-->

Minggu, 11 Januari 2026

Membangun Peradaban dari Desa: TBM Al-Masthuriyah Basoka Sambut Bantuan Buku Pusat Perbukuan

Membangun Peradaban dari Desa: TBM Al-Masthuriyah Basoka Sambut Bantuan Buku Pusat Perbukuan

TBM Al-Masthuriyah Basoka Sambut Bantuan Buku Pusat Perbukuan

Angin segar berhembus bagi dunia literasi di ujung timur Pulau Madura. Guna memperkuat akses bacaan hingga ke pelosok desa, Pusat Perbukuan melalui sinergi dengan Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) menyalurkan bantuan hibah buku kepada 10 TBM terpilih di Kabupaten Sumenep.

Dari deretan penerima manfaat tersebut, TBM Al-Masthuriyah yang terletak di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, menjadi salah satu titik fokus distribusi bantuan ini. Kehadiran koleksi buku baru ini diharapkan menjadi pemantik semangat belajar bagi warga, khususnya generasi muda di Desa Basoka.

Bantuan ini bukan sekadar pengiriman fisik buku, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia. Pusat Perbukuan menyadari bahwa TBM adalah ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui Forum TBM Sumenep, proses kurasi dan distribusi dilakukan agar buku-buku yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga.

"Kehadiran bantuan buku ini adalah amunisi baru bagi kami. Kami ingin menjadikan TBM sebagai ruang yang ramah bagi anak-anak dan orang dewasa untuk memperluas cakrawala mereka," ungkap pengelola TBM Al-Masthuriyah.

Mari kita dukung langkah nyata ini. Karena dari satu halaman buku yang dibaca di sebuah desa kecil, bisa lahir inovasi besar bagi masa depan bangsa.

TBM Al-Masthuriyah berdedikasi untuk menyediakan ruang belajar gratis dan kreatif bagi masyarakat sekitar guna mewujudkan lingkungan yang literat dan berdaya saing.*

Rabu, 07 Januari 2026

 Latih Kemandirian Anak, Saung Sinau Basoka Gelar Wisata Edukasi "Uang Kayu" di Pasar Kebun Sumenep

Latih Kemandirian Anak, Saung Sinau Basoka Gelar Wisata Edukasi "Uang Kayu" di Pasar Kebun Sumenep

Photo Anak Saung Sinau Basoka Famili Gatring

Saung Sinau Basoka Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, kembali menggelar agenda rutin tahunan family gathering. Kali ini, destinasi yang dipilih adalah Wisata Pasar Kebun yang berlokasi di Desa Kebun Dadap Timur, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep,14/12/2025

Berbeda dengan wisata pada umumnya, kegiatan ini mengusung tema unik: "Belajar Transaksi dan Berhitung". Para peserta yang terdiri dari anak-anak beserta orang tua mereka diajak untuk mengenal sistem ekonomi tradisional yang autentik.

Keunikan Transaksi Menggunakan Uang Kayu

Salah satu daya tarik utama dalam kunjungan ini adalah kewajiban menggunakan uang kuno berbahan kayu sebagai alat pembayaran sah di area pasar. Sebelum memasuki lokasi, seluruh pengelola dan peserta dari Saung Sinau Basoka harus menukarkan uang rupiah mereka di loket khusus dengan kepingan kayu yang bernilai nominal tertentu.

Sistem ini diterapkan untuk memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak dalam:

Berlatih Berhitung: Menghitung nilai tukar dan sisa kembalian dari setiap transaksi belanja.

Manajemen Keuangan: Belajar mengatur anggaran belanja dengan alat tukar yang terbatas.

Edukasi Sejarah: Mengenal bentuk transaksi zaman dahulu yang jauh dari kesan modern.

Mempererat Kebersamaan dan Mengenal Potensi Lokal

Pengelola Saung Sinau Basoka menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar liburan biasa. Selain sebagai ajang penyegaran setelah rutinitas belajar, family gathering ini bertujuan untuk mempererat ikatan antara anak, orang tua, dan pengelola Saung dalam bingkai kebersamaan.

"Kegiatan ini adalah agenda rutin tahunan kami. Tujuannya agar anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas atau perpustakaan, tapi juga mengenal wisata di luar daerah mereka (Rubaru) dan belajar bersosialisasi di lingkungan baru," ujar perwakilan Saung Sinau Basoka.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak didik Saung Sinau Basoka dapat meningkatkan kecerdasan kognitif dalam berhitung sekaligus kecerdasan sosial melalui interaksi langsung dengan pedagang dan masyarakat di luar Desa Basoka.

Wisata Pasar Kebun sendiri dipilih karena konsistensinya dalam melestarikan budaya lokal dan memberikan ruang edukasi yang selaras dengan misi literasi yang dibawa oleh Saung Sinau Basoka(*)

Selasa, 16 Desember 2025

FK PKBM Sumenep Bersama Dinas Pendidikan Studi Tiru Ke Kota Pahlawan | PKBM AL-MASTHURIYAH

FK PKBM Sumenep Bersama Dinas Pendidikan Studi Tiru Ke Kota Pahlawan | PKBM AL-MASTHURIYAH

Photo Bersama Dinas Pendidikan Sumene dan FK Pkbm Sumenep Yang Menggunakan Blangkon Kepala PKBM Buda Utama Surabaya


Peningkatan mutu Pendidikan Nonformal (PNF) serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan prioritas utama bagi setiap daerah. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kabupaten Sumenep, yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, melaksanakan Studi Tiru ke PKBM Budi Utama Surabaya.

PKBM Budi Utama Surabaya dikenal memiliki keunggulan dalam pengelolaan PNF yang patut dicontoh. Fokus studi tiru pada aspek Inovasi Kurikulum dan Metode Pembelajaran, PKBM Budi Utama menawarkan layanan pendidikan kesetaraan yang dilengkapi dengan kelas keterampilan dan pemberdayaan seperti Barista, Memanah, dan Cooking Class*.

Poin pada Kunci Studi Tiru ini Menganalisis bagaimana PKBM Budi Utama mengintegrasikan kurikulum keterampilan dengan materi kesetaraan agar peserta didik tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi juga bekal yang relevan untuk dunia kerja.

Target Implementasi FK PKBM Sumenep ingin Merumuskan integrasi kurikulum lokal berbasis potensi Sumenep seperti batik, kerajinan, atau olahan hasil laut ke dalam program kesetaraan.

Mempelajari strategi pengelolaan dan pemanfaatan maksimal sarana prasarana yang ada, termasuk upaya mendapatkan dukungan CSR perusahaan untuk subsidi program pendidikan gratis bagi warga kurang mampu.

Pemeberian Cindramata dari Kabid Paud PNF Dinas Pendidikan Sumenep


Jejaring dan Kemitraan aktif membangun kerjasama dengan perusahaan (CSR) untuk menyelenggarakan program sekolah kejar paket gratis dan mendapatkan dukungan operasional.

Studi tiru ke PKBM Budi Utama Surabaya merupakan langkah strategis bagi Forum PKBM Kabupaten Sumenep untuk memetakan praktik terbaik (*best practices*) dalam peningkatan mutu PNF dan pembinaan UMKM. Hasil studi tiru ini harus segera ditindaklanjuti dengan penyusunan yang konkret, terukur, dan berkelanjutan, disesuaikan dengan sumber daya dan potensi lokal Kabupaten Sumenep.

Dengan meniru dan memodifikasi model inovatif seperti yang diterapkan oleh PKBM Budi Utama, diharapkan PKBM di Sumenep dapat bertransformasi menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang lebih efektif dalam mencerdaskan dan menyejahterakan warga melalui pendidikan dan kemandirian ekonomi(*)

Sabtu, 22 November 2025

 Artikel Warga : Tak ada yang peduli kepada dia yang selalu peduli | PKBM AL-MASTHURIYAH

Artikel Warga : Tak ada yang peduli kepada dia yang selalu peduli | PKBM AL-MASTHURIYAH

Ilustrator Photo Gemini IA, Yang dikirima oleh Warga

Cerpen - Ada sejenis rasa lelah yang meresap ke tulang — bukan karena kurang tidur, tetapi karena membawa beban terlalu banyak dalam waktu terlalu lama. Lelah yang muncul karena mencoba menjaga semuanya tetap utuh, sementara orang lain tidak mampu melakukannya.

Menjadi orang yang "selalu diharapkan" kedengaran mulia, bukan?

Orang-orang berpikir itu berarti kau bisa diandalkan, dewasa, dan cakap. Tapi yang tidak mereka lihat adalah betapa beratnya beban itu? Menjadi orang yang selalu memberi, yang selalu mengerti, yang terus berkata "tidak apa-apa" meskipun kenyataannya tidak.

Aku selalu menjadi orang seperti itu, setiap saat.

Orang yang menemukan solusi dari semua masalah. Orang yang memberi bahkan ketika tak ada lagi yang bisa diberikan.

Ketika ada yang butuh bantuan, aku akan cari jalan. Bahkan jika itu berarti mengorbankan kedamaianku yang sedikit ini hanya agar orang lain merasa nyaman.

Karena memang begitulah yang diharapkan. Begitulah kasih sayang, kan?

Namun akhir-akhir ini, aku mulai bertanya-tanya — mengapa kasih sayang harus terasa seperti ini?

Aneh sekali bagaimana kau merasa tidak terlihat saat kau sendiri yang menahan beban semuanya. Betapa mudahnya orang lupa bahwa kau juga lelah. Bahwa kau juga butuh bantuan.

Terkadang aku duduk di sana, bertanya-tanya dari mana aku akan mendapatkan sedikit kekuatan atau motivasi untuk terus maju. Aku berkata pada diri sendiri, "Kali ini, aku akan memilih diriku sendiri"

Tapi kemudian aku merasakan rasa bersalah merayapi... rasa sakit yang menusuk yang memberitahuku bahwa aku egois karena memikirkannya. Jadi aku menyerah lagi. Dan lagi. Sampai tak ada lagi yang tersisa untukku.

Dan bagian yang paling menakutkan? Aku sudah terbiasa.

Aku sudah terbiasa dengan keheningan yang datang setelah menjaga semuanya agar tetap utuh. Kesepian yang mengikuti setiap pengorbanan. Dimana tidak ada yang memeriksa apakah aku baik-baik saja karena akulah orang yang diharapkan selalu baik-baik saja.

Aku benci karena aku bahkan tak bisa marah. Aku benci karena aku masih bisa mengerti keadaan. Karena betapa pun sakitnya, aku tetap memilih mereka — orang-orang yang tak selalu menyadari betapa besar pengorbananku untuk tetap baik-baik saja.

Aku hanya butuh istirahat. Aku mau hari di mana aku tidak dibutuhkan.

Hari di mana aku tidak menghitung apa yang harus aku korbankan agar orang lain bisa merasa cukup.

Aku ingin tahu bagaimana rasanya bernapas tanpa rasa bersalah, memilih diri sendiri tanpa merasa telah mengabaikan seseorang.

Aku ingin berhenti menjadi orang yang diandalkan semua orang, dan akhirnya menjadi seseorang yang dibiarkan hancur meski hanya sekali.

Artikel Kiriman Warga | Moh Khairul Anam

Sabtu, 08 November 2025

 Warga Belajar PKBM Nurul Musthafa dan Al Masthuriyah Ikuti TKA Selama Dua Hari

Warga Belajar PKBM Nurul Musthafa dan Al Masthuriyah Ikuti TKA Selama Dua Hari

Dokumentasi Warga Belajar, TKA Paket C

Sebanyak 32 warga belajar dari dua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yaitu PKBM Nurul Musthafa Ambunten dan PKBM Al Masthuriyah, melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Paket C (setara SMA) selama dua hari penuh. 

TKA ini merupakan asesmen standar yang hasilnya akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, termasuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Pelaksanaan TKA ini diikuti oleh 18 peserta didik dari PKBM Nurul Musthafa Ambunten dan 14 peserta didik dari PKBM Al Masthuriyah, dengan total 32 orang. 

Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi, mengingat hasil TKA ini akan memberikan laporan capaian akademik individu yang terstandar dan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan seleksi pendidikan lanjutan.

Hari Pertama Fokus pada Literasi dan Numerasi Jadwal TKA dibagi menjadi dua hari dengan fokus mata uji yang berbeda:

Hari Pertama difokuskan pada pengujian kemampuan wajib, yang meliputi literasi (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) serta numerasi (Matematika). Rincian waktu pengerjaan sebagai berikut,

 * Latihan: 10 menit

 * Bahasa Indonesia: 45 menit

 * Matematika: 50 menit

 * Bahasa Inggris: 45 menit

Tes pada hari pertama menekankan pada kemampuan penalaran dan pemecahan masalah, sesuai dengan format asesmen modern yang bertujuan mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order Thinking Skills)

Foto Pengawas TKA Paket C dan Kepala Pkbm Nurul Musthafa Ambunten

Hari Kedua Uji Kompetensi Pilihan Sesuai Minat Pada Hari Kedua, peserta dihadapkan pada dua Mata Pelajaran Pilihan yang telah mereka tentukan sebelumnya, biasanya disesuaikan dengan program studi yang mereka minati di perguruan tinggi (seperti Sosiologi, Ekonomi, Fisika, atau Kimia).

 * Latihan: 10 menit

 * Mata Pelajaran Pilihan Pertama: 60 menit

 * Mata Pelajaran Pilihan Kedua: 60 menit

Durasi yang lebih panjang untuk mata pelajaran pilihan ini bertujuan memberikan waktu yang memadai bagi peserta untuk menjawab soal-soal yang lebih spesifik dan mendalam sesuai bidang keilmuan yang mereka pilih.

Baca Juga : DINAS PENDIDIKAN SUMENEP ADAKAN SEMARAK LOMBA AGUSTUSAN

Dengan adanya TKA, diharapkan warga belajar dari pendidikan kesetaraan seperti PKBM juga mendapatkan akses yang setara dan terjamin terhadap pengakuan hasil belajar mereka, sehingga dapat bersaing secara adil di kancah pendidikan tinggi nasional.(*)

Baca Juga : DEWAN PENDIDIKAN SUMENEP KUNJUNGI PKBM AL-MASTHURIYAH

Senin, 03 November 2025

Sosialisasi Praktik Baik Penerima Bahan Bacaan Bermutu | TBM AL-MASTHURIYAH

Sosialisasi Praktik Baik Penerima Bahan Bacaan Bermutu | TBM AL-MASTHURIYAH

Photo Zoom Sosialisai Perpusnas

Sosialisasi Praktik Baik Penerima Bahan Bacaan Bermutu Tahun 2024 - 2025 bersama Perpusnas (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia)

Kegiatan merupakan bagian dari upaya Perpusnas untuk mendorong Pemanfaatan penerima bantuan buku Perpustakaan Desa/Kelurahan, TBM, dan Perpustakaan Rumah Ibadah,dapat memanfaatkan koleksi bahan bacaan bermutu secara optimal di komunitas literasi

Menjadi wadah bagi penerima bantuan untuk saling berbagi praktik baik dan strategi kreatif dalam pengelolaan perpustakaan dan pengembangan aktivitas literasi berbasis masyarakat.
Hal ini memberikan bimbingan teknis dan pendalaman materi kepada pengelola perpustakaan dan TBM tentang pengelolaan koleksi Bacaan Buku,
 
Baca Juga : Pendataan Dan Pemutakhiran Data Perpusatkaan Kabupaten Sumenep

Kehadiran Ketua Forum TBM Indonesia Kang Opick dan anggotanya terlibat sebagai fasilitator bimbingan teknis dalam kegiatan ini menunjukkan adanya sinergi kuat antara Perpusnas dan komunitas literasi akar,

Baca Juga : TBM AL-MASTHURIYAH ADAKAN TOUR ZIAROH RELIGI

Forum TBM memiliki peran penting sebagai organisasi yang menaungi dan memfasilitasi banyak Taman Bacaan Masyarakat di seluruh Indonesia. Keterlibatan mereka membantu memastikan materi yang disampaikan, khususnya mengenai praktik baik pemanfaatan bahan bacaan, relevan dan sesuai dengan kondisi lapangan serta tantangan yang dihadapi oleh TBM dan perpustakaan komunitas.(*)

Kamis, 23 Oktober 2025

Pendataan Dan Pemutakhiran Data Perpusatkaan Kabupaten Sumenep | TBM AL-MASTHURIYAH

Pendataan Dan Pemutakhiran Data Perpusatkaan Kabupaten Sumenep | TBM AL-MASTHURIYAH

 Doc. Pelatihan Dan Pendataan Taman Baca Masyarakat


Doc. Pelatihan Dan Pendataan Taman Baca Masyarakat




Doc. Pelatihan Dan Pendataan Taman Baca Masyarakat


Rabu, 22 Oktober 2025

Kegiatan Kolaboratif Pkbm Bersama Balai Latihan Kerja Sumenep | PKBM AL-MASTHURIYAH

Kegiatan Kolaboratif Pkbm Bersama Balai Latihan Kerja Sumenep | PKBM AL-MASTHURIYAH

 Pelatihan Pastry And Bakery




Kegiatan Kolaboratif Pkbm Bersama Balai Latihan Kerja Sumenep 






Kegiatan Kolaboratif Pkbm Bersama Balai Latihan Kerja Sumenep 



Dok. Rintisan Usaha Pendidikan Kecakapan Wirausaha PKW | PKBM AL-MASTHURIYAH

Dok. Rintisan Usaha Pendidikan Kecakapan Wirausaha PKW | PKBM AL-MASTHURIYAH

 Dok. Rintisan Usaha Pendidikan Kecakapan Wirausaha PKW 2022

Dok. Rintisan Usaha Pendidikan Kecakapan Wirausaha PKW 2022



Senin, 01 September 2025

 DINAS PENDIDIKAN SUMENEP ADAKAN SEMARAK LOMBA AGUSTUSAN

DINAS PENDIDIKAN SUMENEP ADAKAN SEMARAK LOMBA AGUSTUSAN


Dinas Pendidikan Sumenep mengadakan Semarak Lomba Agustusan yang melibatkan semua bidang, termasuk pendidikan formal dan non formal. Lomba ini bertujuan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dan meningkatkan semangat nasionalisme di kalangan siswa dan masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Bapak Agus Dwisaputro, menyatakan bahwa lomba ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. "Kami berharap bahwa lomba ini dapat meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan siswa dan masyarakat," ujarnya.


Semua bidang di Dinas Pendidikan Sumenep terlibat dalam lomba ini, termasuk bidang pendidikan formal, pendidikan non formal, dan bidang lainnya. Mereka berpartisipasi dalam berbagai jenis lomba, seperti lomba pidato, lomba menyanyi, lomba membuat poster, dan lain-lain.

"Kami sangat senang dapat berpartisipasi dalam lomba ini dan menunjukkan kemampuan kami," ujar Mahfud Reyadi, salah satu peserta dari PKBM Al-Masthuriyah.



Semarak Lomba Agustusan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, serta meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan siswa dan masyarakat. (Red)

Rabu, 27 Agustus 2025

DEWAN PENDIDIKAN SUMENEP KUNJUNGI PKBM AL-MASTHURIYAH UNTUK PEMBINAAN MUTU PENDIDIKAN

DEWAN PENDIDIKAN SUMENEP KUNJUNGI PKBM AL-MASTHURIYAH UNTUK PEMBINAAN MUTU PENDIDIKAN


Dewan Pendidikan Sumenep melakukan kunjungan ke PKBM Al-Masthuriyah di desa Basoka dalam rangka pembinaan mutu pendidikan. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau dan meningkatkan kualitas pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah.


Kepala PKBM Al-Masthuriyah, Mahfud Reyadi, menyatakan bahwa PKBM Al-Masthuriyah sangat berterima kasih atas kunjungan Dewan Pendidikan Sumenep. "Kami berharap bahwa kunjungan ini dapat memberikan manfaat bagi kami dalam meningkatkan mutu pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah,"

 

"Sejumlah media sempat ramai memberitakan PKBM Al-Masthuriyah katanya lembaga kami fiktih tidak ada gedung dan tidak pernah ada kegiatan pembelajaran menurut infonya. Namun secara logika kalau kami tidak mengakan kegaiatan Pembelajaran dari mana kami mendapatkan raport pendidikan, yang nyatanya kami punya raport pendidikan setiap tahunya.


Dewan Pendidikan Sumenep melakukan pembinaan dengan cara memberikan arahan dan bimbingan kepada pengelola dan staf PKBM Al-Masthuriyah. Mereka juga melakukan penilaian terhadap mutu pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan.


"Kami berharap bahwa PKBM Al-Masthuriyah dapat meningkatkan mutu pendidikan dan menjadi lembaga pendidikan yang lebih baik Kata Nawawi Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep.


Pembinaan mutu pendidikan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah dan membantu lembaga tersebut dalam mencapai tujuannya. ( Red )

Sabtu, 23 Agustus 2025

TIM ASESSOR BADAN AKREDITASI PROVINSI JAWA TIMUR LAKSANAKAN VISITASI KE PKBM AL-MASTHURIYAH

TIM ASESSOR BADAN AKREDITASI PROVINSI JAWA TIMUR LAKSANAKAN VISITASI KE PKBM AL-MASTHURIYAH


Badan Akreditasi Provinsi Jawa Timur melaksanakan visitasi ke PKBM Al-Masthuriyah Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep dalam rangka penilaian akreditasi lembaga pendidikan. Tim asesor yang terdiri dari beberapa orang ahli pendidikan melakukan penilaian terhadap berbagai aspek lembaga pendidikan, termasuk kualitas pendidikan, manajemen, dan sarana prasarana.

Kepala PKBM Al-Masthuriyah, Mahfud Reyadi menyatakan bahwa PKBM Al-Masthuriyah sangat siap untuk menghadapi visitasi ini. "Kami telah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk visitasi ini, termasuk dokumen-dokumen yang diperlukan dan sarana prasarana yang memadai," ujarnya.

Tim asesor melakukan penilaian dengan cara observasi langsung ke lembaga pendidikan, wawancara dengan pengelola dan peserta didik, serta memeriksa dokumen-dokumen yang diperlukan. Mereka juga melakukan penilaian terhadap kualitas pendidikan, manajemen, dan sarana prasarana yang ada di lembaga pendidikan.

Hasil visitasi ini akan digunakan sebagai acuan untuk menentukan status akreditasi PKBM Al-Masthuriyah. PKBM Al-Masthuriyah berharap dapat memperoleh hasil yang baik dan dapat mempertahankan status akreditasi yang telah diperoleh sebelumnya. (Red )

Jumat, 22 Agustus 2025

TBM AL-MASTHURIYAH ADAKAN TOUR ZIAROH RELIGI

TBM AL-MASTHURIYAH ADAKAN TOUR ZIAROH RELIGI

TBM Al-Masthuriyah mengadakan tour ziaroh religi yang diikuti oleh siswa-siswi dan guru-guru pada hari ini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang nilai-nilai agama dan spiritual.


Tour ziaroh religi ini mengunjungi beberapa tempat ibadah dan situs religi di sekitar daerah, termasuk masjid, makam para ulama, dan situs sejarah Islam. Siswa-siswi dan guru-guru dapat belajar tentang sejarah dan makna dari setiap tempat yang dikunjungi.


Pengelola TBM Al-Masthuriyah, Mahfud Reyadi, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang nilai-nilai agama dan spiritual. "Kami berharap bahwa kegiatan ini dapat membantu siswa-siswi kami menjadi lebih peduli dan menghargai nilai-nilai agama dan spiritual," ujarnya.


Siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini juga menyatakan bahwa mereka sangat menikmati dan mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang agama dan spiritual. "Saya sangat senang dapat belajar tentang sejarah dan makna dari setiap tempat yang dikunjungi," ujar Firda.


Tour ziaroh religi ini diharapkan dapat menjadi kegiatan yang rutin di TBM Al-Masthuriyah, sehingga siswa-siswi dapat terus belajar dan meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka tentang nilai-nilai agama dan spiritual. (Red)

Saung Sinau Wadah Untuk Anak anak Yang Ingin Belajar Bersama | PKBM AL-MASTHURIYAH

Saung Sinau Wadah Untuk Anak anak Yang Ingin Belajar Bersama | PKBM AL-MASTHURIYAH


Saung Sinau, di bawa naungan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Al-Masthuriyah Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep "Saung Sinau adalah sebuah wadah belajar yang unik dan menarik bagi anak-anak di Desa Basoka! Meskipun belajar di teras rumah, anak-anak tidak menyurutkan semangat mereka untuk belajar. Sebaliknya, mereka tetap bersemangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan belajar di Saung Sinau.


Desa Basoka, sebuah desa yang terletak di [lokasi], memiliki Saung Sinau yang menjadi wadah belajar bagi anak-anak desa. Dengan adanya Saung Sinau, anak-anak dapat belajar bersama dengan teman-teman mereka dalam suasana yang santai dan nyaman.


Saung Sinau Desa Basoka menjadi contoh yang baik tentang bagaimana belajar dapat dilakukan dalam berbagai situasi dan lingkungan. Anak-anak dapat belajar di mana saja dan kapan saja, tidak hanya di dalam kelas atau sekolah.


Dengan demikian, Saung Sinau menjadi wadah yang sangat berharga bagi anak-anak di Desa Basoka, tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai tempat untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu yang lebih baik.


Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di Saung Sinau Desa Basoka antara lain:


* Belajar bersama dengan teman-teman

* Mengembangkan kemampuan sosial dan kerja sama

* Belajar tentang lingkungan sekitar

* Mengembangkan kemampuan kreatif dan imajinatif


Dengan adanya Saung Sinau di Desa Basoka, anak-anak dapat memiliki pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna. Semoga Saung Sinau dapat terus berkembang dan menjadi wadah belajar yang lebih baik bagi anak-anak di Desa Basoka.

DINAS PENDIDIKAN MELALUI BIDANG PNF BERUPAYA MENINGKATKAN MUTU PKBM | PKBM AL-MASTHURIYAH

DINAS PENDIDIKAN MELALUI BIDANG PNF BERUPAYA MENINGKATKAN MUTU PKBM | PKBM AL-MASTHURIYAH

Dinas Pendidikan Sumenep melalui Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) berupaya meningkatkan mutu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) PKBM merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat.

Kepala Bidang PNF Sumenep Ibu Lisa Bertha Soetedjo, menyatakan bahwa peningkatan mutu PKBM sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan non formal, "Kami berupaya untuk meningkatkan mutu PKBM melalui berbagai program dan kegiatan, sehingga PKBM dapat menjadi lembaga pendidikan non formal yang berkualitas dan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat," ujarnya.

Bidang PNF Dinas Pendidikan Sumenep telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu PKBM, antara lain dengan melakukan pelatihan dan pendampingan pengelola PKBM, meningkatkan kualitas kurikulum dan program pendidikan, serta meningkatkan sarana dan prasarana PKBM.

"Kami juga berupaya untuk meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan dunia usaha, untuk meningkatkan mutu PKBM dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat," tambah Kasi Kesiswaan Bapak Supiyanto.

Peningkatan mutu PKBM diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan non formal  dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat. "Kami berharap bahwa peningkatan mutu PKBM dapat meningkatkan kualitas pendidikan non formal, sehingga masyarakat dapat menjadi lebih mandiri dan sejahtera," pungkas ( red )

Jumat, 08 Agustus 2025

ANBK 2025 PAKET C SETARA SMA PKBM AL-MASTHURIYAH

ANBK 2025 PAKET C SETARA SMA PKBM AL-MASTHURIYAH

 

Asesmen Pkbm Al-Masthuriyah

ANBK adalah Asesmen Nasional Berbasis Komputer sebagai upaya penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah.

Asesmen Nasional terdiri dari tiga instrumen utama, yaitu:

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM),

Survei Karakter (SK), dan

Survei Lingkungan Belajar.

Pada bulan Agustus ini, sekolah-sekolah sudah mulai melaksanakan ANBK 2025 berupa Survei Lingkungan Belajar, dan pada bulan September nanti akan dimulai pelaksanaan sinkronisasi simulasi Asesmen Nasional. Sejak 2021, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim resmi mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional (AN).



Meski begitu,
Asesmen Nasional tidak menggantikan peran UN dalam mengevaluasi prestasi atau hasil belajar murid secara individual. Melainkan menggantikan peran UN sebagai sumber informasi untuk memetakan dan mengevaluasi mutu sistem pendidikan.

Pkbm Al-Masthuriyah dengan bangga menyatakan berhasil melaksanakan proses ANBK tersebut sebagai salah satu bentuk kewajiban PKBM dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bimbingan Teknis Pegiat Literasi dan Perpusda Sumenep | TBM AL-MASTHURIYAH

Bimbingan Teknis Pegiat Literasi dan Perpusda Sumenep | TBM AL-MASTHURIYAH

 

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sumenep sukses menggelar Bimbingan Teknis Pendataan dan Pemutakhiran Data Perpustakaan Kabupaten Sumenep Tahun 2025,

Kegiatan yang terlaksana di Ballroom El Malik Hotel itu bertujuan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Giat Membaca (TGM) masyarakat Sumenep.

Yakni dengan melibatkan 150 pustakawan sekolah dan umum. Terdiri dari 65 SD, 43 SMP, 18 SMA, tiga taman baca masyarakat, enam perguruan tinggi, lima perpustakaan khusus rumah ibadah dan 10 perpustakaan umum desa.



”Dalam kegiatan ini kita juga melibatkan pemateri dari Pustakawan Ahli Muda Dispusip Jawa Timur,” katanya.

Rudi menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang standar nasional perpustakaan.

Yang mana setiap perpustakaan dituntut untuk unya Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) agar terindentifikasi keberadaannya. Dengan demikian nanti perkembangan perpustakannya bisa terpantau.

”Apabila sudah memiliki NPP bisa melaporkan perkembangan melalui pemutakhiran data dan diprioritaskan dalam pembinaan dan pengembangan. Semoga kegiatan bimtek ini nanti dapat diaplikasikan oleh pustakawan dan dapat meningkatkan IPLM dan TGM Sumenep,” imbuhnya.

Rabu, 21 Mei 2025

Peringatan IGTKI Dinas Pendidikan Sumenep | PKBM AL-MASTHURIYAH

Peringatan IGTKI Dinas Pendidikan Sumenep | PKBM AL-MASTHURIYAH

Dok. Kasi Ketenagaan sebelah Kiri kepala Bidang Paud dan PNF

Peringatan ke-75 IGTKI-PGRI Kabupaten Sumenep digelar secara sederhana di Alun alun Kota Sumenep, di hadiri oleh kasi Ketenagaan Bapak Ahmad Mufid dan Ibu liza Bertha Soetedjo Kepala Bidang (Paud dan PNF) Pendidikan Non Formal, Selasa 20/05/2025

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Ahmad Mufid Kasi Ketenagaan mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-75 kepada IGTKI-PGRI khususnya Kabupaten Sumenep. 

HUT ke-75 Berkarya Bersama Meningkatkan Kesejahteraan Solidaritas dan Kompetensi Guru Taman Kanak-kanak, untuk Mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini yang Berkualitas Menuju Indonesia Emas. 

Di momentum ini, ia berharap, keluarga besar IGTKI-PGRI yang menjadi pahlawan pendidikan di Kabupaten Sumenep agar terus berupaya membuat terobosan untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Sumenep. 

“Para guru PAUD ini adalah ujung tombak untuk mengarahkan generasi penerus menjadi generasi emas. Karena mereka membangun pondasi, dan karakter anak-anak kita,” ungkapnya.

Menurut Kepala Bidan Paud dan PNF Ibu liza Bertha Soetedjo pembangunan karakter akan berbanding lurus dengan peningkatan daya saing dan menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM)  unggul, yang muaranya adalah kesejahteraan masyarakat.

Kami juga mengajak semua komponen untuk bersama memajukan pendidikan di Kabupaten Sumenep. “Mari kita berjalan bersama, mencari mana yang perlu diurai dan diperbaiki. Kita kerjakan bareng-bareng,” ujar Ibu Liza. 

Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan nyanyi Bersama dan Photo Bersama oleh para guru PAUD, ( Mhd )

Minggu, 27 April 2025

 Keseruan Peserta Ujian Pendidikan Kesetaraan | PKBM AL-MASTHURIYAH

Keseruan Peserta Ujian Pendidikan Kesetaraan | PKBM AL-MASTHURIYAH



Keseruan Peserta Ujian Pendidikan Kesetaraan punya cara unik untum memhibur diri dari kesibukan ujian akhir sekolah 

Jam istirahat merupakan periode waktu tertentu dimana para peserta didik berhenti sejenak dari tugas-tugas belajar di sekolah. Jam istirahat sangat penting bagi anak sekolah formal atau nonformal, karena jeda sejenak saat jam belajar akan me refresh tubuh dan pikiran untuk siap kembali belajar di ruang kelas.


Saat jam istirahat sekolah, anak-anak biasa makan bersama teman, atau membicarakan kegiatan sekolah, bermain dan sebagainya untuk menghabiskan waktu sebelum beranjak ke kelas untuk memulai pelajaran kembali.


"Kegiatan yang satu ini sangatlah tak biasa namum tak kala seru dengan kegiatan modern seperti saat ini. kali ini adalah Kegiatan Rujak Singkong Goreng.  ide ini adalah ide ibu ketua satuan pendidikan Pkbm Al-Masthuriyah karena ini cara yang ampuh bagi speserta ujian kesetaraan yang mana telah di suguhi dengan soal mata pelajaran,Katapeserta Ujian


"Selain bertujuan untuk merefresh peserta UK ( Ujian Kesetaraan ),  hal ini bertujuan untuk saling berbagi keseruan saat mengisi soal uiian, Kegiatan seperti ini, sangat memberikan manfaat yang luar biasa bagi warga belajar, 


Mari kita ciptakan generasi yang kreatif, aktif dan Rabbani. Jangan jadikan pembelajaran sebagai penghambat kita untuk menciptakan segala hal yang positif dan kreatif.( Red )

Sabtu, 26 April 2025

Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket C Setara SMA | PKBM AL-MASTHURIYAH

Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket C Setara SMA | PKBM AL-MASTHURIYAH


Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Masturiyah Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep Dibawah binaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur,

Selama Empat hari Sebanyak 17 warga belajar dari berbagai Desa yang terdaftar di PKBM Al-Masturiyah mengukuti Kegiatan Uji Kesetaraan Paket C,

Mereka terlihat antusias dan optimis dalam mengerjakan soal-soal ujian yang diberikan, dengan harapan ujian tersebut bisa membuka jalan bagi mereka untuk mencapai cita-cita dan tujuan hidup yang lebih baik.

Uji kesetaraan ini merupakan salah satu bentuk penjaminan mutu bagi lulusan program pendidikan kesetaraan yang nantinya akan memperoleh sertifikat hasil uji kesetaraan  (bagi yg memperoleh hasil nilai sesuai KKM) dan atau surat keterangan hasil uji kesetaraan,

Kepala Satuan PKBM Al-Masthuriyah, menyatakan bahwa pelaksanaan Uji Kesetaraan ini adalah bagian dari komitmen PKBM Al-Masthuriyah dalam mendukung program pendidikan nasional, khususnya dalam memberikan kesempatan belajar yang lebih luas kepada masyarakat.

“Kami berharap dengan adanya Uji Kesetaraan ini, para peserta didik dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Semoga para peserta dapat lulus dengan hasil yang memuaskan dan mendapatkan ijazah/sertifikat yang diakui setara dengan ijazah SMA. Ia menegaskan, PKBM Al-Masthuriyah terus berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pendidikan di PKBM Al-Masthuriyah, masyarakat dapat menghubungi kantor PKBM atau mengunjungi website resmi Al-Masthuriyah. (Tim Red)