-->

Sabtu, 22 November 2025

 Artikel Warga : Tak ada yang peduli kepada dia yang selalu peduli | PKBM AL-MASTHURIYAH

Artikel Warga : Tak ada yang peduli kepada dia yang selalu peduli | PKBM AL-MASTHURIYAH

Ilustrator Photo Gemini IA, Yang dikirima oleh Warga

Cerpen - Ada sejenis rasa lelah yang meresap ke tulang — bukan karena kurang tidur, tetapi karena membawa beban terlalu banyak dalam waktu terlalu lama. Lelah yang muncul karena mencoba menjaga semuanya tetap utuh, sementara orang lain tidak mampu melakukannya.

Menjadi orang yang "selalu diharapkan" kedengaran mulia, bukan?

Orang-orang berpikir itu berarti kau bisa diandalkan, dewasa, dan cakap. Tapi yang tidak mereka lihat adalah betapa beratnya beban itu? Menjadi orang yang selalu memberi, yang selalu mengerti, yang terus berkata "tidak apa-apa" meskipun kenyataannya tidak.

Aku selalu menjadi orang seperti itu, setiap saat.

Orang yang menemukan solusi dari semua masalah. Orang yang memberi bahkan ketika tak ada lagi yang bisa diberikan.

Ketika ada yang butuh bantuan, aku akan cari jalan. Bahkan jika itu berarti mengorbankan kedamaianku yang sedikit ini hanya agar orang lain merasa nyaman.

Karena memang begitulah yang diharapkan. Begitulah kasih sayang, kan?

Namun akhir-akhir ini, aku mulai bertanya-tanya — mengapa kasih sayang harus terasa seperti ini?

Aneh sekali bagaimana kau merasa tidak terlihat saat kau sendiri yang menahan beban semuanya. Betapa mudahnya orang lupa bahwa kau juga lelah. Bahwa kau juga butuh bantuan.

Terkadang aku duduk di sana, bertanya-tanya dari mana aku akan mendapatkan sedikit kekuatan atau motivasi untuk terus maju. Aku berkata pada diri sendiri, "Kali ini, aku akan memilih diriku sendiri"

Tapi kemudian aku merasakan rasa bersalah merayapi... rasa sakit yang menusuk yang memberitahuku bahwa aku egois karena memikirkannya. Jadi aku menyerah lagi. Dan lagi. Sampai tak ada lagi yang tersisa untukku.

Dan bagian yang paling menakutkan? Aku sudah terbiasa.

Aku sudah terbiasa dengan keheningan yang datang setelah menjaga semuanya agar tetap utuh. Kesepian yang mengikuti setiap pengorbanan. Dimana tidak ada yang memeriksa apakah aku baik-baik saja karena akulah orang yang diharapkan selalu baik-baik saja.

Aku benci karena aku bahkan tak bisa marah. Aku benci karena aku masih bisa mengerti keadaan. Karena betapa pun sakitnya, aku tetap memilih mereka — orang-orang yang tak selalu menyadari betapa besar pengorbananku untuk tetap baik-baik saja.

Aku hanya butuh istirahat. Aku mau hari di mana aku tidak dibutuhkan.

Hari di mana aku tidak menghitung apa yang harus aku korbankan agar orang lain bisa merasa cukup.

Aku ingin tahu bagaimana rasanya bernapas tanpa rasa bersalah, memilih diri sendiri tanpa merasa telah mengabaikan seseorang.

Aku ingin berhenti menjadi orang yang diandalkan semua orang, dan akhirnya menjadi seseorang yang dibiarkan hancur meski hanya sekali.

Artikel Kiriman Warga | Moh Khairul Anam

Senin, 03 November 2025

Sosialisasi Praktik Baik Penerima Bahan Bacaan Bermutu | TBM AL-MASTHURIYAH

Sosialisasi Praktik Baik Penerima Bahan Bacaan Bermutu | TBM AL-MASTHURIYAH

Photo Zoom Sosialisai Perpusnas

Sosialisasi Praktik Baik Penerima Bahan Bacaan Bermutu Tahun 2024 - 2025 bersama Perpusnas (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia)

Kegiatan merupakan bagian dari upaya Perpusnas untuk mendorong Pemanfaatan penerima bantuan buku Perpustakaan Desa/Kelurahan, TBM, dan Perpustakaan Rumah Ibadah,dapat memanfaatkan koleksi bahan bacaan bermutu secara optimal di komunitas literasi

Menjadi wadah bagi penerima bantuan untuk saling berbagi praktik baik dan strategi kreatif dalam pengelolaan perpustakaan dan pengembangan aktivitas literasi berbasis masyarakat.
Hal ini memberikan bimbingan teknis dan pendalaman materi kepada pengelola perpustakaan dan TBM tentang pengelolaan koleksi Bacaan Buku,
 
Baca Juga : Pendataan Dan Pemutakhiran Data Perpusatkaan Kabupaten Sumenep

Kehadiran Ketua Forum TBM Indonesia Kang Opick dan anggotanya terlibat sebagai fasilitator bimbingan teknis dalam kegiatan ini menunjukkan adanya sinergi kuat antara Perpusnas dan komunitas literasi akar,

Baca Juga : TBM AL-MASTHURIYAH ADAKAN TOUR ZIAROH RELIGI

Forum TBM memiliki peran penting sebagai organisasi yang menaungi dan memfasilitasi banyak Taman Bacaan Masyarakat di seluruh Indonesia. Keterlibatan mereka membantu memastikan materi yang disampaikan, khususnya mengenai praktik baik pemanfaatan bahan bacaan, relevan dan sesuai dengan kondisi lapangan serta tantangan yang dihadapi oleh TBM dan perpustakaan komunitas.(*)

Senin, 01 September 2025

 DINAS PENDIDIKAN SUMENEP ADAKAN SEMARAK LOMBA AGUSTUSAN

DINAS PENDIDIKAN SUMENEP ADAKAN SEMARAK LOMBA AGUSTUSAN


Dinas Pendidikan Sumenep mengadakan Semarak Lomba Agustusan yang melibatkan semua bidang, termasuk pendidikan formal dan non formal. Lomba ini bertujuan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dan meningkatkan semangat nasionalisme di kalangan siswa dan masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Bapak Agus Dwisaputro, menyatakan bahwa lomba ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. "Kami berharap bahwa lomba ini dapat meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan siswa dan masyarakat," ujarnya.


Semua bidang di Dinas Pendidikan Sumenep terlibat dalam lomba ini, termasuk bidang pendidikan formal, pendidikan non formal, dan bidang lainnya. Mereka berpartisipasi dalam berbagai jenis lomba, seperti lomba pidato, lomba menyanyi, lomba membuat poster, dan lain-lain.

"Kami sangat senang dapat berpartisipasi dalam lomba ini dan menunjukkan kemampuan kami," ujar Mahfud Reyadi, salah satu peserta dari PKBM Al-Masthuriyah.



Semarak Lomba Agustusan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, serta meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan siswa dan masyarakat. (Red)

Rabu, 27 Agustus 2025

DEWAN PENDIDIKAN SUMENEP KUNJUNGI PKBM AL-MASTHURIYAH UNTUK PEMBINAAN MUTU PENDIDIKAN

DEWAN PENDIDIKAN SUMENEP KUNJUNGI PKBM AL-MASTHURIYAH UNTUK PEMBINAAN MUTU PENDIDIKAN


Dewan Pendidikan Sumenep melakukan kunjungan ke PKBM Al-Masthuriyah di desa Basoka dalam rangka pembinaan mutu pendidikan. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau dan meningkatkan kualitas pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah.


Kepala PKBM Al-Masthuriyah, Mahfud Reyadi, menyatakan bahwa PKBM Al-Masthuriyah sangat berterima kasih atas kunjungan Dewan Pendidikan Sumenep. "Kami berharap bahwa kunjungan ini dapat memberikan manfaat bagi kami dalam meningkatkan mutu pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah,"

 

"Sejumlah media sempat ramai memberitakan PKBM Al-Masthuriyah katanya lembaga kami fiktih tidak ada gedung dan tidak pernah ada kegiatan pembelajaran menurut infonya. Namun secara logika kalau kami tidak mengakan kegaiatan Pembelajaran dari mana kami mendapatkan raport pendidikan, yang nyatanya kami punya raport pendidikan setiap tahunya.


Dewan Pendidikan Sumenep melakukan pembinaan dengan cara memberikan arahan dan bimbingan kepada pengelola dan staf PKBM Al-Masthuriyah. Mereka juga melakukan penilaian terhadap mutu pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan.


"Kami berharap bahwa PKBM Al-Masthuriyah dapat meningkatkan mutu pendidikan dan menjadi lembaga pendidikan yang lebih baik Kata Nawawi Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep.


Pembinaan mutu pendidikan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah dan membantu lembaga tersebut dalam mencapai tujuannya. ( Red )

Sabtu, 23 Agustus 2025

TIM ASESSOR BADAN AKREDITASI PROVINSI JAWA TIMUR LAKSANAKAN VISITASI KE PKBM AL-MASTHURIYAH

TIM ASESSOR BADAN AKREDITASI PROVINSI JAWA TIMUR LAKSANAKAN VISITASI KE PKBM AL-MASTHURIYAH


Badan Akreditasi Provinsi Jawa Timur melaksanakan visitasi ke PKBM Al-Masthuriyah Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep dalam rangka penilaian akreditasi lembaga pendidikan. Tim asesor yang terdiri dari beberapa orang ahli pendidikan melakukan penilaian terhadap berbagai aspek lembaga pendidikan, termasuk kualitas pendidikan, manajemen, dan sarana prasarana.

Kepala PKBM Al-Masthuriyah, Mahfud Reyadi menyatakan bahwa PKBM Al-Masthuriyah sangat siap untuk menghadapi visitasi ini. "Kami telah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk visitasi ini, termasuk dokumen-dokumen yang diperlukan dan sarana prasarana yang memadai," ujarnya.

Tim asesor melakukan penilaian dengan cara observasi langsung ke lembaga pendidikan, wawancara dengan pengelola dan peserta didik, serta memeriksa dokumen-dokumen yang diperlukan. Mereka juga melakukan penilaian terhadap kualitas pendidikan, manajemen, dan sarana prasarana yang ada di lembaga pendidikan.

Hasil visitasi ini akan digunakan sebagai acuan untuk menentukan status akreditasi PKBM Al-Masthuriyah. PKBM Al-Masthuriyah berharap dapat memperoleh hasil yang baik dan dapat mempertahankan status akreditasi yang telah diperoleh sebelumnya. (Red )

Jumat, 22 Agustus 2025

TBM AL-MASTHURIYAH ADAKAN TOUR ZIAROH RELIGI

TBM AL-MASTHURIYAH ADAKAN TOUR ZIAROH RELIGI

TBM Al-Masthuriyah mengadakan tour ziaroh religi yang diikuti oleh siswa-siswi dan guru-guru pada hari ini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang nilai-nilai agama dan spiritual.


Tour ziaroh religi ini mengunjungi beberapa tempat ibadah dan situs religi di sekitar daerah, termasuk masjid, makam para ulama, dan situs sejarah Islam. Siswa-siswi dan guru-guru dapat belajar tentang sejarah dan makna dari setiap tempat yang dikunjungi.


Pengelola TBM Al-Masthuriyah, Mahfud Reyadi, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang nilai-nilai agama dan spiritual. "Kami berharap bahwa kegiatan ini dapat membantu siswa-siswi kami menjadi lebih peduli dan menghargai nilai-nilai agama dan spiritual," ujarnya.


Siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini juga menyatakan bahwa mereka sangat menikmati dan mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang agama dan spiritual. "Saya sangat senang dapat belajar tentang sejarah dan makna dari setiap tempat yang dikunjungi," ujar Firda.


Tour ziaroh religi ini diharapkan dapat menjadi kegiatan yang rutin di TBM Al-Masthuriyah, sehingga siswa-siswi dapat terus belajar dan meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka tentang nilai-nilai agama dan spiritual. (Red)

Saung Sinau Wadah Untuk Anak anak Yang Ingin Belajar Bersama | PKBM AL-MASTHURIYAH

Saung Sinau Wadah Untuk Anak anak Yang Ingin Belajar Bersama | PKBM AL-MASTHURIYAH


Saung Sinau, di bawa naungan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Al-Masthuriyah Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep "Saung Sinau adalah sebuah wadah belajar yang unik dan menarik bagi anak-anak di Desa Basoka! Meskipun belajar di teras rumah, anak-anak tidak menyurutkan semangat mereka untuk belajar. Sebaliknya, mereka tetap bersemangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan belajar di Saung Sinau.


Desa Basoka, sebuah desa yang terletak di [lokasi], memiliki Saung Sinau yang menjadi wadah belajar bagi anak-anak desa. Dengan adanya Saung Sinau, anak-anak dapat belajar bersama dengan teman-teman mereka dalam suasana yang santai dan nyaman.


Saung Sinau Desa Basoka menjadi contoh yang baik tentang bagaimana belajar dapat dilakukan dalam berbagai situasi dan lingkungan. Anak-anak dapat belajar di mana saja dan kapan saja, tidak hanya di dalam kelas atau sekolah.


Dengan demikian, Saung Sinau menjadi wadah yang sangat berharga bagi anak-anak di Desa Basoka, tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai tempat untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu yang lebih baik.


Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di Saung Sinau Desa Basoka antara lain:


* Belajar bersama dengan teman-teman

* Mengembangkan kemampuan sosial dan kerja sama

* Belajar tentang lingkungan sekitar

* Mengembangkan kemampuan kreatif dan imajinatif


Dengan adanya Saung Sinau di Desa Basoka, anak-anak dapat memiliki pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna. Semoga Saung Sinau dapat terus berkembang dan menjadi wadah belajar yang lebih baik bagi anak-anak di Desa Basoka.

DINAS PENDIDIKAN MELALUI BIDANG PNF BERUPAYA MENINGKATKAN MUTU PKBM | PKBM AL-MASTHURIYAH

DINAS PENDIDIKAN MELALUI BIDANG PNF BERUPAYA MENINGKATKAN MUTU PKBM | PKBM AL-MASTHURIYAH

Dinas Pendidikan Sumenep melalui Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) berupaya meningkatkan mutu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) PKBM merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat.

Kepala Bidang PNF Sumenep Ibu Lisa Bertha Soetedjo, menyatakan bahwa peningkatan mutu PKBM sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan non formal, "Kami berupaya untuk meningkatkan mutu PKBM melalui berbagai program dan kegiatan, sehingga PKBM dapat menjadi lembaga pendidikan non formal yang berkualitas dan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat," ujarnya.

Bidang PNF Dinas Pendidikan Sumenep telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu PKBM, antara lain dengan melakukan pelatihan dan pendampingan pengelola PKBM, meningkatkan kualitas kurikulum dan program pendidikan, serta meningkatkan sarana dan prasarana PKBM.

"Kami juga berupaya untuk meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan dunia usaha, untuk meningkatkan mutu PKBM dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat," tambah Kasi Kesiswaan Bapak Supiyanto.

Peningkatan mutu PKBM diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan non formal  dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat. "Kami berharap bahwa peningkatan mutu PKBM dapat meningkatkan kualitas pendidikan non formal, sehingga masyarakat dapat menjadi lebih mandiri dan sejahtera," pungkas ( red )

Jumat, 08 Agustus 2025

ANBK 2025 PAKET C SETARA SMA PKBM AL-MASTHURIYAH

ANBK 2025 PAKET C SETARA SMA PKBM AL-MASTHURIYAH

 

Asesmen Pkbm Al-Masthuriyah

ANBK adalah Asesmen Nasional Berbasis Komputer sebagai upaya penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah.

Asesmen Nasional terdiri dari tiga instrumen utama, yaitu:

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM),

Survei Karakter (SK), dan

Survei Lingkungan Belajar.

Pada bulan Agustus ini, sekolah-sekolah sudah mulai melaksanakan ANBK 2025 berupa Survei Lingkungan Belajar, dan pada bulan September nanti akan dimulai pelaksanaan sinkronisasi simulasi Asesmen Nasional. Sejak 2021, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim resmi mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional (AN).



Meski begitu,
Asesmen Nasional tidak menggantikan peran UN dalam mengevaluasi prestasi atau hasil belajar murid secara individual. Melainkan menggantikan peran UN sebagai sumber informasi untuk memetakan dan mengevaluasi mutu sistem pendidikan.

Pkbm Al-Masthuriyah dengan bangga menyatakan berhasil melaksanakan proses ANBK tersebut sebagai salah satu bentuk kewajiban PKBM dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bimbingan Teknis Pegiat Literasi dan Perpusda Sumenep | TBM AL-MASTHURIYAH

Bimbingan Teknis Pegiat Literasi dan Perpusda Sumenep | TBM AL-MASTHURIYAH

 

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sumenep sukses menggelar Bimbingan Teknis Pendataan dan Pemutakhiran Data Perpustakaan Kabupaten Sumenep Tahun 2025,

Kegiatan yang terlaksana di Ballroom El Malik Hotel itu bertujuan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Giat Membaca (TGM) masyarakat Sumenep.

Yakni dengan melibatkan 150 pustakawan sekolah dan umum. Terdiri dari 65 SD, 43 SMP, 18 SMA, tiga taman baca masyarakat, enam perguruan tinggi, lima perpustakaan khusus rumah ibadah dan 10 perpustakaan umum desa.



”Dalam kegiatan ini kita juga melibatkan pemateri dari Pustakawan Ahli Muda Dispusip Jawa Timur,” katanya.

Rudi menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang standar nasional perpustakaan.

Yang mana setiap perpustakaan dituntut untuk unya Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) agar terindentifikasi keberadaannya. Dengan demikian nanti perkembangan perpustakannya bisa terpantau.

”Apabila sudah memiliki NPP bisa melaporkan perkembangan melalui pemutakhiran data dan diprioritaskan dalam pembinaan dan pengembangan. Semoga kegiatan bimtek ini nanti dapat diaplikasikan oleh pustakawan dan dapat meningkatkan IPLM dan TGM Sumenep,” imbuhnya.

Rabu, 21 Mei 2025

Peringatan IGTKI Dinas Pendidikan Sumenep | PKBM AL-MASTHURIYAH

Peringatan IGTKI Dinas Pendidikan Sumenep | PKBM AL-MASTHURIYAH

Dok. Kasi Ketenagaan sebelah Kiri kepala Bidang Paud dan PNF

Peringatan ke-75 IGTKI-PGRI Kabupaten Sumenep digelar secara sederhana di Alun alun Kota Sumenep, di hadiri oleh kasi Ketenagaan Bapak Ahmad Mufid dan Ibu liza Bertha Soetedjo Kepala Bidang (Paud dan PNF) Pendidikan Non Formal, Selasa 20/05/2025

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Ahmad Mufid Kasi Ketenagaan mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-75 kepada IGTKI-PGRI khususnya Kabupaten Sumenep. 

HUT ke-75 Berkarya Bersama Meningkatkan Kesejahteraan Solidaritas dan Kompetensi Guru Taman Kanak-kanak, untuk Mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini yang Berkualitas Menuju Indonesia Emas. 

Di momentum ini, ia berharap, keluarga besar IGTKI-PGRI yang menjadi pahlawan pendidikan di Kabupaten Sumenep agar terus berupaya membuat terobosan untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Sumenep. 

“Para guru PAUD ini adalah ujung tombak untuk mengarahkan generasi penerus menjadi generasi emas. Karena mereka membangun pondasi, dan karakter anak-anak kita,” ungkapnya.

Menurut Kepala Bidan Paud dan PNF Ibu liza Bertha Soetedjo pembangunan karakter akan berbanding lurus dengan peningkatan daya saing dan menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM)  unggul, yang muaranya adalah kesejahteraan masyarakat.

Kami juga mengajak semua komponen untuk bersama memajukan pendidikan di Kabupaten Sumenep. “Mari kita berjalan bersama, mencari mana yang perlu diurai dan diperbaiki. Kita kerjakan bareng-bareng,” ujar Ibu Liza. 

Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan nyanyi Bersama dan Photo Bersama oleh para guru PAUD, ( Mhd )

Minggu, 27 April 2025

 Keseruan Peserta Ujian Pendidikan Kesetaraan | PKBM AL-MASTHURIYAH

Keseruan Peserta Ujian Pendidikan Kesetaraan | PKBM AL-MASTHURIYAH



Keseruan Peserta Ujian Pendidikan Kesetaraan punya cara unik untum memhibur diri dari kesibukan ujian akhir sekolah 

Jam istirahat merupakan periode waktu tertentu dimana para peserta didik berhenti sejenak dari tugas-tugas belajar di sekolah. Jam istirahat sangat penting bagi anak sekolah formal atau nonformal, karena jeda sejenak saat jam belajar akan me refresh tubuh dan pikiran untuk siap kembali belajar di ruang kelas.


Saat jam istirahat sekolah, anak-anak biasa makan bersama teman, atau membicarakan kegiatan sekolah, bermain dan sebagainya untuk menghabiskan waktu sebelum beranjak ke kelas untuk memulai pelajaran kembali.


"Kegiatan yang satu ini sangatlah tak biasa namum tak kala seru dengan kegiatan modern seperti saat ini. kali ini adalah Kegiatan Rujak Singkong Goreng.  ide ini adalah ide ibu ketua satuan pendidikan Pkbm Al-Masthuriyah karena ini cara yang ampuh bagi speserta ujian kesetaraan yang mana telah di suguhi dengan soal mata pelajaran,Katapeserta Ujian


"Selain bertujuan untuk merefresh peserta UK ( Ujian Kesetaraan ),  hal ini bertujuan untuk saling berbagi keseruan saat mengisi soal uiian, Kegiatan seperti ini, sangat memberikan manfaat yang luar biasa bagi warga belajar, 


Mari kita ciptakan generasi yang kreatif, aktif dan Rabbani. Jangan jadikan pembelajaran sebagai penghambat kita untuk menciptakan segala hal yang positif dan kreatif.( Red )

Sabtu, 26 April 2025

Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket C Setara SMA | PKBM AL-MASTHURIYAH

Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket C Setara SMA | PKBM AL-MASTHURIYAH


Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Masturiyah Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep Dibawah binaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur,

Selama Empat hari Sebanyak 17 warga belajar dari berbagai Desa yang terdaftar di PKBM Al-Masturiyah mengukuti Kegiatan Uji Kesetaraan Paket C,

Mereka terlihat antusias dan optimis dalam mengerjakan soal-soal ujian yang diberikan, dengan harapan ujian tersebut bisa membuka jalan bagi mereka untuk mencapai cita-cita dan tujuan hidup yang lebih baik.

Uji kesetaraan ini merupakan salah satu bentuk penjaminan mutu bagi lulusan program pendidikan kesetaraan yang nantinya akan memperoleh sertifikat hasil uji kesetaraan  (bagi yg memperoleh hasil nilai sesuai KKM) dan atau surat keterangan hasil uji kesetaraan,

Kepala Satuan PKBM Al-Masthuriyah, menyatakan bahwa pelaksanaan Uji Kesetaraan ini adalah bagian dari komitmen PKBM Al-Masthuriyah dalam mendukung program pendidikan nasional, khususnya dalam memberikan kesempatan belajar yang lebih luas kepada masyarakat.

“Kami berharap dengan adanya Uji Kesetaraan ini, para peserta didik dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Semoga para peserta dapat lulus dengan hasil yang memuaskan dan mendapatkan ijazah/sertifikat yang diakui setara dengan ijazah SMA. Ia menegaskan, PKBM Al-Masthuriyah terus berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah, masyarakat dapat menghubungi kantor PKBM atau mengunjungi website resmi Al-Masthuriyah. (Tim Red)

Senin, 21 April 2025

Mengenal Sosok RA. Ajeng Kartini, Selamat Hari Kartini | PKBM AL-MASTHURIYAH

Mengenal Sosok RA. Ajeng Kartini, Selamat Hari Kartini | PKBM AL-MASTHURIYAH

Dok. Ra Ajeng Kartini
Dok. RA. Ajeng Kartini


Tanggal 21 April ini diperingati setiap tahunnya, sebagai Hari Kartini. Keputusan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini ini, dikeluarkan oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April.


Sejarah singkat RA Kartini


Raden Adjeng Kartini berasal dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Ia merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang patih yang diangkat menjadi bupati Jepara segera setelah Kartini lahir.


Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.


Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua.


Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di Europeesche Lagere School (ELS). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Namun, setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.


Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.


Cita-citanya yang tinggi dituangkan dalam surat-suratnya kepada kenalan dan sahabatnya orang Belanda di luar negeri, seperti Tuan EC Abendanon, Ny MCE Ovink-Soer, Zeehandelaar, Prof Dr GK Anton dan Ny Tuan HH von Kol, dan Ny HG de Booij-Boissevain. Surat-surat Kartini diterbitkan di negeri Belanda pada 1911 oleh Mr JH Abendanon dengan judul Door Duisternis tot Licht. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh sastrawan pujangga baru Armijn Pane pada 1922 dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.


Raden Adjeng Kartini (21 April 1879 -17 September 1904) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini[a] adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan Pribumi-Nusantara.


Meski tidak sempat berbuat banyak untuk kemajuan bangsa dan tanah air, Kartini mengemukakan ide-ide pembaruan masyarakat yang melampaui zamannya melalui surat-suratnya yang bersejarah.


Nama Jalan RA Kartini di Belanda


Utrecht: Di Utrecht Jalan R.A. Kartini atau Kartinistraat merupakan salah satu jalan utama, berbentuk ‘U’ yang ukurannya lebih besar dibanding jalan-jalan yang menggunakan nama tokoh perjuangan lainnya seperti Augusto Sandino, Steve Biko, Che Guevara, Agostinho Neto.


Venlo: Di Venlo Belanda Selatan, R.A. Kartinistraat berbentuk ‘O’ di kawasan Hagerhof, di sekitarnya terdapat nama-nama jalan tokoh wanita Anne Frank dan Mathilde Wibaut.


Amsterdam: Di wilayah Amsterdam Zuidoost atau yang lebih dikenal dengan Bijlmer, jalan Raden Adjeng Kartini ditulis lengkap. Di sekitarnya adalah nama-nama wanita dari seluruh dunia yang punya kontribusi dalam sejarah: Rosa

Luxemburg, Nilda Pinto, Isabella Richaards.


Haarlem: Di Haarlem jalan Kartini berdekatan dengan jalan Mohammed Hatta, Sutan Sjahrir dan langsung tembus ke jalan Chris Soumokil presiden kedua Republik Maluku Selatan.

Sabtu, 19 April 2025

Gelar Ramah Tamah dan Sosialisasi Ujian Pendidikan Kesetaraan | PKBM AL-MASTHURIYAH

Gelar Ramah Tamah dan Sosialisasi Ujian Pendidikan Kesetaraan | PKBM AL-MASTHURIYAH

Pada hari Sabtu, 19 April 2025, Forum Komunikasi Pusat kegiatan Belajar Masyarakat Kabupaten Sumenep menggelar acara sosialisasi dan ramah tamah yang berlangsung di Sekertarian FK PKBM Sumenep. Acara ini dihadiri oleh Kasi Peserta Didik, Ketua PKBM Sekabupaten Sumenep, dan Juga Operator satuan Pendidikan, dengan tujuan mempererat jalinan silaturahmi antara pihak Lembaga, dan Penyelanggara, sekaligus menjadi ajang untuk berbagi informasi terkait persiapan Ujian Pendidikan Kesetaraan ( UPK ) kelas akhir dalam menghadapi ujian kelulusan.

Dalam sambutannya, Bapak Supianto menyampaikan bahwa pertemuan ini diadakan untuk menguatkan hubungan antara Lembaga dan Operator. dengan Sapaan Akrabnya Bapak Supi menegaskan bahwa standar kelulusan yang tercantum dalam modul yang dipegang oleh Tutor bukanlah satu-satunya tolak ukur kesuksesan. Beliau berpesan agar para Warga belajar dengan sungguh-sungguh, tidak hanya untuk memenuhi standar kelulusan, tetapi juga untuk menjadi angkatan berkualitas yang akan dikenang di masa mendatang.


“Fase kelas akhir adalah fase di mana warga belajar mulai mengeksplorasi dan memahami diri mereka melalui bimbingan guru,” ujar Bapak Supianto. 

Pkbm berkomitmen untuk menyediakan ilmu, keterampilan, dan skill yang diperlukan bagi Warga Belajar, dengan harapan melalui program-program yang ada, warga belajar dapat mengenal dan mengembangkan potensi diri mereka secara optimal.

Standar kelulusan yang diterapkan saat ini merupakan warisan dari pendiri Lembaga. Meskipun ada pandangan yang beragam tentang relevansi standar tersebut di era modern, beliau menekankan bahwa standar ini tetap menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di pkbm, karena mengandung nilai-nilai dasar yang ingin ditanamkan kepada para santri.

Acara ini juga bertujuan untuk memberikan informasi kepada orang tua tentang program dan ujian yang akan dihadapi oleh warga belajar kelas akhir. Seluruh pembelajaran selama tiga tahun akan diuji di tahun terakhir, dengan tutor berperan sebagai pendukung utama dalam proses ini, mendampingi warga belajar untuk mencapai hasil terbaik. (Red)

Kamis, 17 April 2025

HALAL BIHALAL TBM AL-MASTHURIYAH

HALAL BIHALAL TBM AL-MASTHURIYAH

 


Hari pertama memulai kegiatan Jum'at 11 April 2025 setelah peserta didik libur panjang Idul Fitri 1446 Hijriyah menjadi momen yang istimewa, Tradisi halal bihalal digelar dengan penuh kehangatan, mempererat tali silaturahmi antar peserta didik, Tutor dan Orang tuan Anak-anak


Acara yang berlangsung di tempat saung sinau  diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan sambutan ketua Taman Baca Masyarakat Al-Masthuriyah dan ditutup dengan doa. Suasana haru dan bahagia terpancar dari wajah para peserta didik yang saling bersalaman dan bermaaf-maafan.


Ketua Taman Baca Masyarakat Al-Masthuriyah Fitri Handayani Puspitasari, S.Pd. dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan dan saling memaafkan. "Halal bihalal ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga momen untuk memperkuat persaudaraan dan memulai lembaran baru setelah satu bulan penuh kita puasa dengan hati yang bersih kembali"



Pada kegiatan halal bihalal ini para peserta didik tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara. "Senang sekali bisa bertemu teman-teman lagi setelah libur panjang. Halal bihalal ini membuat kami semakin dekat dan semangat untuk belajar bersama," ungkap salah satu peserta didik. Kegiatan hari ini diakhiri dengan kegiatan ramah tamah peserta didik dengan tutor kelas masing-masing dan ramah tamah.


Acara halal bihalal ini diharapkan dapat menjadi awal kembalinya kita dalam memberikan hal kebaikan dalam menjalani proses belajar dengan semangat persatuan dan kebersamaan.


Sabtu, 01 Maret 2025

Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1446 H/2025 M

Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1446 H/2025 M

Doc Ramadhan 2025 1446 H

Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1446 H/2025 M jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat (penetapan) 1 Ramadan 1446 H yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta, Jumat (28/2/2025).


“Sidang Isbat secara mufakat menetapkan 1 Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan 1446 H.


Menurut Menag, sidang menyepakati keputusan tersebut karena dua hal. "Pertama, kita telah mendengar paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag pada tanggal 28 Februari 2025 M," ungkap Menag.


Menag menjelaskan, berdasarkan paparan, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk berkisar antara 3° 5.91’ (tiga derajat lima koma sembilan puluh satu menit) hingga 4° 40.96’ (empat derajat empat puluh koma sembilan puluh enam menit). Sementara itu, sudut elongasi 4° 47.03’ (empat derajat empat puluh tujuh koma nol tiga menit) hingga 6° 24.14’ (enam derajat dua puluh empat koma empat belas menit).


Artinya, secara hisab posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Ramadan 1446 H, pada hari rukyat 29 Sya’ban 1446 H/28 Februari 2025 M posisi hilal di wilayah NKRI ada yang telah memenuhi kriteria tinggi hilal minimum 3° dan sudut elongasi minimum 6,4°. Ini sesuai dengan kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Diketahui, pada 2021 Menteri Agama anggota MABIMS menyepakati kriteria baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.


Menag mengungkapkan, terutama di wilayah Barat Laut di Provinsi Aceh NKRI termasuk di Sabang dan Banda Aceh telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS (3-6,4°). Oleh karenanya menjelang awal Ramadan 1446 H pada hari rukyat di daerah yang telah memenuhi imkan rukyat ini secara teoritis memungkinkan hilal awal Ramadan 1446 H dapat dirukyat.


Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag. Pada tahun ini, rukyah dilaksanakan Kemenag di 125 titik di Indonesia. "Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal yang bekerja di bawah sumpah, mulai dari Aceh hingga Papua. Di 125 titik tersebut, tadi dilaporkan oleh Dirjen Bimas Islam, bahwa ada dua perukyah di Aceh yang melihat hilal. Keduanya juga telah disumpah atas pernyataannya tersebut," ujar Menag yang didampingi Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i, Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, dan Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad.


“Karena dua alasan tersebut, Sidang Isbat menyepakati 1 Ramadan 1446 H jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025,” tegas Menag.


"Dengan penetapan ini, kami berharap seluruh umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan," tutur Menag.


Menag berharap Ramadan kali ini dapat memberikan energi positif yang penuh kebaikan bagi perjalanan bangsa. “Ramadan bukan hanya sekedar hubungan vertikal. Tapi juga tentang kasih sayang kepada sesama. Sebab seorang muslim sejati tidak hanya bercermin kepada Tuhan. Tetapi juga kepada manusia dan lingkungan sekitarnya,” pesan Menag.


“Ramadan mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya pada apa yang kita genggam, tetapi pada apa yang kita lepaskan, seberapa tulus yang kita bagikan. Ramadan telah datang, mari kita sambut dengan cinta. Penuhi dengan ibadah dan jadikan setiap detik sebagai perjalanan menuju cahaya. Selamat menunaikan ibadah di bulan Ramadan, Marhaban ya Ramadan,” tutup Menag. di Lansir dari kemenag.go.id

Minggu, 19 Januari 2025

MUSYAWARAH WILAYAH KE 4 | PKBM AL-MASTHURIYAH

MUSYAWARAH WILAYAH KE 4 | PKBM AL-MASTHURIYAH

 


Pemilihan Ketua Forum TBM Jatim Periode 2024-2029

Pembahasan sekaligus keputusan yang paling dinanti dalam Musyawarah  ini adalah pemilihan Ketua Forum FK TBM Jatim untuk periode 2024-2029. Melalui proses yang demokratis, Sdr. Jauharul Abidin,M.Pd.I terpilih sebagai Ketua yang baru Selamat Bekerja Semoga Amanah Barokah


Minggu, 05 Januari 2025

Tanean Lanjheng Tradisi Madura | PKBM AL-MASTHURIYAH

Tanean Lanjheng Tradisi Madura | PKBM AL-MASTHURIYAH

Tanèyan Lanjhang (dalam bahasa Madura) adalah pola permukiman tradisional suku Madura. Taneyan Lanjhang berasal dari bahasa Madura dan terdiri dua kata, yaitu taneyan yang berarti halaman, dan lanjhang yang artinya panjang; jadi taneyan lanjhang merujuk pada halaman rumah yang panjang. Susunan rumah-rumah ini terdiri atas keluarga-keluarga yang mengikatnya. Letak rumah berjejar dengan urutan timur ke barat, sehingga kepemilikan halamannya dipunyai bersama. Secara aturan tradisional, uniknya rumah-rumah ini hanya akan menghadap ke arah utara dan selatan. Satu taneyan lanjhang dihuni keluarga batih yang terdiri dari orang tua, anak, cucu, cicit dan seterusnya.

Senin, 28 Oktober 2024

Pentingnya Pengenalan Lingkungan Alam pada Siswa | PKBM AL-MASTHURIYAH

Pentingnya Pengenalan Lingkungan Alam pada Siswa | PKBM AL-MASTHURIYAH

 


Pengenalan lingkungan alam pada siswa SD memiliki banyak manfaat penting bagi perkembangan mereka, baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotor. Siswa dapat mengembangkan kesadaran tentang keberadaan dan pentingnya menjaga lingkungan. Mereka akan belajar tentang pentingnya keberlanjutan, pelestarian alam, dan tanggung jawab mereka sebagai bagian dari ekosistem. Berikut adalah beberapa alasan mengapa mengenalkan lingkungan alam sekitar itu penting