-->

Selasa, 24 Februari 2026

 Ir. Sutami: Sang Menteri Kesayangan yang Memilih Hidup dalam "Nol Rupiah"

Ir. Sutami: Sang Menteri Kesayangan yang Memilih Hidup dalam "Nol Rupiah"

 Ir. Sutami: Sang Menteri Kesayangan yang Memilih Hidup dalam "Nol Rupiah"

OPINI | SOSOK – Jika Anda melintasi kemegahan Jembatan Semanggi, menatap kokohnya Gedung MPR/DPR, atau melihat luasnya Bendungan Jatiluhur, ingatlah satu nama: Ir. Sutami.

​Ia bukan sekadar pejabat biasa. Menjabat selama 14 tahun (1964–1978), Sutami adalah sosok yang dipercaya oleh dua presiden besar, Soekarno dan Soeharto. Di tangannya, beton-beton raksasa berdiri tegak menjadi ikon bangsa. Namun, di balik kemegahan infrastruktur yang ia bangun, kehidupan pribadinya justru berbanding terbalik: ia hidup dalam kesederhanaan yang nyaris menyayat hati.

​Sebuah fragmen cerita yang melegenda terjadi saat hari Lebaran. Para pejabat negara datang bersilaturahmi ke rumah dinasnya di Jalan Imam Bonjol. Saat hujan deras mengguyur, sebuah pemandangan mengejutkan terjadi: air menetes deras ke ruang tamu.

​Dengan tenang, Pak Menteri mengambil ember untuk menampung air tersebut. "Maaf ya, atapnya memang sudah lama bocor, belum ada uang buat benerin," ucapnya sambil tersenyum. Para tamu terdiam, terpaku melihat kenyataan bahwa rumah seorang Menteri Pekerjaan Umum (PU) yang mengurus infrastruktur negara justru bocor karena tak punya biaya renovasi.

​Kejujuran Sutami tak berhenti di situ. Di rumah pribadinya di Solo, listrik pernah dicabut oleh petugas PLN karena ia terlambat membayar tagihan. Bukan karena lupa, melainkan karena gajinya habis. Ironisnya, seorang Menteri Tenaga Listrik saat itu tidak mampu membeli setrum untuk rumahnya sendiri.

​Saat penyakit lever dan kurang gizi mulai menggerogoti tubuhnya, Sutami enggan dibawa ke rumah sakit. Alasannya bukan karena takut akan medis, melainkan ketakutan nyata akan ketidakmampuannya membayar biaya rumah sakit.

​Mendengar kondisi memprihatinkan tersebut, Presiden Soeharto sampai harus turun tangan. Ia memerintahkan dokter kepresidenan untuk merawatnya. Sutami baru bersedia dirawat setelah dipaksa dan diberikan jaminan sepenuhnya oleh pemerintah.

​Padahal, sebagai Menteri PU, Sutami memegang ribuan proyek besar yang sering disebut sebagai "proyek basah". Jika saja ia mau mengambil satu persen saja dari komisi kontraktor Jembatan Semanggi atau Bandara Ngurah Rai, ia bisa menjadi konglomerat tujuh turunan.

​Namun, Ir. Sutami memilih NOL RUPIAH. Ia pernah menolak pemberian mobil mewah dari pengusaha dan mengharamkan uang yang bukan haknya masuk ke kantong pribadi.

Kisah Ir. Sutami adalah pengingat keras bagi kita semua bahwa kekuasaan bukanlah jalan pintas menuju kekayaan, melainkan amanah yang harus dijaga meski harus hidup dalam keterbatasan.(*)

Senin, 09 Februari 2026

 Mahfud Reyadi Resmi Terpilih Jadi Ketua FTBM Sumenep, Bawa Misi Transformasi Literasi

Mahfud Reyadi Resmi Terpilih Jadi Ketua FTBM Sumenep, Bawa Misi Transformasi Literasi

Mahfud Reyadi Resmi Terpilih Jadi Ketua FTBM Sumenep, Bawa Misi Transformasi Literasi

Musyawarah Daerah (Musda) Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Sumenep sukses digelar pada Rabu 08/02/2026.

Dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat literasi, Mahfud Reyadi resmi terpilih sebagai Ketua FTBM Sumenep untuk masa bakti periode 2026-2031

​Pemilihan yang berlangsung secara online, dihadiri oleh para pengelola TBM se-Kabupaten Sumenep, pegiat literasi, serta perwakilan tokoh masyarakat.

Musda ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergi antar-pengelola taman baca di ujung timur Pulau Madura tersebut.

​Usai dinyatakan terpilih, Mahfud Reyadi menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh rekan-rekan pegiat literasi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya inovasi dalam mengelola taman baca agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

​"Semoga saya bisa mengemban amanah ini dan membawa Taman Baca Masyarakat yang ada di Sumenep menjadi lebih baik lagi ke depannya," ujar Mahfud dengan penuh optimisme.

​Ia juga menambahkan bahwa fokus utamanya adalah menjadikan TBM bukan sekadar tempat meminjam buku, melainkan pusat kreativitas dan pemberdayaan masyarakat desa.

​Kemenangan Mahfud Reyadi disambut baik oleh para peserta Musda. Beberapa poin penting yang menjadi harapan besar di bawah kepemimpinan baru ini antara lain

Pelatihan manajemen TBM yang lebih modern. ​memperkuat jejaring dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta dinas terkait lainnya.

​Pemerataan akses buku hingga ke wilayah kepulauan di Sumenep.
​Dengan terpilihnya nahkoda baru, FTBM Sumenep diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan minat baca dan indeks literasi masyarakat di Kabupaten Sumenep secara signifikan.

Jumat, 30 Januari 2026

Persiapan Musda FTBM Sumenep: Penggiat Literasi Hingga Kepulauan Matangkan Rencana Via Zoom

Persiapan Musda FTBM Sumenep: Penggiat Literasi Hingga Kepulauan Matangkan Rencana Via Zoom

Persiapan Musda FTBM Sumenep: Penggiat Literasi Hingga Kepulauan Matangkan Rencana Via Zoom

SUMENEP – Semangat literasi di ujung timur Pulau Madura terus membara. Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Sumenep, panitia pelaksana menggelar rapat koordinasi melalui Zoom Meeting untuk mematangkan persiapan teknis.

Acara virtual ini diikuti dengan antusias oleh puluhan penggiat literasi yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep. Menariknya, jarak geografis tidak menjadi penghalang; para pejuang literasi dari wilayah kepulauan pun turut hadir aktif dalam ruang digital tersebut untuk memberikan gagasan demi kemajuan budaya baca di Sumenep.

Rapat dipimpin langsung Gus Muhli, selaku Ketua Panitia Musda FTBM Sumenep. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antar penggiat, baik yang berada di wilayah daratan maupun kepulauan.

"Kami telah melakukan rembuk intensif bersama teman-teman panitia. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Insya Allah Musda akan digelar dalam minggu ini," ujar Gus Muhli

Meski koordinasi dilakukan secara daring karena kendala jarak dan efisiensi waktu, Gus Muhli optimis bahwa esensi dari musyawarah ini tidak akan berkurang. 

Ia berharap momentum Musda ini menjadi titik balik penguatan jejaring literasi di Kabupaten Sumenep.

"Semoga acara Musda ini bisa berjalan lancar meskipun proses persiapannya banyak dilakukan secara daring. Fokus kami adalah bagaimana forum ini nantinya bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui taman baca," tambahnya.

Agenda Musda dalam waktu dekat ini diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan dan program kerja baru yang lebih inklusif, menyentuh setiap sudut desa hingga pulau-pulau terluar di Kabupaten Sumenep.(*)

Baca JugaBimbingan Teknis Pegiat Literasi dan Perpusda Sumenep  
                                  MUSYAWARAH WILAYAH KE 4 | PKBM AL-MASTHURIYAH
                                  TBM AL-MASTHURIYAH ADAKAN TOUR ZIAROH RELIGI

Minggu, 11 Januari 2026

Membangun Peradaban dari Desa: TBM Al-Masthuriyah Basoka Sambut Bantuan Buku Pusat Perbukuan

Membangun Peradaban dari Desa: TBM Al-Masthuriyah Basoka Sambut Bantuan Buku Pusat Perbukuan

TBM Al-Masthuriyah Basoka Sambut Bantuan Buku Pusat Perbukuan

Angin segar berhembus bagi dunia literasi di ujung timur Pulau Madura. Guna memperkuat akses bacaan hingga ke pelosok desa, Pusat Perbukuan melalui sinergi dengan Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) menyalurkan bantuan hibah buku kepada 10 TBM terpilih di Kabupaten Sumenep.

Dari deretan penerima manfaat tersebut, TBM Al-Masthuriyah yang terletak di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, menjadi salah satu titik fokus distribusi bantuan ini. Kehadiran koleksi buku baru ini diharapkan menjadi pemantik semangat belajar bagi warga, khususnya generasi muda di Desa Basoka.

Bantuan ini bukan sekadar pengiriman fisik buku, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia. Pusat Perbukuan menyadari bahwa TBM adalah ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui Forum TBM Sumenep, proses kurasi dan distribusi dilakukan agar buku-buku yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga.

"Kehadiran bantuan buku ini adalah amunisi baru bagi kami. Kami ingin menjadikan TBM sebagai ruang yang ramah bagi anak-anak dan orang dewasa untuk memperluas cakrawala mereka," ungkap pengelola TBM Al-Masthuriyah.

Mari kita dukung langkah nyata ini. Karena dari satu halaman buku yang dibaca di sebuah desa kecil, bisa lahir inovasi besar bagi masa depan bangsa.

TBM Al-Masthuriyah berdedikasi untuk menyediakan ruang belajar gratis dan kreatif bagi masyarakat sekitar guna mewujudkan lingkungan yang literat dan berdaya saing.*

Rabu, 07 Januari 2026

 Latih Kemandirian Anak, Saung Sinau Basoka Gelar Wisata Edukasi "Uang Kayu" di Pasar Kebun Sumenep

Latih Kemandirian Anak, Saung Sinau Basoka Gelar Wisata Edukasi "Uang Kayu" di Pasar Kebun Sumenep

Photo Anak Saung Sinau Basoka Famili Gatring

Saung Sinau Basoka Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, kembali menggelar agenda rutin tahunan family gathering. Kali ini, destinasi yang dipilih adalah Wisata Pasar Kebun yang berlokasi di Desa Kebun Dadap Timur, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep,14/12/2025

Berbeda dengan wisata pada umumnya, kegiatan ini mengusung tema unik: "Belajar Transaksi dan Berhitung". Para peserta yang terdiri dari anak-anak beserta orang tua mereka diajak untuk mengenal sistem ekonomi tradisional yang autentik.

Keunikan Transaksi Menggunakan Uang Kayu

Salah satu daya tarik utama dalam kunjungan ini adalah kewajiban menggunakan uang kuno berbahan kayu sebagai alat pembayaran sah di area pasar. Sebelum memasuki lokasi, seluruh pengelola dan peserta dari Saung Sinau Basoka harus menukarkan uang rupiah mereka di loket khusus dengan kepingan kayu yang bernilai nominal tertentu.

Sistem ini diterapkan untuk memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak dalam:

Berlatih Berhitung: Menghitung nilai tukar dan sisa kembalian dari setiap transaksi belanja.

Manajemen Keuangan: Belajar mengatur anggaran belanja dengan alat tukar yang terbatas.

Edukasi Sejarah: Mengenal bentuk transaksi zaman dahulu yang jauh dari kesan modern.

Mempererat Kebersamaan dan Mengenal Potensi Lokal

Pengelola Saung Sinau Basoka menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar liburan biasa. Selain sebagai ajang penyegaran setelah rutinitas belajar, family gathering ini bertujuan untuk mempererat ikatan antara anak, orang tua, dan pengelola Saung dalam bingkai kebersamaan.

"Kegiatan ini adalah agenda rutin tahunan kami. Tujuannya agar anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas atau perpustakaan, tapi juga mengenal wisata di luar daerah mereka (Rubaru) dan belajar bersosialisasi di lingkungan baru," ujar perwakilan Saung Sinau Basoka.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak didik Saung Sinau Basoka dapat meningkatkan kecerdasan kognitif dalam berhitung sekaligus kecerdasan sosial melalui interaksi langsung dengan pedagang dan masyarakat di luar Desa Basoka.

Wisata Pasar Kebun sendiri dipilih karena konsistensinya dalam melestarikan budaya lokal dan memberikan ruang edukasi yang selaras dengan misi literasi yang dibawa oleh Saung Sinau Basoka(*)

Selasa, 16 Desember 2025

FK PKBM Sumenep Bersama Dinas Pendidikan Studi Tiru Ke Kota Pahlawan | PKBM AL-MASTHURIYAH

FK PKBM Sumenep Bersama Dinas Pendidikan Studi Tiru Ke Kota Pahlawan | PKBM AL-MASTHURIYAH

Photo Bersama Dinas Pendidikan Sumene dan FK Pkbm Sumenep Yang Menggunakan Blangkon Kepala PKBM Buda Utama Surabaya


Peningkatan mutu Pendidikan Nonformal (PNF) serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan prioritas utama bagi setiap daerah. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kabupaten Sumenep, yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, melaksanakan Studi Tiru ke PKBM Budi Utama Surabaya.

PKBM Budi Utama Surabaya dikenal memiliki keunggulan dalam pengelolaan PNF yang patut dicontoh. Fokus studi tiru pada aspek Inovasi Kurikulum dan Metode Pembelajaran, PKBM Budi Utama menawarkan layanan pendidikan kesetaraan yang dilengkapi dengan kelas keterampilan dan pemberdayaan seperti Barista, Memanah, dan Cooking Class*.

Poin pada Kunci Studi Tiru ini Menganalisis bagaimana PKBM Budi Utama mengintegrasikan kurikulum keterampilan dengan materi kesetaraan agar peserta didik tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi juga bekal yang relevan untuk dunia kerja.

Target Implementasi FK PKBM Sumenep ingin Merumuskan integrasi kurikulum lokal berbasis potensi Sumenep seperti batik, kerajinan, atau olahan hasil laut ke dalam program kesetaraan.

Mempelajari strategi pengelolaan dan pemanfaatan maksimal sarana prasarana yang ada, termasuk upaya mendapatkan dukungan CSR perusahaan untuk subsidi program pendidikan gratis bagi warga kurang mampu.

Pemeberian Cindramata dari Kabid Paud PNF Dinas Pendidikan Sumenep


Jejaring dan Kemitraan aktif membangun kerjasama dengan perusahaan (CSR) untuk menyelenggarakan program sekolah kejar paket gratis dan mendapatkan dukungan operasional.

Studi tiru ke PKBM Budi Utama Surabaya merupakan langkah strategis bagi Forum PKBM Kabupaten Sumenep untuk memetakan praktik terbaik (*best practices*) dalam peningkatan mutu PNF dan pembinaan UMKM. Hasil studi tiru ini harus segera ditindaklanjuti dengan penyusunan yang konkret, terukur, dan berkelanjutan, disesuaikan dengan sumber daya dan potensi lokal Kabupaten Sumenep.

Dengan meniru dan memodifikasi model inovatif seperti yang diterapkan oleh PKBM Budi Utama, diharapkan PKBM di Sumenep dapat bertransformasi menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang lebih efektif dalam mencerdaskan dan menyejahterakan warga melalui pendidikan dan kemandirian ekonomi(*)