep tahun 2026. Dengan adanya gelombang khusus, warga belajar yang terkendala pada jadwal reguler tetap mendapat kesempatan mengikuti evaluasi akademik.

PKBM Al-Masthuriyah berharap kegiatan ini terus mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga angka partisipasi pendidikan di Kecamatan Rubaru, khususnya Desa Basoka, semakin meningkat.

Senin, 09 Maret 2026

 Gladi Bersih TKA SD dan SMP Dimulai, Simak Jadwalnya | PKBM AL-MASTHURIYAH

Gladi Bersih TKA SD dan SMP Dimulai, Simak Jadwalnya | PKBM AL-MASTHURIYAH


Gladi Bersih Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah dimulai sejak Senin, 9 Maret 2026. Gladi Bersih TKA merupakan bagian dari tahapan persiapan teknis dan administratif sebelum pelaksanaan TKA utama.

Salah satu ketentuan dalam gladi bersih yaitu murid tidak diwajibkan mengerjakan sampai alokasi waktu berakhir. Capaian terpenting yaitu murid telah mencoba login, memasukkan token, dan berlatih mengerjakan soal.

Murid akan mendapatkan akun sesuai dengan identitas masing-masing sebagaimana terdaftar dalam sistem pendataan TKA. Dengan demikian, diharapkan seluruh murid yang terdaftar memperoleh kesempatan mengikuti gladi bersih.

Jadwal Gladi Bersih

Selain ketentuan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menambah jadwal gladi bersih hingga tanggal 31 Maret 2026. Dengan demikian, keseluruhan jadwal gladi bersih adalah sebagai berikut:

Gelombang 1 : 9–10 Maret 2026

Gelombang 2 : 11–12 Maret 2026

Gelombang Khusus : 14–15 Maret 2026

Gelombang 3 : 16–17 Maret 2026

Gelombang Tambahan : 30–31 Maret 2026

Satuan pendidikan memiliki fleksibilitas dalam mengatur jadwal gladi bersih sesuai dengan kesiapan masing-masing. Pemilihan jadwal gladi bersih bisa berbeda dengan gelombang pelaksanaan TKA utama.

Sebagai contoh, satuan pendidikan yang memilih Gelombang 4 pada pelaksanaan TKA utama dapat memilih mengikuti gladi bersih pada Gelombang 1 atau 2 atau 3 atau Tambahan.

Waktu Pengerjaan Soal

TKA untuk jenjang SD dan SMP hanya mengerjakan soal mata uji Matematika dan Bahasa Indonesia.  Alokasi waktu yang disediakan untuk setiap mata uji masing-masing jenjang diatur sebagai berikut: 

Simulasi TKA SD 2026, Waktu dan Manfaatnya bagi Siswa

Jenjang Waktu         Keterangan

SD         130 Menit Latihan (10 menit)
                Bahasa Indonesia (60 Menit)
                Matematika (60 menit) 
SMP 130 Menit
                Latihan (10 menit)
                Bahasa Indonesia (60 Menit)
                Matematika (60 menit) 



Selasa, 24 Februari 2026

 Ir. Sutami: Sang Menteri Kesayangan yang Memilih Hidup dalam "Nol Rupiah"

Ir. Sutami: Sang Menteri Kesayangan yang Memilih Hidup dalam "Nol Rupiah"

 Ir. Sutami: Sang Menteri Kesayangan yang Memilih Hidup dalam "Nol Rupiah"

OPINI | SOSOK – Jika Anda melintasi kemegahan Jembatan Semanggi, menatap kokohnya Gedung MPR/DPR, atau melihat luasnya Bendungan Jatiluhur, ingatlah satu nama: Ir. Sutami.

​Ia bukan sekadar pejabat biasa. Menjabat selama 14 tahun (1964–1978), Sutami adalah sosok yang dipercaya oleh dua presiden besar, Soekarno dan Soeharto. Di tangannya, beton-beton raksasa berdiri tegak menjadi ikon bangsa. Namun, di balik kemegahan infrastruktur yang ia bangun, kehidupan pribadinya justru berbanding terbalik: ia hidup dalam kesederhanaan yang nyaris menyayat hati.

​Sebuah fragmen cerita yang melegenda terjadi saat hari Lebaran. Para pejabat negara datang bersilaturahmi ke rumah dinasnya di Jalan Imam Bonjol. Saat hujan deras mengguyur, sebuah pemandangan mengejutkan terjadi: air menetes deras ke ruang tamu.

​Dengan tenang, Pak Menteri mengambil ember untuk menampung air tersebut. "Maaf ya, atapnya memang sudah lama bocor, belum ada uang buat benerin," ucapnya sambil tersenyum. Para tamu terdiam, terpaku melihat kenyataan bahwa rumah seorang Menteri Pekerjaan Umum (PU) yang mengurus infrastruktur negara justru bocor karena tak punya biaya renovasi.

​Kejujuran Sutami tak berhenti di situ. Di rumah pribadinya di Solo, listrik pernah dicabut oleh petugas PLN karena ia terlambat membayar tagihan. Bukan karena lupa, melainkan karena gajinya habis. Ironisnya, seorang Menteri Tenaga Listrik saat itu tidak mampu membeli setrum untuk rumahnya sendiri.

​Saat penyakit lever dan kurang gizi mulai menggerogoti tubuhnya, Sutami enggan dibawa ke rumah sakit. Alasannya bukan karena takut akan medis, melainkan ketakutan nyata akan ketidakmampuannya membayar biaya rumah sakit.

​Mendengar kondisi memprihatinkan tersebut, Presiden Soeharto sampai harus turun tangan. Ia memerintahkan dokter kepresidenan untuk merawatnya. Sutami baru bersedia dirawat setelah dipaksa dan diberikan jaminan sepenuhnya oleh pemerintah.

​Padahal, sebagai Menteri PU, Sutami memegang ribuan proyek besar yang sering disebut sebagai "proyek basah". Jika saja ia mau mengambil satu persen saja dari komisi kontraktor Jembatan Semanggi atau Bandara Ngurah Rai, ia bisa menjadi konglomerat tujuh turunan.

​Namun, Ir. Sutami memilih NOL RUPIAH. Ia pernah menolak pemberian mobil mewah dari pengusaha dan mengharamkan uang yang bukan haknya masuk ke kantong pribadi.

Kisah Ir. Sutami adalah pengingat keras bagi kita semua bahwa kekuasaan bukanlah jalan pintas menuju kekayaan, melainkan amanah yang harus dijaga meski harus hidup dalam keterbatasan.(*)

Senin, 09 Februari 2026

 Mahfud Reyadi Resmi Terpilih Jadi Ketua FTBM Sumenep, Bawa Misi Transformasi Literasi

Mahfud Reyadi Resmi Terpilih Jadi Ketua FTBM Sumenep, Bawa Misi Transformasi Literasi

Mahfud Reyadi Resmi Terpilih Jadi Ketua FTBM Sumenep, Bawa Misi Transformasi Literasi

Musyawarah Daerah (Musda) Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Sumenep sukses digelar pada Rabu 08/02/2026.

Dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat literasi, Mahfud Reyadi resmi terpilih sebagai Ketua FTBM Sumenep untuk masa bakti periode 2026-2031

​Pemilihan yang berlangsung secara online, dihadiri oleh para pengelola TBM se-Kabupaten Sumenep, pegiat literasi, serta perwakilan tokoh masyarakat.

Musda ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergi antar-pengelola taman baca di ujung timur Pulau Madura tersebut.

​Usai dinyatakan terpilih, Mahfud Reyadi menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh rekan-rekan pegiat literasi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya inovasi dalam mengelola taman baca agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

​"Semoga saya bisa mengemban amanah ini dan membawa Taman Baca Masyarakat yang ada di Sumenep menjadi lebih baik lagi ke depannya," ujar Mahfud dengan penuh optimisme.

​Ia juga menambahkan bahwa fokus utamanya adalah menjadikan TBM bukan sekadar tempat meminjam buku, melainkan pusat kreativitas dan pemberdayaan masyarakat desa.

​Kemenangan Mahfud Reyadi disambut baik oleh para peserta Musda. Beberapa poin penting yang menjadi harapan besar di bawah kepemimpinan baru ini antara lain

Pelatihan manajemen TBM yang lebih modern. ​memperkuat jejaring dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta dinas terkait lainnya.

​Pemerataan akses buku hingga ke wilayah kepulauan di Sumenep.
​Dengan terpilihnya nahkoda baru, FTBM Sumenep diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan minat baca dan indeks literasi masyarakat di Kabupaten Sumenep secara signifikan.

Jumat, 30 Januari 2026

Persiapan Musda FTBM Sumenep: Penggiat Literasi Hingga Kepulauan Matangkan Rencana Via Zoom

Persiapan Musda FTBM Sumenep: Penggiat Literasi Hingga Kepulauan Matangkan Rencana Via Zoom

Persiapan Musda FTBM Sumenep: Penggiat Literasi Hingga Kepulauan Matangkan Rencana Via Zoom

SUMENEP – Semangat literasi di ujung timur Pulau Madura terus membara. Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Sumenep, panitia pelaksana menggelar rapat koordinasi melalui Zoom Meeting untuk mematangkan persiapan teknis.

Acara virtual ini diikuti dengan antusias oleh puluhan penggiat literasi yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep. Menariknya, jarak geografis tidak menjadi penghalang; para pejuang literasi dari wilayah kepulauan pun turut hadir aktif dalam ruang digital tersebut untuk memberikan gagasan demi kemajuan budaya baca di Sumenep.

Rapat dipimpin langsung Gus Muhli, selaku Ketua Panitia Musda FTBM Sumenep. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antar penggiat, baik yang berada di wilayah daratan maupun kepulauan.

"Kami telah melakukan rembuk intensif bersama teman-teman panitia. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Insya Allah Musda akan digelar dalam minggu ini," ujar Gus Muhli

Meski koordinasi dilakukan secara daring karena kendala jarak dan efisiensi waktu, Gus Muhli optimis bahwa esensi dari musyawarah ini tidak akan berkurang. 

Ia berharap momentum Musda ini menjadi titik balik penguatan jejaring literasi di Kabupaten Sumenep.

"Semoga acara Musda ini bisa berjalan lancar meskipun proses persiapannya banyak dilakukan secara daring. Fokus kami adalah bagaimana forum ini nantinya bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui taman baca," tambahnya.

Agenda Musda dalam waktu dekat ini diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan dan program kerja baru yang lebih inklusif, menyentuh setiap sudut desa hingga pulau-pulau terluar di Kabupaten Sumenep.(*)

Baca JugaBimbingan Teknis Pegiat Literasi dan Perpusda Sumenep  
                                  MUSYAWARAH WILAYAH KE 4 | PKBM AL-MASTHURIYAH
                                  TBM AL-MASTHURIYAH ADAKAN TOUR ZIAROH RELIGI

Minggu, 11 Januari 2026

Membangun Peradaban dari Desa: TBM Al-Masthuriyah Basoka Sambut Bantuan Buku Pusat Perbukuan

Membangun Peradaban dari Desa: TBM Al-Masthuriyah Basoka Sambut Bantuan Buku Pusat Perbukuan

TBM Al-Masthuriyah Basoka Sambut Bantuan Buku Pusat Perbukuan

Angin segar berhembus bagi dunia literasi di ujung timur Pulau Madura. Guna memperkuat akses bacaan hingga ke pelosok desa, Pusat Perbukuan melalui sinergi dengan Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) menyalurkan bantuan hibah buku kepada 10 TBM terpilih di Kabupaten Sumenep.

Dari deretan penerima manfaat tersebut, TBM Al-Masthuriyah yang terletak di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, menjadi salah satu titik fokus distribusi bantuan ini. Kehadiran koleksi buku baru ini diharapkan menjadi pemantik semangat belajar bagi warga, khususnya generasi muda di Desa Basoka.

Bantuan ini bukan sekadar pengiriman fisik buku, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia. Pusat Perbukuan menyadari bahwa TBM adalah ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui Forum TBM Sumenep, proses kurasi dan distribusi dilakukan agar buku-buku yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga.

"Kehadiran bantuan buku ini adalah amunisi baru bagi kami. Kami ingin menjadikan TBM sebagai ruang yang ramah bagi anak-anak dan orang dewasa untuk memperluas cakrawala mereka," ungkap pengelola TBM Al-Masthuriyah.

Mari kita dukung langkah nyata ini. Karena dari satu halaman buku yang dibaca di sebuah desa kecil, bisa lahir inovasi besar bagi masa depan bangsa.

TBM Al-Masthuriyah berdedikasi untuk menyediakan ruang belajar gratis dan kreatif bagi masyarakat sekitar guna mewujudkan lingkungan yang literat dan berdaya saing.*

Rabu, 07 Januari 2026

 Latih Kemandirian Anak, TBM AL-MASTHURIYAH Basoka Gelar Wisata Edukasi "Uang Kayu" di Pasar Kebun Sumenep

Latih Kemandirian Anak, TBM AL-MASTHURIYAH Basoka Gelar Wisata Edukasi "Uang Kayu" di Pasar Kebun Sumenep

Photo Anak Saung Sinau Basoka Famili Gatring

TBM AL-MASTHURIYAH Basoka Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, kembali menggelar agenda rutin tahunan family gathering. Kali ini, destinasi yang dipilih adalah Wisata Pasar Kebun yang berlokasi di Desa Kebun Dadap Timur, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep,14/12/2025

Berbeda dengan wisata pada umumnya, kegiatan ini mengusung tema unik: "Belajar Transaksi dan Berhitung". Para peserta yang terdiri dari anak-anak beserta orang tua mereka diajak untuk mengenal sistem ekonomi tradisional yang autentik.

Keunikan Transaksi Menggunakan Uang Kayu

Salah satu daya tarik utama dalam kunjungan ini adalah kewajiban menggunakan uang kuno berbahan kayu sebagai alat pembayaran sah di area pasar. Sebelum memasuki lokasi, seluruh pengelola dan peserta dari Saung tbm al-masthuriyah Basoka harus menukarkan uang rupiah mereka di loket khusus dengan kepingan kayu yang bernilai nominal tertentu.

Sistem ini diterapkan untuk memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak dalam:

Berlatih Berhitung: Menghitung nilai tukar dan sisa kembalian dari setiap transaksi belanja.

Manajemen Keuangan: Belajar mengatur anggaran belanja dengan alat tukar yang terbatas.

Edukasi Sejarah: Mengenal bentuk transaksi zaman dahulu yang jauh dari kesan modern.

Mempererat Kebersamaan dan Mengenal Potensi Lokal

Pengelola tbm al-masthuriyah Basoka menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar liburan biasa. Selain sebagai ajang penyegaran setelah rutinitas belajar, family gathering ini bertujuan untuk mempererat ikatan antara anak, orang tua, dan pengelola Saung dalam bingkai kebersamaan.

"Kegiatan ini adalah agenda rutin tahunan kami. Tujuannya agar anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas atau perpustakaan, tapi juga mengenal wisata di luar daerah mereka (Rubaru) dan belajar bersosialisasi di lingkungan baru," ujar perwakilan tbm al-masthuriyah

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak didik Saung Sinau Basoka dapat meningkatkan kecerdasan kognitif dalam berhitung sekaligus kecerdasan sosial melalui interaksi langsung dengan pedagang dan masyarakat di luar Desa Basoka.

Wisata Pasar Kebun sendiri dipilih karena konsistensinya dalam melestarikan budaya lokal dan memberikan ruang edukasi yang selaras dengan misi literasi yang dibawa oleh tbm al-masthuriyah Basoka(*)

Sabtu, 22 November 2025

 Artikel Warga : Tak ada yang peduli kepada dia yang selalu peduli | PKBM AL-MASTHURIYAH

Artikel Warga : Tak ada yang peduli kepada dia yang selalu peduli | PKBM AL-MASTHURIYAH

Ilustrator Photo Gemini IA, Yang dikirima oleh Warga

Cerpen - Ada sejenis rasa lelah yang meresap ke tulang — bukan karena kurang tidur, tetapi karena membawa beban terlalu banyak dalam waktu terlalu lama. Lelah yang muncul karena mencoba menjaga semuanya tetap utuh, sementara orang lain tidak mampu melakukannya.

Menjadi orang yang "selalu diharapkan" kedengaran mulia, bukan?

Orang-orang berpikir itu berarti kau bisa diandalkan, dewasa, dan cakap. Tapi yang tidak mereka lihat adalah betapa beratnya beban itu? Menjadi orang yang selalu memberi, yang selalu mengerti, yang terus berkata "tidak apa-apa" meskipun kenyataannya tidak.

Aku selalu menjadi orang seperti itu, setiap saat.

Orang yang menemukan solusi dari semua masalah. Orang yang memberi bahkan ketika tak ada lagi yang bisa diberikan.

Ketika ada yang butuh bantuan, aku akan cari jalan. Bahkan jika itu berarti mengorbankan kedamaianku yang sedikit ini hanya agar orang lain merasa nyaman.

Karena memang begitulah yang diharapkan. Begitulah kasih sayang, kan?

Namun akhir-akhir ini, aku mulai bertanya-tanya — mengapa kasih sayang harus terasa seperti ini?

Aneh sekali bagaimana kau merasa tidak terlihat saat kau sendiri yang menahan beban semuanya. Betapa mudahnya orang lupa bahwa kau juga lelah. Bahwa kau juga butuh bantuan.

Terkadang aku duduk di sana, bertanya-tanya dari mana aku akan mendapatkan sedikit kekuatan atau motivasi untuk terus maju. Aku berkata pada diri sendiri, "Kali ini, aku akan memilih diriku sendiri"

Tapi kemudian aku merasakan rasa bersalah merayapi... rasa sakit yang menusuk yang memberitahuku bahwa aku egois karena memikirkannya. Jadi aku menyerah lagi. Dan lagi. Sampai tak ada lagi yang tersisa untukku.

Dan bagian yang paling menakutkan? Aku sudah terbiasa.

Aku sudah terbiasa dengan keheningan yang datang setelah menjaga semuanya agar tetap utuh. Kesepian yang mengikuti setiap pengorbanan. Dimana tidak ada yang memeriksa apakah aku baik-baik saja karena akulah orang yang diharapkan selalu baik-baik saja.

Aku benci karena aku bahkan tak bisa marah. Aku benci karena aku masih bisa mengerti keadaan. Karena betapa pun sakitnya, aku tetap memilih mereka — orang-orang yang tak selalu menyadari betapa besar pengorbananku untuk tetap baik-baik saja.

Aku hanya butuh istirahat. Aku mau hari di mana aku tidak dibutuhkan.

Hari di mana aku tidak menghitung apa yang harus aku korbankan agar orang lain bisa merasa cukup.

Aku ingin tahu bagaimana rasanya bernapas tanpa rasa bersalah, memilih diri sendiri tanpa merasa telah mengabaikan seseorang.

Aku ingin berhenti menjadi orang yang diandalkan semua orang, dan akhirnya menjadi seseorang yang dibiarkan hancur meski hanya sekali.

Artikel Kiriman Warga | Moh Khairul Anam

Sabtu, 08 November 2025

 Warga Belajar PKBM Nurul Musthafa dan Al Masthuriyah Ikuti TKA Selama Dua Hari

Warga Belajar PKBM Nurul Musthafa dan Al Masthuriyah Ikuti TKA Selama Dua Hari

Dokumentasi Warga Belajar, TKA Paket C

Sebanyak 32 warga belajar dari dua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yaitu PKBM Nurul Musthafa Ambunten dan PKBM Al Masthuriyah, melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Paket C (setara SMA) selama dua hari penuh. 

TKA ini merupakan asesmen standar yang hasilnya akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, termasuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Pelaksanaan TKA ini diikuti oleh 18 peserta didik dari PKBM Nurul Musthafa Ambunten dan 14 peserta didik dari PKBM Al Masthuriyah, dengan total 32 orang. 

Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi, mengingat hasil TKA ini akan memberikan laporan capaian akademik individu yang terstandar dan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan seleksi pendidikan lanjutan.

Hari Pertama Fokus pada Literasi dan Numerasi Jadwal TKA dibagi menjadi dua hari dengan fokus mata uji yang berbeda:

Hari Pertama difokuskan pada pengujian kemampuan wajib, yang meliputi literasi (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) serta numerasi (Matematika). Rincian waktu pengerjaan sebagai berikut,

 * Latihan: 10 menit

 * Bahasa Indonesia: 45 menit

 * Matematika: 50 menit

 * Bahasa Inggris: 45 menit

Tes pada hari pertama menekankan pada kemampuan penalaran dan pemecahan masalah, sesuai dengan format asesmen modern yang bertujuan mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order Thinking Skills)

Foto Pengawas TKA Paket C dan Kepala Pkbm Nurul Musthafa Ambunten

Hari Kedua Uji Kompetensi Pilihan Sesuai Minat Pada Hari Kedua, peserta dihadapkan pada dua Mata Pelajaran Pilihan yang telah mereka tentukan sebelumnya, biasanya disesuaikan dengan program studi yang mereka minati di perguruan tinggi (seperti Sosiologi, Ekonomi, Fisika, atau Kimia).

 * Latihan: 10 menit

 * Mata Pelajaran Pilihan Pertama: 60 menit

 * Mata Pelajaran Pilihan Kedua: 60 menit

Durasi yang lebih panjang untuk mata pelajaran pilihan ini bertujuan memberikan waktu yang memadai bagi peserta untuk menjawab soal-soal yang lebih spesifik dan mendalam sesuai bidang keilmuan yang mereka pilih.

Baca Juga : DINAS PENDIDIKAN SUMENEP ADAKAN SEMARAK LOMBA AGUSTUSAN

Dengan adanya TKA, diharapkan warga belajar dari pendidikan kesetaraan seperti PKBM juga mendapatkan akses yang setara dan terjamin terhadap pengakuan hasil belajar mereka, sehingga dapat bersaing secara adil di kancah pendidikan tinggi nasional.(*)

Baca Juga : DEWAN PENDIDIKAN SUMENEP KUNJUNGI PKBM AL-MASTHURIYAH

Senin, 03 November 2025

Sosialisasi Praktik Baik Penerima Bahan Bacaan Bermutu | TBM AL-MASTHURIYAH

Sosialisasi Praktik Baik Penerima Bahan Bacaan Bermutu | TBM AL-MASTHURIYAH

Photo Zoom Sosialisai Perpusnas

Sosialisasi Praktik Baik Penerima Bahan Bacaan Bermutu Tahun 2024 - 2025 bersama Perpusnas (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia)

Kegiatan merupakan bagian dari upaya Perpusnas untuk mendorong Pemanfaatan penerima bantuan buku Perpustakaan Desa/Kelurahan, TBM, dan Perpustakaan Rumah Ibadah,dapat memanfaatkan koleksi bahan bacaan bermutu secara optimal di komunitas literasi

Menjadi wadah bagi penerima bantuan untuk saling berbagi praktik baik dan strategi kreatif dalam pengelolaan perpustakaan dan pengembangan aktivitas literasi berbasis masyarakat.
Hal ini memberikan bimbingan teknis dan pendalaman materi kepada pengelola perpustakaan dan TBM tentang pengelolaan koleksi Bacaan Buku,
 
Baca Juga : Pendataan Dan Pemutakhiran Data Perpusatkaan Kabupaten Sumenep

Kehadiran Ketua Forum TBM Indonesia Kang Opick dan anggotanya terlibat sebagai fasilitator bimbingan teknis dalam kegiatan ini menunjukkan adanya sinergi kuat antara Perpusnas dan komunitas literasi akar,

Baca Juga : TBM AL-MASTHURIYAH ADAKAN TOUR ZIAROH RELIGI

Forum TBM memiliki peran penting sebagai organisasi yang menaungi dan memfasilitasi banyak Taman Bacaan Masyarakat di seluruh Indonesia. Keterlibatan mereka membantu memastikan materi yang disampaikan, khususnya mengenai praktik baik pemanfaatan bahan bacaan, relevan dan sesuai dengan kondisi lapangan serta tantangan yang dihadapi oleh TBM dan perpustakaan komunitas.(*)

Senin, 01 September 2025

 DINAS PENDIDIKAN SUMENEP ADAKAN SEMARAK LOMBA AGUSTUSAN

DINAS PENDIDIKAN SUMENEP ADAKAN SEMARAK LOMBA AGUSTUSAN


Dinas Pendidikan Sumenep mengadakan Semarak Lomba Agustusan yang melibatkan semua bidang, termasuk pendidikan formal dan non formal. Lomba ini bertujuan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dan meningkatkan semangat nasionalisme di kalangan siswa dan masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Bapak Agus Dwisaputro, menyatakan bahwa lomba ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. "Kami berharap bahwa lomba ini dapat meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan siswa dan masyarakat," ujarnya.


Semua bidang di Dinas Pendidikan Sumenep terlibat dalam lomba ini, termasuk bidang pendidikan formal, pendidikan non formal, dan bidang lainnya. Mereka berpartisipasi dalam berbagai jenis lomba, seperti lomba pidato, lomba menyanyi, lomba membuat poster, dan lain-lain.

"Kami sangat senang dapat berpartisipasi dalam lomba ini dan menunjukkan kemampuan kami," ujar Mahfud Reyadi, salah satu peserta dari PKBM Al-Masthuriyah.



Semarak Lomba Agustusan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, serta meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan siswa dan masyarakat. (Red)

Rabu, 27 Agustus 2025

DEWAN PENDIDIKAN SUMENEP KUNJUNGI PKBM AL-MASTHURIYAH UNTUK PEMBINAAN MUTU PENDIDIKAN

DEWAN PENDIDIKAN SUMENEP KUNJUNGI PKBM AL-MASTHURIYAH UNTUK PEMBINAAN MUTU PENDIDIKAN


Dewan Pendidikan Sumenep melakukan kunjungan ke PKBM Al-Masthuriyah di desa Basoka dalam rangka pembinaan mutu pendidikan. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau dan meningkatkan kualitas pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah.


Kepala PKBM Al-Masthuriyah, Mahfud Reyadi, menyatakan bahwa PKBM Al-Masthuriyah sangat berterima kasih atas kunjungan Dewan Pendidikan Sumenep. "Kami berharap bahwa kunjungan ini dapat memberikan manfaat bagi kami dalam meningkatkan mutu pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah,"

 

"Sejumlah media sempat ramai memberitakan PKBM Al-Masthuriyah katanya lembaga kami fiktih tidak ada gedung dan tidak pernah ada kegiatan pembelajaran menurut infonya. Namun secara logika kalau kami tidak mengakan kegaiatan Pembelajaran dari mana kami mendapatkan raport pendidikan, yang nyatanya kami punya raport pendidikan setiap tahunya.


Dewan Pendidikan Sumenep melakukan pembinaan dengan cara memberikan arahan dan bimbingan kepada pengelola dan staf PKBM Al-Masthuriyah. Mereka juga melakukan penilaian terhadap mutu pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan.


"Kami berharap bahwa PKBM Al-Masthuriyah dapat meningkatkan mutu pendidikan dan menjadi lembaga pendidikan yang lebih baik Kata Nawawi Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep.


Pembinaan mutu pendidikan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah dan membantu lembaga tersebut dalam mencapai tujuannya. ( Red )

Sabtu, 23 Agustus 2025

TIM ASESSOR BADAN AKREDITASI PROVINSI JAWA TIMUR LAKSANAKAN VISITASI KE PKBM AL-MASTHURIYAH

TIM ASESSOR BADAN AKREDITASI PROVINSI JAWA TIMUR LAKSANAKAN VISITASI KE PKBM AL-MASTHURIYAH


Badan Akreditasi Provinsi Jawa Timur melaksanakan visitasi ke PKBM Al-Masthuriyah Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep dalam rangka penilaian akreditasi lembaga pendidikan. Tim asesor yang terdiri dari beberapa orang ahli pendidikan melakukan penilaian terhadap berbagai aspek lembaga pendidikan, termasuk kualitas pendidikan, manajemen, dan sarana prasarana.

Kepala PKBM Al-Masthuriyah, Mahfud Reyadi menyatakan bahwa PKBM Al-Masthuriyah sangat siap untuk menghadapi visitasi ini. "Kami telah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk visitasi ini, termasuk dokumen-dokumen yang diperlukan dan sarana prasarana yang memadai," ujarnya.

Tim asesor melakukan penilaian dengan cara observasi langsung ke lembaga pendidikan, wawancara dengan pengelola dan peserta didik, serta memeriksa dokumen-dokumen yang diperlukan. Mereka juga melakukan penilaian terhadap kualitas pendidikan, manajemen, dan sarana prasarana yang ada di lembaga pendidikan.

Hasil visitasi ini akan digunakan sebagai acuan untuk menentukan status akreditasi PKBM Al-Masthuriyah. PKBM Al-Masthuriyah berharap dapat memperoleh hasil yang baik dan dapat mempertahankan status akreditasi yang telah diperoleh sebelumnya. (Red )

Jumat, 22 Agustus 2025

TBM AL-MASTHURIYAH ADAKAN TOUR ZIAROH RELIGI

TBM AL-MASTHURIYAH ADAKAN TOUR ZIAROH RELIGI

TBM Al-Masthuriyah mengadakan tour ziaroh religi yang diikuti oleh siswa-siswi dan guru-guru pada hari ini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang nilai-nilai agama dan spiritual.


Tour ziaroh religi ini mengunjungi beberapa tempat ibadah dan situs religi di sekitar daerah, termasuk masjid, makam para ulama, dan situs sejarah Islam. Siswa-siswi dan guru-guru dapat belajar tentang sejarah dan makna dari setiap tempat yang dikunjungi.


Pengelola TBM Al-Masthuriyah, Mahfud Reyadi, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang nilai-nilai agama dan spiritual. "Kami berharap bahwa kegiatan ini dapat membantu siswa-siswi kami menjadi lebih peduli dan menghargai nilai-nilai agama dan spiritual," ujarnya.


Siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini juga menyatakan bahwa mereka sangat menikmati dan mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang agama dan spiritual. "Saya sangat senang dapat belajar tentang sejarah dan makna dari setiap tempat yang dikunjungi," ujar Firda.


Tour ziaroh religi ini diharapkan dapat menjadi kegiatan yang rutin di TBM Al-Masthuriyah, sehingga siswa-siswi dapat terus belajar dan meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka tentang nilai-nilai agama dan spiritual. (Red)

Saung Sinau Wadah Untuk Anak anak Yang Ingin Belajar Bersama | PKBM AL-MASTHURIYAH

Saung Sinau Wadah Untuk Anak anak Yang Ingin Belajar Bersama | PKBM AL-MASTHURIYAH


Saung Sinau, di bawa naungan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Al-Masthuriyah Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep "Saung Sinau adalah sebuah wadah belajar yang unik dan menarik bagi anak-anak di Desa Basoka! Meskipun belajar di teras rumah, anak-anak tidak menyurutkan semangat mereka untuk belajar. Sebaliknya, mereka tetap bersemangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan belajar di Saung Sinau.


Desa Basoka, sebuah desa yang terletak di [lokasi], memiliki Saung Sinau yang menjadi wadah belajar bagi anak-anak desa. Dengan adanya Saung Sinau, anak-anak dapat belajar bersama dengan teman-teman mereka dalam suasana yang santai dan nyaman.


Saung Sinau Desa Basoka menjadi contoh yang baik tentang bagaimana belajar dapat dilakukan dalam berbagai situasi dan lingkungan. Anak-anak dapat belajar di mana saja dan kapan saja, tidak hanya di dalam kelas atau sekolah.


Dengan demikian, Saung Sinau menjadi wadah yang sangat berharga bagi anak-anak di Desa Basoka, tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai tempat untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu yang lebih baik.


Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di Saung Sinau Desa Basoka antara lain:


* Belajar bersama dengan teman-teman

* Mengembangkan kemampuan sosial dan kerja sama

* Belajar tentang lingkungan sekitar

* Mengembangkan kemampuan kreatif dan imajinatif


Dengan adanya Saung Sinau di Desa Basoka, anak-anak dapat memiliki pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna. Semoga Saung Sinau dapat terus berkembang dan menjadi wadah belajar yang lebih baik bagi anak-anak di Desa Basoka.

DINAS PENDIDIKAN MELALUI BIDANG PNF BERUPAYA MENINGKATKAN MUTU PKBM | PKBM AL-MASTHURIYAH

DINAS PENDIDIKAN MELALUI BIDANG PNF BERUPAYA MENINGKATKAN MUTU PKBM | PKBM AL-MASTHURIYAH

Dinas Pendidikan Sumenep melalui Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) berupaya meningkatkan mutu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) PKBM merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat.

Kepala Bidang PNF Sumenep Ibu Lisa Bertha Soetedjo, menyatakan bahwa peningkatan mutu PKBM sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan non formal, "Kami berupaya untuk meningkatkan mutu PKBM melalui berbagai program dan kegiatan, sehingga PKBM dapat menjadi lembaga pendidikan non formal yang berkualitas dan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat," ujarnya.

Bidang PNF Dinas Pendidikan Sumenep telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu PKBM, antara lain dengan melakukan pelatihan dan pendampingan pengelola PKBM, meningkatkan kualitas kurikulum dan program pendidikan, serta meningkatkan sarana dan prasarana PKBM.

"Kami juga berupaya untuk meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan dunia usaha, untuk meningkatkan mutu PKBM dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat," tambah Kasi Kesiswaan Bapak Supiyanto.

Peningkatan mutu PKBM diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan non formal  dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat. "Kami berharap bahwa peningkatan mutu PKBM dapat meningkatkan kualitas pendidikan non formal, sehingga masyarakat dapat menjadi lebih mandiri dan sejahtera," pungkas ( red )

Jumat, 08 Agustus 2025

ANBK 2025 PAKET C SETARA SMA PKBM AL-MASTHURIYAH

ANBK 2025 PAKET C SETARA SMA PKBM AL-MASTHURIYAH

 

Asesmen Pkbm Al-Masthuriyah

ANBK adalah Asesmen Nasional Berbasis Komputer sebagai upaya penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah.

Asesmen Nasional terdiri dari tiga instrumen utama, yaitu:

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM),

Survei Karakter (SK), dan

Survei Lingkungan Belajar.

Pada bulan Agustus ini, sekolah-sekolah sudah mulai melaksanakan ANBK 2025 berupa Survei Lingkungan Belajar, dan pada bulan September nanti akan dimulai pelaksanaan sinkronisasi simulasi Asesmen Nasional. Sejak 2021, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim resmi mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional (AN).



Meski begitu,
Asesmen Nasional tidak menggantikan peran UN dalam mengevaluasi prestasi atau hasil belajar murid secara individual. Melainkan menggantikan peran UN sebagai sumber informasi untuk memetakan dan mengevaluasi mutu sistem pendidikan.

Pkbm Al-Masthuriyah dengan bangga menyatakan berhasil melaksanakan proses ANBK tersebut sebagai salah satu bentuk kewajiban PKBM dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.