-->

Jumat, 22 Mei 2026

Satu Pekan di Bawah Langit Cianjur

Satu Pekan di Bawah Langit Cianjur

 

Doc. Kelompok pelatihan pengolahan Daging
Angka di spidometer mobil tua itu terus berputar, merayap pasti melewati batasan angka demi angka hingga menyentuh satu titik 876 kilometer. dua belas jam perjalanan darat bukanlah waktu yang sebentar.

Punggung terasa kaku, dan kantuk beberapa kali menyerang, namun sepasang mata tetap menatap lurus ke depan. Ada getar tak biasa di dada sebuah perasaan yang campur aduk antara lelah, haru, dan rasa tidak percaya.
Bagi seorang yang mendedikasikan hidupnya di jalur pendidikan, perjalanan ini seperti sebuah fragmen mimpi yang melompat jadi kenyataan.

“Diundang oleh negara," mengulang kalimat di surat resmi yang tersimpan rapi di dalam tas. Sebuah undangan terhormat untuk berkumpul di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Cianjur.

Hari pertama menapakkan kaki di kompleks, atmosfer nusantara langsung menyergap indra. berdiri di tengah halaman, memandangi wajah-wajah baru yang datang dari 38 provinsi berbeda.

Ada yang mengenakan batik dengan motif khasnya, ada yang berdialek lembut khas Jawa, dan ada pula yang membawa ketegasan logat Indonesia Timur. Berbagai suku, bahasa, dan adat istiadat tumpah ruah di satu tempat.

Namun ajaibnya, tidak ada rasa asing. Payung besar bernama "Pelatihan Pengolahan Daging" seolah menjadi lem yang merekatkan seketika.
Setiap pagi, tepat pukul 08.00 WIB, sebuah rutinitas dimulai.

Lonceng waktu seakan mengingatkan tugas mulia dan ratusan peserta lainnya akan berjalan beriringan, melangkah bersama menuju ruang-ruang kelas tempat mengampu ilmu. Di dalam ruangan bukan lagi sekadar angka atau perwakilan daerah, melainkan para pembelajar yang haus akan inovasi demi mencerdaskan anak-anak bangsa yang tak terjangkau oleh sekolah formal.

Di luar jam kelas, kita berkumpul bergandengan menapaki jalanan berpaving, bergurau, dan bercerita tentang kegetiran serta indahnya berjuang di dunia Pendidikan. Kedekatan tumbuh begitu cepat, begitu magis. Saking akrabnya, mereka bagaikan saudara kandung yang sudah saling mengenal dan bertemu setiap hari sejak kecil.

Waktu satu pekan ternyata bergulir secepat kedipan mata. Malam pelepasan pun tiba, ditandai dengan udara Cianjur yang semakin dingin, namun menghangat oleh rasa haru di dalam aula.

Berdiri di sudut ruangan, memandangi sahabat-sahabat saling berjatan tangan saling merangkul saling berpamitan. Sebelum melangkah keluar untuk bersiap kembali menempuh jarak 876 kilometer pulang ke ujung Madura, berbalik menatap sisa-sisa kebersamaan ma. Dengan senyum khasnya dan kerendahan hati yang mendalam,

"Sahabat-sahabatku semua, Mohon maafkan saya, mohon maafkan kami jika selama sepekan berkumpul ada perkataan yang kurang pantas didengar. Mungkin dari logat bahasa Madura saya yang kaku, atau dari gurauan-gurauan saya yang tidak sengaja menyinggung hati kalian selama kita bersama.

Madura Punya Cerita

Kamis, 21 Mei 2026

BBPPMPV Pertanian Kemendikdasmen Gelar Pelatihan Pengolahan Daging,

BBPPMPV Pertanian Kemendikdasmen Gelar Pelatihan Pengolahan Daging,

Doc. Kegiatan Pelatihan BBPPMPV Pertanian

Cianjur
- Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memfasilitasi program pelatihan intensif pengolahan daging untuk pembuatan sosis dan bakso. Kegiatan berskala nasional ini dirancang khusus guna memperkuat kompetensi keterampilan pada sektor vokasi non-formal.

​Program strategis ini diikuti oleh 20 peserta terbaik yang lolos seleksi ketat, mewakili Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dari 38 provinsi di Indonesia. Selama pelatihan, para peserta digembleng melalui kurikulum padat selama 50 jam pelajaran yang mencakup pendalaman materi teori hingga praktik langsung di lapangan.

​Salah satu institusi yang sukses mengirimkan keterwakilannya dalam program ini adalah PKBM Al-Masthuriyah yang berasal dari Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

​Kepala PKBM Al-Masthuriyah, Mahfud Reyadi, mengungkapkan bahwa sistem pembelajaran dalam pelatihan ini berjalan sangat efektif dan terukur berkat bimbingan langsung dari para ahli.

​"Selama pelatihan, kami diampu oleh dua orang instruktur berpengalaman. Satu instruktur khusus menangani pendalaman teori, dan satu instruktur lagi memandu jalannya praktik langsung," ujar Mahfud Reyadi saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatan.21/05/2026

Sebagai bagian dari rangkaian kurikulum wajib, para peserta tidak hanya beraktivitas di dalam ruang kelas atau laboratorium balai. Mereka juga diterjunkan langsung untuk melakukan kunjungan industri ke PT Serama Utama yang berlokasi di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

​Kunjungan industri tersebut bertujuan memberikan gambaran nyata (real-world experience) kepada para peserta mengenai proses standardisasi mutu, mekanisasi mesin modern, manajemen produksi massal, hingga penerapan aspek higienitas ketat dalam pembuatan sosis dan bakso pada skala industri manufaktur besar.

​Melalui program pelatihan terstruktur yang diinisiasi oleh BBPPMPV Pertanian Kemendikdasmen ini, para lulusan dari berbagai LKP dan PKBM diharapkan mampu menguasai hilirisasi pangan.

Lebih dari itu, sekembalinya ke daerah asal, mereka ditargetkan dapat menularkan ilmu pengolahan pangan berbasis daging ini kepada masyarakat setempat. Langkah nyata ini diharapkan mampu memicu pertumbuhan wirausaha baru (UMKM) serta mendongkrak mutu serta daya saing pendidikan non-formal di seluruh pelosok Indonesia.


Kamis, 16 April 2026

PKBM Al-Masthuriyah Desa Basoka Laksanakan TKA Paket B Setara SMP

PKBM Al-Masthuriyah Desa Basoka Laksanakan TKA Paket B Setara SMP

Kegiatan TKA Paket B setara SMP Pkbm Al-Masthuriyah

Melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Masthuriyah Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Paket B setara SMP gelombang khusus pada Sabtu–Minggu, 11–12 April 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh 14 peserta didik ini merupakan bagian dari program Pendidikan Kesetaraan yang difasilitasi Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. TKA gelombang khusus tersebut menjadi tahapan penting bagi warga belajar Paket B untuk mengukur capaian kompetensi akademik setara jenjang SMP.

Pelaksanaan TKA dimulai pada sesi satu pukul 07.00 WIB hingga 09.30 WIB. Para peserta terlihat antusias mengikuti ujian yang digelar di PKBM Al-Masthuriyah. Ketua PKBM Al-Masthuriyah menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA berjalan tertib dan lancar dengan pengawasan langsung dari pihak penyelenggara dan tutor pendamping.

“Kami bersyukur TKA gelombang khusus ini dapat terlaksana sesuai jadwal. Ini menjadi bukti komitmen PKBM Al-Masthuriyah bersama Dinas Pendidikan Sumenep untuk memastikan warga belajar tetap mendapat hak pendidikan yang berkualitas,”Mahfud Reyadi ujarnya.

Program Paket B setara SMP di PKBM Al-Masthuriyah menjadi salah satu solusi bagi masyarakat Desa Basoka dan sekitarnya yang sebelumnya belum sempat menuntaskan pendidikan formal di tingkat SMP. Melalui TKA ini, peserta yang lulus nantinya berhak memperoleh ijazah kesetaraan yang diakui negara dan dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK maupun keperluan dunia kerja.

Eva Yuliana Salah satu peserta TKA mengaku termotivasi mengikuti ujian agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Alhamdulillah ada program Paket B di desa kami. Saya bisa belajar sambil bekerja. Semoga hasil TKA ini baik dan bisa lanjut ke Paket C,” tuturnya.

Pelaksanaan TKA Paket B gelombang khusus ini merupakan agenda resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep tahun 2026. Dengan adanya gelombang khusus, warga belajar yang terkendala pada jadwal reguler tetap mendapat kesempatan mengikuti evaluasi akademik.

PKBM Al-Masthuriyah berharap kegiatan ini terus mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga angka partisipasi pendidikan di Kecamatan Rubaru, khususnya Desa Basoka, semakin meningkat.

Senin, 09 Maret 2026

 Gladi Bersih TKA SD dan SMP Dimulai, Simak Jadwalnya | PKBM AL-MASTHURIYAH

Gladi Bersih TKA SD dan SMP Dimulai, Simak Jadwalnya | PKBM AL-MASTHURIYAH


Gladi Bersih Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah dimulai sejak Senin, 9 Maret 2026. Gladi Bersih TKA merupakan bagian dari tahapan persiapan teknis dan administratif sebelum pelaksanaan TKA utama.

Salah satu ketentuan dalam gladi bersih yaitu murid tidak diwajibkan mengerjakan sampai alokasi waktu berakhir. Capaian terpenting yaitu murid telah mencoba login, memasukkan token, dan berlatih mengerjakan soal.

Murid akan mendapatkan akun sesuai dengan identitas masing-masing sebagaimana terdaftar dalam sistem pendataan TKA. Dengan demikian, diharapkan seluruh murid yang terdaftar memperoleh kesempatan mengikuti gladi bersih.

Jadwal Gladi Bersih

Selain ketentuan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menambah jadwal gladi bersih hingga tanggal 31 Maret 2026. Dengan demikian, keseluruhan jadwal gladi bersih adalah sebagai berikut:

Gelombang 1 : 9–10 Maret 2026

Gelombang 2 : 11–12 Maret 2026

Gelombang Khusus : 14–15 Maret 2026

Gelombang 3 : 16–17 Maret 2026

Gelombang Tambahan : 30–31 Maret 2026

Satuan pendidikan memiliki fleksibilitas dalam mengatur jadwal gladi bersih sesuai dengan kesiapan masing-masing. Pemilihan jadwal gladi bersih bisa berbeda dengan gelombang pelaksanaan TKA utama.

Sebagai contoh, satuan pendidikan yang memilih Gelombang 4 pada pelaksanaan TKA utama dapat memilih mengikuti gladi bersih pada Gelombang 1 atau 2 atau 3 atau Tambahan.

Waktu Pengerjaan Soal

TKA untuk jenjang SD dan SMP hanya mengerjakan soal mata uji Matematika dan Bahasa Indonesia.  Alokasi waktu yang disediakan untuk setiap mata uji masing-masing jenjang diatur sebagai berikut: 

Simulasi TKA SD 2026, Waktu dan Manfaatnya bagi Siswa

Jenjang Waktu         Keterangan

SD         130 Menit Latihan (10 menit)
                Bahasa Indonesia (60 Menit)
                Matematika (60 menit) 
SMP 130 Menit
                Latihan (10 menit)
                Bahasa Indonesia (60 Menit)
                Matematika (60 menit) 



Selasa, 24 Februari 2026

 Ir. Sutami: Sang Menteri Kesayangan yang Memilih Hidup dalam "Nol Rupiah"

Ir. Sutami: Sang Menteri Kesayangan yang Memilih Hidup dalam "Nol Rupiah"

 Ir. Sutami: Sang Menteri Kesayangan yang Memilih Hidup dalam "Nol Rupiah"

OPINI | SOSOK – Jika Anda melintasi kemegahan Jembatan Semanggi, menatap kokohnya Gedung MPR/DPR, atau melihat luasnya Bendungan Jatiluhur, ingatlah satu nama: Ir. Sutami.

​Ia bukan sekadar pejabat biasa. Menjabat selama 14 tahun (1964–1978), Sutami adalah sosok yang dipercaya oleh dua presiden besar, Soekarno dan Soeharto. Di tangannya, beton-beton raksasa berdiri tegak menjadi ikon bangsa. Namun, di balik kemegahan infrastruktur yang ia bangun, kehidupan pribadinya justru berbanding terbalik: ia hidup dalam kesederhanaan yang nyaris menyayat hati.

​Sebuah fragmen cerita yang melegenda terjadi saat hari Lebaran. Para pejabat negara datang bersilaturahmi ke rumah dinasnya di Jalan Imam Bonjol. Saat hujan deras mengguyur, sebuah pemandangan mengejutkan terjadi: air menetes deras ke ruang tamu.

​Dengan tenang, Pak Menteri mengambil ember untuk menampung air tersebut. "Maaf ya, atapnya memang sudah lama bocor, belum ada uang buat benerin," ucapnya sambil tersenyum. Para tamu terdiam, terpaku melihat kenyataan bahwa rumah seorang Menteri Pekerjaan Umum (PU) yang mengurus infrastruktur negara justru bocor karena tak punya biaya renovasi.

​Kejujuran Sutami tak berhenti di situ. Di rumah pribadinya di Solo, listrik pernah dicabut oleh petugas PLN karena ia terlambat membayar tagihan. Bukan karena lupa, melainkan karena gajinya habis. Ironisnya, seorang Menteri Tenaga Listrik saat itu tidak mampu membeli setrum untuk rumahnya sendiri.

​Saat penyakit lever dan kurang gizi mulai menggerogoti tubuhnya, Sutami enggan dibawa ke rumah sakit. Alasannya bukan karena takut akan medis, melainkan ketakutan nyata akan ketidakmampuannya membayar biaya rumah sakit.

​Mendengar kondisi memprihatinkan tersebut, Presiden Soeharto sampai harus turun tangan. Ia memerintahkan dokter kepresidenan untuk merawatnya. Sutami baru bersedia dirawat setelah dipaksa dan diberikan jaminan sepenuhnya oleh pemerintah.

​Padahal, sebagai Menteri PU, Sutami memegang ribuan proyek besar yang sering disebut sebagai "proyek basah". Jika saja ia mau mengambil satu persen saja dari komisi kontraktor Jembatan Semanggi atau Bandara Ngurah Rai, ia bisa menjadi konglomerat tujuh turunan.

​Namun, Ir. Sutami memilih NOL RUPIAH. Ia pernah menolak pemberian mobil mewah dari pengusaha dan mengharamkan uang yang bukan haknya masuk ke kantong pribadi.

Kisah Ir. Sutami adalah pengingat keras bagi kita semua bahwa kekuasaan bukanlah jalan pintas menuju kekayaan, melainkan amanah yang harus dijaga meski harus hidup dalam keterbatasan.(*)

Senin, 09 Februari 2026

 Mahfud Reyadi Resmi Terpilih Jadi Ketua FTBM Sumenep, Bawa Misi Transformasi Literasi

Mahfud Reyadi Resmi Terpilih Jadi Ketua FTBM Sumenep, Bawa Misi Transformasi Literasi

Mahfud Reyadi Resmi Terpilih Jadi Ketua FTBM Sumenep, Bawa Misi Transformasi Literasi

Musyawarah Daerah (Musda) Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Sumenep sukses digelar pada Rabu 08/02/2026.

Dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat literasi, Mahfud Reyadi resmi terpilih sebagai Ketua FTBM Sumenep untuk masa bakti periode 2026-2031

​Pemilihan yang berlangsung secara online, dihadiri oleh para pengelola TBM se-Kabupaten Sumenep, pegiat literasi, serta perwakilan tokoh masyarakat.

Musda ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergi antar-pengelola taman baca di ujung timur Pulau Madura tersebut.

​Usai dinyatakan terpilih, Mahfud Reyadi menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh rekan-rekan pegiat literasi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya inovasi dalam mengelola taman baca agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

​"Semoga saya bisa mengemban amanah ini dan membawa Taman Baca Masyarakat yang ada di Sumenep menjadi lebih baik lagi ke depannya," ujar Mahfud dengan penuh optimisme.

​Ia juga menambahkan bahwa fokus utamanya adalah menjadikan TBM bukan sekadar tempat meminjam buku, melainkan pusat kreativitas dan pemberdayaan masyarakat desa.

​Kemenangan Mahfud Reyadi disambut baik oleh para peserta Musda. Beberapa poin penting yang menjadi harapan besar di bawah kepemimpinan baru ini antara lain

Pelatihan manajemen TBM yang lebih modern. ​memperkuat jejaring dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta dinas terkait lainnya.

​Pemerataan akses buku hingga ke wilayah kepulauan di Sumenep.
​Dengan terpilihnya nahkoda baru, FTBM Sumenep diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan minat baca dan indeks literasi masyarakat di Kabupaten Sumenep secara signifikan.

Jumat, 30 Januari 2026

Persiapan Musda FTBM Sumenep: Penggiat Literasi Hingga Kepulauan Matangkan Rencana Via Zoom

Persiapan Musda FTBM Sumenep: Penggiat Literasi Hingga Kepulauan Matangkan Rencana Via Zoom

Persiapan Musda FTBM Sumenep: Penggiat Literasi Hingga Kepulauan Matangkan Rencana Via Zoom

SUMENEP – Semangat literasi di ujung timur Pulau Madura terus membara. Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Sumenep, panitia pelaksana menggelar rapat koordinasi melalui Zoom Meeting untuk mematangkan persiapan teknis.

Acara virtual ini diikuti dengan antusias oleh puluhan penggiat literasi yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep. Menariknya, jarak geografis tidak menjadi penghalang; para pejuang literasi dari wilayah kepulauan pun turut hadir aktif dalam ruang digital tersebut untuk memberikan gagasan demi kemajuan budaya baca di Sumenep.

Rapat dipimpin langsung Gus Muhli, selaku Ketua Panitia Musda FTBM Sumenep. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antar penggiat, baik yang berada di wilayah daratan maupun kepulauan.

"Kami telah melakukan rembuk intensif bersama teman-teman panitia. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Insya Allah Musda akan digelar dalam minggu ini," ujar Gus Muhli

Meski koordinasi dilakukan secara daring karena kendala jarak dan efisiensi waktu, Gus Muhli optimis bahwa esensi dari musyawarah ini tidak akan berkurang. 

Ia berharap momentum Musda ini menjadi titik balik penguatan jejaring literasi di Kabupaten Sumenep.

"Semoga acara Musda ini bisa berjalan lancar meskipun proses persiapannya banyak dilakukan secara daring. Fokus kami adalah bagaimana forum ini nantinya bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui taman baca," tambahnya.

Agenda Musda dalam waktu dekat ini diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan dan program kerja baru yang lebih inklusif, menyentuh setiap sudut desa hingga pulau-pulau terluar di Kabupaten Sumenep.(*)

Baca JugaBimbingan Teknis Pegiat Literasi dan Perpusda Sumenep  
                                  MUSYAWARAH WILAYAH KE 4 | PKBM AL-MASTHURIYAH
                                  TBM AL-MASTHURIYAH ADAKAN TOUR ZIAROH RELIGI

Minggu, 11 Januari 2026

Membangun Peradaban dari Desa: TBM Al-Masthuriyah Basoka Sambut Bantuan Buku Pusat Perbukuan

Membangun Peradaban dari Desa: TBM Al-Masthuriyah Basoka Sambut Bantuan Buku Pusat Perbukuan

TBM Al-Masthuriyah Basoka Sambut Bantuan Buku Pusat Perbukuan

Angin segar berhembus bagi dunia literasi di ujung timur Pulau Madura. Guna memperkuat akses bacaan hingga ke pelosok desa, Pusat Perbukuan melalui sinergi dengan Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) menyalurkan bantuan hibah buku kepada 10 TBM terpilih di Kabupaten Sumenep.

Dari deretan penerima manfaat tersebut, TBM Al-Masthuriyah yang terletak di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, menjadi salah satu titik fokus distribusi bantuan ini. Kehadiran koleksi buku baru ini diharapkan menjadi pemantik semangat belajar bagi warga, khususnya generasi muda di Desa Basoka.

Bantuan ini bukan sekadar pengiriman fisik buku, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia. Pusat Perbukuan menyadari bahwa TBM adalah ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui Forum TBM Sumenep, proses kurasi dan distribusi dilakukan agar buku-buku yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga.

"Kehadiran bantuan buku ini adalah amunisi baru bagi kami. Kami ingin menjadikan TBM sebagai ruang yang ramah bagi anak-anak dan orang dewasa untuk memperluas cakrawala mereka," ungkap pengelola TBM Al-Masthuriyah.

Mari kita dukung langkah nyata ini. Karena dari satu halaman buku yang dibaca di sebuah desa kecil, bisa lahir inovasi besar bagi masa depan bangsa.

TBM Al-Masthuriyah berdedikasi untuk menyediakan ruang belajar gratis dan kreatif bagi masyarakat sekitar guna mewujudkan lingkungan yang literat dan berdaya saing.*