-->

Selasa, 24 Februari 2026

 Ir. Sutami: Sang Menteri Kesayangan yang Memilih Hidup dalam "Nol Rupiah"

Ir. Sutami: Sang Menteri Kesayangan yang Memilih Hidup dalam "Nol Rupiah"

 Ir. Sutami: Sang Menteri Kesayangan yang Memilih Hidup dalam "Nol Rupiah"

OPINI | SOSOK – Jika Anda melintasi kemegahan Jembatan Semanggi, menatap kokohnya Gedung MPR/DPR, atau melihat luasnya Bendungan Jatiluhur, ingatlah satu nama: Ir. Sutami.

​Ia bukan sekadar pejabat biasa. Menjabat selama 14 tahun (1964–1978), Sutami adalah sosok yang dipercaya oleh dua presiden besar, Soekarno dan Soeharto. Di tangannya, beton-beton raksasa berdiri tegak menjadi ikon bangsa. Namun, di balik kemegahan infrastruktur yang ia bangun, kehidupan pribadinya justru berbanding terbalik: ia hidup dalam kesederhanaan yang nyaris menyayat hati.

​Sebuah fragmen cerita yang melegenda terjadi saat hari Lebaran. Para pejabat negara datang bersilaturahmi ke rumah dinasnya di Jalan Imam Bonjol. Saat hujan deras mengguyur, sebuah pemandangan mengejutkan terjadi: air menetes deras ke ruang tamu.

​Dengan tenang, Pak Menteri mengambil ember untuk menampung air tersebut. "Maaf ya, atapnya memang sudah lama bocor, belum ada uang buat benerin," ucapnya sambil tersenyum. Para tamu terdiam, terpaku melihat kenyataan bahwa rumah seorang Menteri Pekerjaan Umum (PU) yang mengurus infrastruktur negara justru bocor karena tak punya biaya renovasi.

​Kejujuran Sutami tak berhenti di situ. Di rumah pribadinya di Solo, listrik pernah dicabut oleh petugas PLN karena ia terlambat membayar tagihan. Bukan karena lupa, melainkan karena gajinya habis. Ironisnya, seorang Menteri Tenaga Listrik saat itu tidak mampu membeli setrum untuk rumahnya sendiri.

​Saat penyakit lever dan kurang gizi mulai menggerogoti tubuhnya, Sutami enggan dibawa ke rumah sakit. Alasannya bukan karena takut akan medis, melainkan ketakutan nyata akan ketidakmampuannya membayar biaya rumah sakit.

​Mendengar kondisi memprihatinkan tersebut, Presiden Soeharto sampai harus turun tangan. Ia memerintahkan dokter kepresidenan untuk merawatnya. Sutami baru bersedia dirawat setelah dipaksa dan diberikan jaminan sepenuhnya oleh pemerintah.

​Padahal, sebagai Menteri PU, Sutami memegang ribuan proyek besar yang sering disebut sebagai "proyek basah". Jika saja ia mau mengambil satu persen saja dari komisi kontraktor Jembatan Semanggi atau Bandara Ngurah Rai, ia bisa menjadi konglomerat tujuh turunan.

​Namun, Ir. Sutami memilih NOL RUPIAH. Ia pernah menolak pemberian mobil mewah dari pengusaha dan mengharamkan uang yang bukan haknya masuk ke kantong pribadi.

Kisah Ir. Sutami adalah pengingat keras bagi kita semua bahwa kekuasaan bukanlah jalan pintas menuju kekayaan, melainkan amanah yang harus dijaga meski harus hidup dalam keterbatasan.(*)

Senin, 09 Februari 2026

 Mahfud Reyadi Resmi Terpilih Jadi Ketua FTBM Sumenep, Bawa Misi Transformasi Literasi

Mahfud Reyadi Resmi Terpilih Jadi Ketua FTBM Sumenep, Bawa Misi Transformasi Literasi

Mahfud Reyadi Resmi Terpilih Jadi Ketua FTBM Sumenep, Bawa Misi Transformasi Literasi

Musyawarah Daerah (Musda) Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Sumenep sukses digelar pada Rabu 08/02/2026.

Dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat literasi, Mahfud Reyadi resmi terpilih sebagai Ketua FTBM Sumenep untuk masa bakti periode 2026-2031

​Pemilihan yang berlangsung secara online, dihadiri oleh para pengelola TBM se-Kabupaten Sumenep, pegiat literasi, serta perwakilan tokoh masyarakat.

Musda ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergi antar-pengelola taman baca di ujung timur Pulau Madura tersebut.

​Usai dinyatakan terpilih, Mahfud Reyadi menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh rekan-rekan pegiat literasi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya inovasi dalam mengelola taman baca agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

​"Semoga saya bisa mengemban amanah ini dan membawa Taman Baca Masyarakat yang ada di Sumenep menjadi lebih baik lagi ke depannya," ujar Mahfud dengan penuh optimisme.

​Ia juga menambahkan bahwa fokus utamanya adalah menjadikan TBM bukan sekadar tempat meminjam buku, melainkan pusat kreativitas dan pemberdayaan masyarakat desa.

​Kemenangan Mahfud Reyadi disambut baik oleh para peserta Musda. Beberapa poin penting yang menjadi harapan besar di bawah kepemimpinan baru ini antara lain

Pelatihan manajemen TBM yang lebih modern. ​memperkuat jejaring dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta dinas terkait lainnya.

​Pemerataan akses buku hingga ke wilayah kepulauan di Sumenep.
​Dengan terpilihnya nahkoda baru, FTBM Sumenep diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan minat baca dan indeks literasi masyarakat di Kabupaten Sumenep secara signifikan.

Jumat, 30 Januari 2026

Persiapan Musda FTBM Sumenep: Penggiat Literasi Hingga Kepulauan Matangkan Rencana Via Zoom

Persiapan Musda FTBM Sumenep: Penggiat Literasi Hingga Kepulauan Matangkan Rencana Via Zoom

Persiapan Musda FTBM Sumenep: Penggiat Literasi Hingga Kepulauan Matangkan Rencana Via Zoom

SUMENEP – Semangat literasi di ujung timur Pulau Madura terus membara. Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Sumenep, panitia pelaksana menggelar rapat koordinasi melalui Zoom Meeting untuk mematangkan persiapan teknis.

Acara virtual ini diikuti dengan antusias oleh puluhan penggiat literasi yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep. Menariknya, jarak geografis tidak menjadi penghalang; para pejuang literasi dari wilayah kepulauan pun turut hadir aktif dalam ruang digital tersebut untuk memberikan gagasan demi kemajuan budaya baca di Sumenep.

Rapat dipimpin langsung Gus Muhli, selaku Ketua Panitia Musda FTBM Sumenep. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antar penggiat, baik yang berada di wilayah daratan maupun kepulauan.

"Kami telah melakukan rembuk intensif bersama teman-teman panitia. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Insya Allah Musda akan digelar dalam minggu ini," ujar Gus Muhli

Meski koordinasi dilakukan secara daring karena kendala jarak dan efisiensi waktu, Gus Muhli optimis bahwa esensi dari musyawarah ini tidak akan berkurang. 

Ia berharap momentum Musda ini menjadi titik balik penguatan jejaring literasi di Kabupaten Sumenep.

"Semoga acara Musda ini bisa berjalan lancar meskipun proses persiapannya banyak dilakukan secara daring. Fokus kami adalah bagaimana forum ini nantinya bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui taman baca," tambahnya.

Agenda Musda dalam waktu dekat ini diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan dan program kerja baru yang lebih inklusif, menyentuh setiap sudut desa hingga pulau-pulau terluar di Kabupaten Sumenep.(*)

Baca JugaBimbingan Teknis Pegiat Literasi dan Perpusda Sumenep  
                                  MUSYAWARAH WILAYAH KE 4 | PKBM AL-MASTHURIYAH
                                  TBM AL-MASTHURIYAH ADAKAN TOUR ZIAROH RELIGI

Minggu, 11 Januari 2026

Membangun Peradaban dari Desa: TBM Al-Masthuriyah Basoka Sambut Bantuan Buku Pusat Perbukuan

Membangun Peradaban dari Desa: TBM Al-Masthuriyah Basoka Sambut Bantuan Buku Pusat Perbukuan

TBM Al-Masthuriyah Basoka Sambut Bantuan Buku Pusat Perbukuan

Angin segar berhembus bagi dunia literasi di ujung timur Pulau Madura. Guna memperkuat akses bacaan hingga ke pelosok desa, Pusat Perbukuan melalui sinergi dengan Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) menyalurkan bantuan hibah buku kepada 10 TBM terpilih di Kabupaten Sumenep.

Dari deretan penerima manfaat tersebut, TBM Al-Masthuriyah yang terletak di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, menjadi salah satu titik fokus distribusi bantuan ini. Kehadiran koleksi buku baru ini diharapkan menjadi pemantik semangat belajar bagi warga, khususnya generasi muda di Desa Basoka.

Bantuan ini bukan sekadar pengiriman fisik buku, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia. Pusat Perbukuan menyadari bahwa TBM adalah ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui Forum TBM Sumenep, proses kurasi dan distribusi dilakukan agar buku-buku yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga.

"Kehadiran bantuan buku ini adalah amunisi baru bagi kami. Kami ingin menjadikan TBM sebagai ruang yang ramah bagi anak-anak dan orang dewasa untuk memperluas cakrawala mereka," ungkap pengelola TBM Al-Masthuriyah.

Mari kita dukung langkah nyata ini. Karena dari satu halaman buku yang dibaca di sebuah desa kecil, bisa lahir inovasi besar bagi masa depan bangsa.

TBM Al-Masthuriyah berdedikasi untuk menyediakan ruang belajar gratis dan kreatif bagi masyarakat sekitar guna mewujudkan lingkungan yang literat dan berdaya saing.*

Rabu, 07 Januari 2026

 Latih Kemandirian Anak, Saung Sinau Basoka Gelar Wisata Edukasi "Uang Kayu" di Pasar Kebun Sumenep

Latih Kemandirian Anak, Saung Sinau Basoka Gelar Wisata Edukasi "Uang Kayu" di Pasar Kebun Sumenep

Photo Anak Saung Sinau Basoka Famili Gatring

Saung Sinau Basoka Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, kembali menggelar agenda rutin tahunan family gathering. Kali ini, destinasi yang dipilih adalah Wisata Pasar Kebun yang berlokasi di Desa Kebun Dadap Timur, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep,14/12/2025

Berbeda dengan wisata pada umumnya, kegiatan ini mengusung tema unik: "Belajar Transaksi dan Berhitung". Para peserta yang terdiri dari anak-anak beserta orang tua mereka diajak untuk mengenal sistem ekonomi tradisional yang autentik.

Keunikan Transaksi Menggunakan Uang Kayu

Salah satu daya tarik utama dalam kunjungan ini adalah kewajiban menggunakan uang kuno berbahan kayu sebagai alat pembayaran sah di area pasar. Sebelum memasuki lokasi, seluruh pengelola dan peserta dari Saung Sinau Basoka harus menukarkan uang rupiah mereka di loket khusus dengan kepingan kayu yang bernilai nominal tertentu.

Sistem ini diterapkan untuk memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak dalam:

Berlatih Berhitung: Menghitung nilai tukar dan sisa kembalian dari setiap transaksi belanja.

Manajemen Keuangan: Belajar mengatur anggaran belanja dengan alat tukar yang terbatas.

Edukasi Sejarah: Mengenal bentuk transaksi zaman dahulu yang jauh dari kesan modern.

Mempererat Kebersamaan dan Mengenal Potensi Lokal

Pengelola Saung Sinau Basoka menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar liburan biasa. Selain sebagai ajang penyegaran setelah rutinitas belajar, family gathering ini bertujuan untuk mempererat ikatan antara anak, orang tua, dan pengelola Saung dalam bingkai kebersamaan.

"Kegiatan ini adalah agenda rutin tahunan kami. Tujuannya agar anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas atau perpustakaan, tapi juga mengenal wisata di luar daerah mereka (Rubaru) dan belajar bersosialisasi di lingkungan baru," ujar perwakilan Saung Sinau Basoka.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak didik Saung Sinau Basoka dapat meningkatkan kecerdasan kognitif dalam berhitung sekaligus kecerdasan sosial melalui interaksi langsung dengan pedagang dan masyarakat di luar Desa Basoka.

Wisata Pasar Kebun sendiri dipilih karena konsistensinya dalam melestarikan budaya lokal dan memberikan ruang edukasi yang selaras dengan misi literasi yang dibawa oleh Saung Sinau Basoka(*)

Sabtu, 22 November 2025

 Artikel Warga : Tak ada yang peduli kepada dia yang selalu peduli | PKBM AL-MASTHURIYAH

Artikel Warga : Tak ada yang peduli kepada dia yang selalu peduli | PKBM AL-MASTHURIYAH

Ilustrator Photo Gemini IA, Yang dikirima oleh Warga

Cerpen - Ada sejenis rasa lelah yang meresap ke tulang — bukan karena kurang tidur, tetapi karena membawa beban terlalu banyak dalam waktu terlalu lama. Lelah yang muncul karena mencoba menjaga semuanya tetap utuh, sementara orang lain tidak mampu melakukannya.

Menjadi orang yang "selalu diharapkan" kedengaran mulia, bukan?

Orang-orang berpikir itu berarti kau bisa diandalkan, dewasa, dan cakap. Tapi yang tidak mereka lihat adalah betapa beratnya beban itu? Menjadi orang yang selalu memberi, yang selalu mengerti, yang terus berkata "tidak apa-apa" meskipun kenyataannya tidak.

Aku selalu menjadi orang seperti itu, setiap saat.

Orang yang menemukan solusi dari semua masalah. Orang yang memberi bahkan ketika tak ada lagi yang bisa diberikan.

Ketika ada yang butuh bantuan, aku akan cari jalan. Bahkan jika itu berarti mengorbankan kedamaianku yang sedikit ini hanya agar orang lain merasa nyaman.

Karena memang begitulah yang diharapkan. Begitulah kasih sayang, kan?

Namun akhir-akhir ini, aku mulai bertanya-tanya — mengapa kasih sayang harus terasa seperti ini?

Aneh sekali bagaimana kau merasa tidak terlihat saat kau sendiri yang menahan beban semuanya. Betapa mudahnya orang lupa bahwa kau juga lelah. Bahwa kau juga butuh bantuan.

Terkadang aku duduk di sana, bertanya-tanya dari mana aku akan mendapatkan sedikit kekuatan atau motivasi untuk terus maju. Aku berkata pada diri sendiri, "Kali ini, aku akan memilih diriku sendiri"

Tapi kemudian aku merasakan rasa bersalah merayapi... rasa sakit yang menusuk yang memberitahuku bahwa aku egois karena memikirkannya. Jadi aku menyerah lagi. Dan lagi. Sampai tak ada lagi yang tersisa untukku.

Dan bagian yang paling menakutkan? Aku sudah terbiasa.

Aku sudah terbiasa dengan keheningan yang datang setelah menjaga semuanya agar tetap utuh. Kesepian yang mengikuti setiap pengorbanan. Dimana tidak ada yang memeriksa apakah aku baik-baik saja karena akulah orang yang diharapkan selalu baik-baik saja.

Aku benci karena aku bahkan tak bisa marah. Aku benci karena aku masih bisa mengerti keadaan. Karena betapa pun sakitnya, aku tetap memilih mereka — orang-orang yang tak selalu menyadari betapa besar pengorbananku untuk tetap baik-baik saja.

Aku hanya butuh istirahat. Aku mau hari di mana aku tidak dibutuhkan.

Hari di mana aku tidak menghitung apa yang harus aku korbankan agar orang lain bisa merasa cukup.

Aku ingin tahu bagaimana rasanya bernapas tanpa rasa bersalah, memilih diri sendiri tanpa merasa telah mengabaikan seseorang.

Aku ingin berhenti menjadi orang yang diandalkan semua orang, dan akhirnya menjadi seseorang yang dibiarkan hancur meski hanya sekali.

Artikel Kiriman Warga | Moh Khairul Anam

Sabtu, 08 November 2025

 Warga Belajar PKBM Nurul Musthafa dan Al Masthuriyah Ikuti TKA Selama Dua Hari

Warga Belajar PKBM Nurul Musthafa dan Al Masthuriyah Ikuti TKA Selama Dua Hari

Dokumentasi Warga Belajar, TKA Paket C

Sebanyak 32 warga belajar dari dua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yaitu PKBM Nurul Musthafa Ambunten dan PKBM Al Masthuriyah, melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Paket C (setara SMA) selama dua hari penuh. 

TKA ini merupakan asesmen standar yang hasilnya akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, termasuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Pelaksanaan TKA ini diikuti oleh 18 peserta didik dari PKBM Nurul Musthafa Ambunten dan 14 peserta didik dari PKBM Al Masthuriyah, dengan total 32 orang. 

Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi, mengingat hasil TKA ini akan memberikan laporan capaian akademik individu yang terstandar dan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan seleksi pendidikan lanjutan.

Hari Pertama Fokus pada Literasi dan Numerasi Jadwal TKA dibagi menjadi dua hari dengan fokus mata uji yang berbeda:

Hari Pertama difokuskan pada pengujian kemampuan wajib, yang meliputi literasi (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) serta numerasi (Matematika). Rincian waktu pengerjaan sebagai berikut,

 * Latihan: 10 menit

 * Bahasa Indonesia: 45 menit

 * Matematika: 50 menit

 * Bahasa Inggris: 45 menit

Tes pada hari pertama menekankan pada kemampuan penalaran dan pemecahan masalah, sesuai dengan format asesmen modern yang bertujuan mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order Thinking Skills)

Foto Pengawas TKA Paket C dan Kepala Pkbm Nurul Musthafa Ambunten

Hari Kedua Uji Kompetensi Pilihan Sesuai Minat Pada Hari Kedua, peserta dihadapkan pada dua Mata Pelajaran Pilihan yang telah mereka tentukan sebelumnya, biasanya disesuaikan dengan program studi yang mereka minati di perguruan tinggi (seperti Sosiologi, Ekonomi, Fisika, atau Kimia).

 * Latihan: 10 menit

 * Mata Pelajaran Pilihan Pertama: 60 menit

 * Mata Pelajaran Pilihan Kedua: 60 menit

Durasi yang lebih panjang untuk mata pelajaran pilihan ini bertujuan memberikan waktu yang memadai bagi peserta untuk menjawab soal-soal yang lebih spesifik dan mendalam sesuai bidang keilmuan yang mereka pilih.

Baca Juga : DINAS PENDIDIKAN SUMENEP ADAKAN SEMARAK LOMBA AGUSTUSAN

Dengan adanya TKA, diharapkan warga belajar dari pendidikan kesetaraan seperti PKBM juga mendapatkan akses yang setara dan terjamin terhadap pengakuan hasil belajar mereka, sehingga dapat bersaing secara adil di kancah pendidikan tinggi nasional.(*)

Baca Juga : DEWAN PENDIDIKAN SUMENEP KUNJUNGI PKBM AL-MASTHURIYAH

Senin, 03 November 2025

Sosialisasi Praktik Baik Penerima Bahan Bacaan Bermutu | TBM AL-MASTHURIYAH

Sosialisasi Praktik Baik Penerima Bahan Bacaan Bermutu | TBM AL-MASTHURIYAH

Photo Zoom Sosialisai Perpusnas

Sosialisasi Praktik Baik Penerima Bahan Bacaan Bermutu Tahun 2024 - 2025 bersama Perpusnas (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia)

Kegiatan merupakan bagian dari upaya Perpusnas untuk mendorong Pemanfaatan penerima bantuan buku Perpustakaan Desa/Kelurahan, TBM, dan Perpustakaan Rumah Ibadah,dapat memanfaatkan koleksi bahan bacaan bermutu secara optimal di komunitas literasi

Menjadi wadah bagi penerima bantuan untuk saling berbagi praktik baik dan strategi kreatif dalam pengelolaan perpustakaan dan pengembangan aktivitas literasi berbasis masyarakat.
Hal ini memberikan bimbingan teknis dan pendalaman materi kepada pengelola perpustakaan dan TBM tentang pengelolaan koleksi Bacaan Buku,
 
Baca Juga : Pendataan Dan Pemutakhiran Data Perpusatkaan Kabupaten Sumenep

Kehadiran Ketua Forum TBM Indonesia Kang Opick dan anggotanya terlibat sebagai fasilitator bimbingan teknis dalam kegiatan ini menunjukkan adanya sinergi kuat antara Perpusnas dan komunitas literasi akar,

Baca Juga : TBM AL-MASTHURIYAH ADAKAN TOUR ZIAROH RELIGI

Forum TBM memiliki peran penting sebagai organisasi yang menaungi dan memfasilitasi banyak Taman Bacaan Masyarakat di seluruh Indonesia. Keterlibatan mereka membantu memastikan materi yang disampaikan, khususnya mengenai praktik baik pemanfaatan bahan bacaan, relevan dan sesuai dengan kondisi lapangan serta tantangan yang dihadapi oleh TBM dan perpustakaan komunitas.(*)

Senin, 01 September 2025

 DINAS PENDIDIKAN SUMENEP ADAKAN SEMARAK LOMBA AGUSTUSAN

DINAS PENDIDIKAN SUMENEP ADAKAN SEMARAK LOMBA AGUSTUSAN


Dinas Pendidikan Sumenep mengadakan Semarak Lomba Agustusan yang melibatkan semua bidang, termasuk pendidikan formal dan non formal. Lomba ini bertujuan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dan meningkatkan semangat nasionalisme di kalangan siswa dan masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Bapak Agus Dwisaputro, menyatakan bahwa lomba ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. "Kami berharap bahwa lomba ini dapat meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan siswa dan masyarakat," ujarnya.


Semua bidang di Dinas Pendidikan Sumenep terlibat dalam lomba ini, termasuk bidang pendidikan formal, pendidikan non formal, dan bidang lainnya. Mereka berpartisipasi dalam berbagai jenis lomba, seperti lomba pidato, lomba menyanyi, lomba membuat poster, dan lain-lain.

"Kami sangat senang dapat berpartisipasi dalam lomba ini dan menunjukkan kemampuan kami," ujar Mahfud Reyadi, salah satu peserta dari PKBM Al-Masthuriyah.



Semarak Lomba Agustusan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, serta meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan siswa dan masyarakat. (Red)

Rabu, 27 Agustus 2025

DEWAN PENDIDIKAN SUMENEP KUNJUNGI PKBM AL-MASTHURIYAH UNTUK PEMBINAAN MUTU PENDIDIKAN

DEWAN PENDIDIKAN SUMENEP KUNJUNGI PKBM AL-MASTHURIYAH UNTUK PEMBINAAN MUTU PENDIDIKAN


Dewan Pendidikan Sumenep melakukan kunjungan ke PKBM Al-Masthuriyah di desa Basoka dalam rangka pembinaan mutu pendidikan. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau dan meningkatkan kualitas pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah.


Kepala PKBM Al-Masthuriyah, Mahfud Reyadi, menyatakan bahwa PKBM Al-Masthuriyah sangat berterima kasih atas kunjungan Dewan Pendidikan Sumenep. "Kami berharap bahwa kunjungan ini dapat memberikan manfaat bagi kami dalam meningkatkan mutu pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah,"

 

"Sejumlah media sempat ramai memberitakan PKBM Al-Masthuriyah katanya lembaga kami fiktih tidak ada gedung dan tidak pernah ada kegiatan pembelajaran menurut infonya. Namun secara logika kalau kami tidak mengakan kegaiatan Pembelajaran dari mana kami mendapatkan raport pendidikan, yang nyatanya kami punya raport pendidikan setiap tahunya.


Dewan Pendidikan Sumenep melakukan pembinaan dengan cara memberikan arahan dan bimbingan kepada pengelola dan staf PKBM Al-Masthuriyah. Mereka juga melakukan penilaian terhadap mutu pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan.


"Kami berharap bahwa PKBM Al-Masthuriyah dapat meningkatkan mutu pendidikan dan menjadi lembaga pendidikan yang lebih baik Kata Nawawi Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep.


Pembinaan mutu pendidikan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah dan membantu lembaga tersebut dalam mencapai tujuannya. ( Red )

Sabtu, 23 Agustus 2025

TIM ASESSOR BADAN AKREDITASI PROVINSI JAWA TIMUR LAKSANAKAN VISITASI KE PKBM AL-MASTHURIYAH

TIM ASESSOR BADAN AKREDITASI PROVINSI JAWA TIMUR LAKSANAKAN VISITASI KE PKBM AL-MASTHURIYAH


Badan Akreditasi Provinsi Jawa Timur melaksanakan visitasi ke PKBM Al-Masthuriyah Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep dalam rangka penilaian akreditasi lembaga pendidikan. Tim asesor yang terdiri dari beberapa orang ahli pendidikan melakukan penilaian terhadap berbagai aspek lembaga pendidikan, termasuk kualitas pendidikan, manajemen, dan sarana prasarana.

Kepala PKBM Al-Masthuriyah, Mahfud Reyadi menyatakan bahwa PKBM Al-Masthuriyah sangat siap untuk menghadapi visitasi ini. "Kami telah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk visitasi ini, termasuk dokumen-dokumen yang diperlukan dan sarana prasarana yang memadai," ujarnya.

Tim asesor melakukan penilaian dengan cara observasi langsung ke lembaga pendidikan, wawancara dengan pengelola dan peserta didik, serta memeriksa dokumen-dokumen yang diperlukan. Mereka juga melakukan penilaian terhadap kualitas pendidikan, manajemen, dan sarana prasarana yang ada di lembaga pendidikan.

Hasil visitasi ini akan digunakan sebagai acuan untuk menentukan status akreditasi PKBM Al-Masthuriyah. PKBM Al-Masthuriyah berharap dapat memperoleh hasil yang baik dan dapat mempertahankan status akreditasi yang telah diperoleh sebelumnya. (Red )

Jumat, 22 Agustus 2025

TBM AL-MASTHURIYAH ADAKAN TOUR ZIAROH RELIGI

TBM AL-MASTHURIYAH ADAKAN TOUR ZIAROH RELIGI

TBM Al-Masthuriyah mengadakan tour ziaroh religi yang diikuti oleh siswa-siswi dan guru-guru pada hari ini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang nilai-nilai agama dan spiritual.


Tour ziaroh religi ini mengunjungi beberapa tempat ibadah dan situs religi di sekitar daerah, termasuk masjid, makam para ulama, dan situs sejarah Islam. Siswa-siswi dan guru-guru dapat belajar tentang sejarah dan makna dari setiap tempat yang dikunjungi.


Pengelola TBM Al-Masthuriyah, Mahfud Reyadi, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang nilai-nilai agama dan spiritual. "Kami berharap bahwa kegiatan ini dapat membantu siswa-siswi kami menjadi lebih peduli dan menghargai nilai-nilai agama dan spiritual," ujarnya.


Siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini juga menyatakan bahwa mereka sangat menikmati dan mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang agama dan spiritual. "Saya sangat senang dapat belajar tentang sejarah dan makna dari setiap tempat yang dikunjungi," ujar Firda.


Tour ziaroh religi ini diharapkan dapat menjadi kegiatan yang rutin di TBM Al-Masthuriyah, sehingga siswa-siswi dapat terus belajar dan meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka tentang nilai-nilai agama dan spiritual. (Red)

Saung Sinau Wadah Untuk Anak anak Yang Ingin Belajar Bersama | PKBM AL-MASTHURIYAH

Saung Sinau Wadah Untuk Anak anak Yang Ingin Belajar Bersama | PKBM AL-MASTHURIYAH


Saung Sinau, di bawa naungan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Al-Masthuriyah Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep "Saung Sinau adalah sebuah wadah belajar yang unik dan menarik bagi anak-anak di Desa Basoka! Meskipun belajar di teras rumah, anak-anak tidak menyurutkan semangat mereka untuk belajar. Sebaliknya, mereka tetap bersemangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan belajar di Saung Sinau.


Desa Basoka, sebuah desa yang terletak di [lokasi], memiliki Saung Sinau yang menjadi wadah belajar bagi anak-anak desa. Dengan adanya Saung Sinau, anak-anak dapat belajar bersama dengan teman-teman mereka dalam suasana yang santai dan nyaman.


Saung Sinau Desa Basoka menjadi contoh yang baik tentang bagaimana belajar dapat dilakukan dalam berbagai situasi dan lingkungan. Anak-anak dapat belajar di mana saja dan kapan saja, tidak hanya di dalam kelas atau sekolah.


Dengan demikian, Saung Sinau menjadi wadah yang sangat berharga bagi anak-anak di Desa Basoka, tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai tempat untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu yang lebih baik.


Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di Saung Sinau Desa Basoka antara lain:


* Belajar bersama dengan teman-teman

* Mengembangkan kemampuan sosial dan kerja sama

* Belajar tentang lingkungan sekitar

* Mengembangkan kemampuan kreatif dan imajinatif


Dengan adanya Saung Sinau di Desa Basoka, anak-anak dapat memiliki pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna. Semoga Saung Sinau dapat terus berkembang dan menjadi wadah belajar yang lebih baik bagi anak-anak di Desa Basoka.

DINAS PENDIDIKAN MELALUI BIDANG PNF BERUPAYA MENINGKATKAN MUTU PKBM | PKBM AL-MASTHURIYAH

DINAS PENDIDIKAN MELALUI BIDANG PNF BERUPAYA MENINGKATKAN MUTU PKBM | PKBM AL-MASTHURIYAH

Dinas Pendidikan Sumenep melalui Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) berupaya meningkatkan mutu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) PKBM merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat.

Kepala Bidang PNF Sumenep Ibu Lisa Bertha Soetedjo, menyatakan bahwa peningkatan mutu PKBM sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan non formal, "Kami berupaya untuk meningkatkan mutu PKBM melalui berbagai program dan kegiatan, sehingga PKBM dapat menjadi lembaga pendidikan non formal yang berkualitas dan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat," ujarnya.

Bidang PNF Dinas Pendidikan Sumenep telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu PKBM, antara lain dengan melakukan pelatihan dan pendampingan pengelola PKBM, meningkatkan kualitas kurikulum dan program pendidikan, serta meningkatkan sarana dan prasarana PKBM.

"Kami juga berupaya untuk meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan dunia usaha, untuk meningkatkan mutu PKBM dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat," tambah Kasi Kesiswaan Bapak Supiyanto.

Peningkatan mutu PKBM diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan non formal  dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat. "Kami berharap bahwa peningkatan mutu PKBM dapat meningkatkan kualitas pendidikan non formal, sehingga masyarakat dapat menjadi lebih mandiri dan sejahtera," pungkas ( red )

Jumat, 08 Agustus 2025

ANBK 2025 PAKET C SETARA SMA PKBM AL-MASTHURIYAH

ANBK 2025 PAKET C SETARA SMA PKBM AL-MASTHURIYAH

 

Asesmen Pkbm Al-Masthuriyah

ANBK adalah Asesmen Nasional Berbasis Komputer sebagai upaya penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah.

Asesmen Nasional terdiri dari tiga instrumen utama, yaitu:

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM),

Survei Karakter (SK), dan

Survei Lingkungan Belajar.

Pada bulan Agustus ini, sekolah-sekolah sudah mulai melaksanakan ANBK 2025 berupa Survei Lingkungan Belajar, dan pada bulan September nanti akan dimulai pelaksanaan sinkronisasi simulasi Asesmen Nasional. Sejak 2021, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim resmi mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional (AN).



Meski begitu,
Asesmen Nasional tidak menggantikan peran UN dalam mengevaluasi prestasi atau hasil belajar murid secara individual. Melainkan menggantikan peran UN sebagai sumber informasi untuk memetakan dan mengevaluasi mutu sistem pendidikan.

Pkbm Al-Masthuriyah dengan bangga menyatakan berhasil melaksanakan proses ANBK tersebut sebagai salah satu bentuk kewajiban PKBM dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bimbingan Teknis Pegiat Literasi dan Perpusda Sumenep | TBM AL-MASTHURIYAH

Bimbingan Teknis Pegiat Literasi dan Perpusda Sumenep | TBM AL-MASTHURIYAH

 

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sumenep sukses menggelar Bimbingan Teknis Pendataan dan Pemutakhiran Data Perpustakaan Kabupaten Sumenep Tahun 2025,

Kegiatan yang terlaksana di Ballroom El Malik Hotel itu bertujuan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Giat Membaca (TGM) masyarakat Sumenep.

Yakni dengan melibatkan 150 pustakawan sekolah dan umum. Terdiri dari 65 SD, 43 SMP, 18 SMA, tiga taman baca masyarakat, enam perguruan tinggi, lima perpustakaan khusus rumah ibadah dan 10 perpustakaan umum desa.



”Dalam kegiatan ini kita juga melibatkan pemateri dari Pustakawan Ahli Muda Dispusip Jawa Timur,” katanya.

Rudi menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang standar nasional perpustakaan.

Yang mana setiap perpustakaan dituntut untuk unya Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) agar terindentifikasi keberadaannya. Dengan demikian nanti perkembangan perpustakannya bisa terpantau.

”Apabila sudah memiliki NPP bisa melaporkan perkembangan melalui pemutakhiran data dan diprioritaskan dalam pembinaan dan pengembangan. Semoga kegiatan bimtek ini nanti dapat diaplikasikan oleh pustakawan dan dapat meningkatkan IPLM dan TGM Sumenep,” imbuhnya.

Rabu, 21 Mei 2025

Peringatan IGTKI Dinas Pendidikan Sumenep | PKBM AL-MASTHURIYAH

Peringatan IGTKI Dinas Pendidikan Sumenep | PKBM AL-MASTHURIYAH

Dok. Kasi Ketenagaan sebelah Kiri kepala Bidang Paud dan PNF

Peringatan ke-75 IGTKI-PGRI Kabupaten Sumenep digelar secara sederhana di Alun alun Kota Sumenep, di hadiri oleh kasi Ketenagaan Bapak Ahmad Mufid dan Ibu liza Bertha Soetedjo Kepala Bidang (Paud dan PNF) Pendidikan Non Formal, Selasa 20/05/2025

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Ahmad Mufid Kasi Ketenagaan mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-75 kepada IGTKI-PGRI khususnya Kabupaten Sumenep. 

HUT ke-75 Berkarya Bersama Meningkatkan Kesejahteraan Solidaritas dan Kompetensi Guru Taman Kanak-kanak, untuk Mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini yang Berkualitas Menuju Indonesia Emas. 

Di momentum ini, ia berharap, keluarga besar IGTKI-PGRI yang menjadi pahlawan pendidikan di Kabupaten Sumenep agar terus berupaya membuat terobosan untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Sumenep. 

“Para guru PAUD ini adalah ujung tombak untuk mengarahkan generasi penerus menjadi generasi emas. Karena mereka membangun pondasi, dan karakter anak-anak kita,” ungkapnya.

Menurut Kepala Bidan Paud dan PNF Ibu liza Bertha Soetedjo pembangunan karakter akan berbanding lurus dengan peningkatan daya saing dan menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM)  unggul, yang muaranya adalah kesejahteraan masyarakat.

Kami juga mengajak semua komponen untuk bersama memajukan pendidikan di Kabupaten Sumenep. “Mari kita berjalan bersama, mencari mana yang perlu diurai dan diperbaiki. Kita kerjakan bareng-bareng,” ujar Ibu Liza. 

Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan nyanyi Bersama dan Photo Bersama oleh para guru PAUD, ( Mhd )

Minggu, 27 April 2025

 Keseruan Peserta Ujian Pendidikan Kesetaraan | PKBM AL-MASTHURIYAH

Keseruan Peserta Ujian Pendidikan Kesetaraan | PKBM AL-MASTHURIYAH



Keseruan Peserta Ujian Pendidikan Kesetaraan punya cara unik untum memhibur diri dari kesibukan ujian akhir sekolah 

Jam istirahat merupakan periode waktu tertentu dimana para peserta didik berhenti sejenak dari tugas-tugas belajar di sekolah. Jam istirahat sangat penting bagi anak sekolah formal atau nonformal, karena jeda sejenak saat jam belajar akan me refresh tubuh dan pikiran untuk siap kembali belajar di ruang kelas.


Saat jam istirahat sekolah, anak-anak biasa makan bersama teman, atau membicarakan kegiatan sekolah, bermain dan sebagainya untuk menghabiskan waktu sebelum beranjak ke kelas untuk memulai pelajaran kembali.


"Kegiatan yang satu ini sangatlah tak biasa namum tak kala seru dengan kegiatan modern seperti saat ini. kali ini adalah Kegiatan Rujak Singkong Goreng.  ide ini adalah ide ibu ketua satuan pendidikan Pkbm Al-Masthuriyah karena ini cara yang ampuh bagi speserta ujian kesetaraan yang mana telah di suguhi dengan soal mata pelajaran,Katapeserta Ujian


"Selain bertujuan untuk merefresh peserta UK ( Ujian Kesetaraan ),  hal ini bertujuan untuk saling berbagi keseruan saat mengisi soal uiian, Kegiatan seperti ini, sangat memberikan manfaat yang luar biasa bagi warga belajar, 


Mari kita ciptakan generasi yang kreatif, aktif dan Rabbani. Jangan jadikan pembelajaran sebagai penghambat kita untuk menciptakan segala hal yang positif dan kreatif.( Red )

Sabtu, 26 April 2025

Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket C Setara SMA | PKBM AL-MASTHURIYAH

Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket C Setara SMA | PKBM AL-MASTHURIYAH


Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Masturiyah Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep Dibawah binaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur,

Selama Empat hari Sebanyak 17 warga belajar dari berbagai Desa yang terdaftar di PKBM Al-Masturiyah mengukuti Kegiatan Uji Kesetaraan Paket C,

Mereka terlihat antusias dan optimis dalam mengerjakan soal-soal ujian yang diberikan, dengan harapan ujian tersebut bisa membuka jalan bagi mereka untuk mencapai cita-cita dan tujuan hidup yang lebih baik.

Uji kesetaraan ini merupakan salah satu bentuk penjaminan mutu bagi lulusan program pendidikan kesetaraan yang nantinya akan memperoleh sertifikat hasil uji kesetaraan  (bagi yg memperoleh hasil nilai sesuai KKM) dan atau surat keterangan hasil uji kesetaraan,

Kepala Satuan PKBM Al-Masthuriyah, menyatakan bahwa pelaksanaan Uji Kesetaraan ini adalah bagian dari komitmen PKBM Al-Masthuriyah dalam mendukung program pendidikan nasional, khususnya dalam memberikan kesempatan belajar yang lebih luas kepada masyarakat.

“Kami berharap dengan adanya Uji Kesetaraan ini, para peserta didik dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Semoga para peserta dapat lulus dengan hasil yang memuaskan dan mendapatkan ijazah/sertifikat yang diakui setara dengan ijazah SMA. Ia menegaskan, PKBM Al-Masthuriyah terus berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah, masyarakat dapat menghubungi kantor PKBM atau mengunjungi website resmi Al-Masthuriyah. (Tim Red)

Senin, 21 April 2025

Mengenal Sosok RA. Ajeng Kartini, Selamat Hari Kartini | PKBM AL-MASTHURIYAH

Mengenal Sosok RA. Ajeng Kartini, Selamat Hari Kartini | PKBM AL-MASTHURIYAH

Dok. Ra Ajeng Kartini
Dok. RA. Ajeng Kartini


Tanggal 21 April ini diperingati setiap tahunnya, sebagai Hari Kartini. Keputusan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini ini, dikeluarkan oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April.


Sejarah singkat RA Kartini


Raden Adjeng Kartini berasal dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Ia merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang patih yang diangkat menjadi bupati Jepara segera setelah Kartini lahir.


Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.


Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua.


Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di Europeesche Lagere School (ELS). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Namun, setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.


Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.


Cita-citanya yang tinggi dituangkan dalam surat-suratnya kepada kenalan dan sahabatnya orang Belanda di luar negeri, seperti Tuan EC Abendanon, Ny MCE Ovink-Soer, Zeehandelaar, Prof Dr GK Anton dan Ny Tuan HH von Kol, dan Ny HG de Booij-Boissevain. Surat-surat Kartini diterbitkan di negeri Belanda pada 1911 oleh Mr JH Abendanon dengan judul Door Duisternis tot Licht. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh sastrawan pujangga baru Armijn Pane pada 1922 dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.


Raden Adjeng Kartini (21 April 1879 -17 September 1904) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini[a] adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan Pribumi-Nusantara.


Meski tidak sempat berbuat banyak untuk kemajuan bangsa dan tanah air, Kartini mengemukakan ide-ide pembaruan masyarakat yang melampaui zamannya melalui surat-suratnya yang bersejarah.


Nama Jalan RA Kartini di Belanda


Utrecht: Di Utrecht Jalan R.A. Kartini atau Kartinistraat merupakan salah satu jalan utama, berbentuk ‘U’ yang ukurannya lebih besar dibanding jalan-jalan yang menggunakan nama tokoh perjuangan lainnya seperti Augusto Sandino, Steve Biko, Che Guevara, Agostinho Neto.


Venlo: Di Venlo Belanda Selatan, R.A. Kartinistraat berbentuk ‘O’ di kawasan Hagerhof, di sekitarnya terdapat nama-nama jalan tokoh wanita Anne Frank dan Mathilde Wibaut.


Amsterdam: Di wilayah Amsterdam Zuidoost atau yang lebih dikenal dengan Bijlmer, jalan Raden Adjeng Kartini ditulis lengkap. Di sekitarnya adalah nama-nama wanita dari seluruh dunia yang punya kontribusi dalam sejarah: Rosa

Luxemburg, Nilda Pinto, Isabella Richaards.


Haarlem: Di Haarlem jalan Kartini berdekatan dengan jalan Mohammed Hatta, Sutan Sjahrir dan langsung tembus ke jalan Chris Soumokil presiden kedua Republik Maluku Selatan.