-->

Kamis, 04 Juni 2026

Pelatihan Pengolahan Daging

Pelatihan Pengolahan Daging

 

Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memfasilitasi program pelatihan intensif pengolahan daging untuk pembuatan sosis dan bakso. Kegiatan berskala nasional ini dirancang khusus guna memperkuat kompetensi keterampilan pada sektor vokasi non-formal

Pelatihan Pengolahan Daging

Pelatihan Pengolahan Daging

 

Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memfasilitasi program pelatihan intensif pengolahan daging untuk pembuatan sosis dan bakso. Kegiatan berskala nasional ini dirancang khusus guna memperkuat kompetensi keterampilan pada sektor vokasi non-formal

Jumat, 22 Mei 2026

Satu Pekan di Bawah Langit Cianjur

Satu Pekan di Bawah Langit Cianjur

 

Doc. Kelompok pelatihan pengolahan Daging
Angka di spidometer mobil tua itu terus berputar, merayap pasti melewati batasan angka demi angka hingga menyentuh satu titik 876 kilometer. dua belas jam perjalanan darat bukanlah waktu yang sebentar.

Punggung terasa kaku, dan kantuk beberapa kali menyerang, namun sepasang mata tetap menatap lurus ke depan. Ada getar tak biasa di dada sebuah perasaan yang campur aduk antara lelah, haru, dan rasa tidak percaya.
Bagi seorang yang mendedikasikan hidupnya di jalur pendidikan, perjalanan ini seperti sebuah fragmen mimpi yang melompat jadi kenyataan.

“Diundang oleh negara," mengulang kalimat di surat resmi yang tersimpan rapi di dalam tas. Sebuah undangan terhormat untuk berkumpul di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Cianjur.

Hari pertama menapakkan kaki di kompleks, atmosfer nusantara langsung menyergap indra. berdiri di tengah halaman, memandangi wajah-wajah baru yang datang dari 38 provinsi berbeda.

Ada yang mengenakan batik dengan motif khasnya, ada yang berdialek lembut khas Jawa, dan ada pula yang membawa ketegasan logat Indonesia Timur. Berbagai suku, bahasa, dan adat istiadat tumpah ruah di satu tempat.

Namun ajaibnya, tidak ada rasa asing. Payung besar bernama "Pelatihan Pengolahan Daging" seolah menjadi lem yang merekatkan seketika.
Setiap pagi, tepat pukul 08.00 WIB, sebuah rutinitas dimulai.

Lonceng waktu seakan mengingatkan tugas mulia dan ratusan peserta lainnya akan berjalan beriringan, melangkah bersama menuju ruang-ruang kelas tempat mengampu ilmu. Di dalam ruangan bukan lagi sekadar angka atau perwakilan daerah, melainkan para pembelajar yang haus akan inovasi demi mencerdaskan anak-anak bangsa yang tak terjangkau oleh sekolah formal.

Di luar jam kelas, kita berkumpul bergandengan menapaki jalanan berpaving, bergurau, dan bercerita tentang kegetiran serta indahnya berjuang di dunia Pendidikan. Kedekatan tumbuh begitu cepat, begitu magis. Saking akrabnya, mereka bagaikan saudara kandung yang sudah saling mengenal dan bertemu setiap hari sejak kecil.

Waktu satu pekan ternyata bergulir secepat kedipan mata. Malam pelepasan pun tiba, ditandai dengan udara Cianjur yang semakin dingin, namun menghangat oleh rasa haru di dalam aula.

Berdiri di sudut ruangan, memandangi sahabat-sahabat saling berjatan tangan saling merangkul saling berpamitan. Sebelum melangkah keluar untuk bersiap kembali menempuh jarak 876 kilometer pulang ke ujung Madura, berbalik menatap sisa-sisa kebersamaan ma. Dengan senyum khasnya dan kerendahan hati yang mendalam,

"Sahabat-sahabatku semua, Mohon maafkan saya, mohon maafkan kami jika selama sepekan berkumpul ada perkataan yang kurang pantas didengar. Mungkin dari logat bahasa Madura saya yang kaku, atau dari gurauan-gurauan saya yang tidak sengaja menyinggung hati kalian selama kita bersama.

Madura Punya Cerita

Kamis, 21 Mei 2026

BBPPMPV Pertanian Kemendikdasmen Gelar Pelatihan Pengolahan Daging,

BBPPMPV Pertanian Kemendikdasmen Gelar Pelatihan Pengolahan Daging,

Doc. Kegiatan Pelatihan BBPPMPV Pertanian

Cianjur
- Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memfasilitasi program pelatihan intensif pengolahan daging untuk pembuatan sosis dan bakso. Kegiatan berskala nasional ini dirancang khusus guna memperkuat kompetensi keterampilan pada sektor vokasi non-formal.

​Program strategis ini diikuti oleh 20 peserta terbaik yang lolos seleksi ketat, mewakili Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dari 38 provinsi di Indonesia. Selama pelatihan, para peserta digembleng melalui kurikulum padat selama 50 jam pelajaran yang mencakup pendalaman materi teori hingga praktik langsung di lapangan.

​Salah satu institusi yang sukses mengirimkan keterwakilannya dalam program ini adalah PKBM Al-Masthuriyah yang berasal dari Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

​Kepala PKBM Al-Masthuriyah, Mahfud Reyadi, mengungkapkan bahwa sistem pembelajaran dalam pelatihan ini berjalan sangat efektif dan terukur berkat bimbingan langsung dari para ahli.

​"Selama pelatihan, kami diampu oleh dua orang instruktur berpengalaman. Satu instruktur khusus menangani pendalaman teori, dan satu instruktur lagi memandu jalannya praktik langsung," ujar Mahfud Reyadi saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatan.21/05/2026

Sebagai bagian dari rangkaian kurikulum wajib, para peserta tidak hanya beraktivitas di dalam ruang kelas atau laboratorium balai. Mereka juga diterjunkan langsung untuk melakukan kunjungan industri ke PT Serama Utama yang berlokasi di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

​Kunjungan industri tersebut bertujuan memberikan gambaran nyata (real-world experience) kepada para peserta mengenai proses standardisasi mutu, mekanisasi mesin modern, manajemen produksi massal, hingga penerapan aspek higienitas ketat dalam pembuatan sosis dan bakso pada skala industri manufaktur besar.

​Melalui program pelatihan terstruktur yang diinisiasi oleh BBPPMPV Pertanian Kemendikdasmen ini, para lulusan dari berbagai LKP dan PKBM diharapkan mampu menguasai hilirisasi pangan.

Lebih dari itu, sekembalinya ke daerah asal, mereka ditargetkan dapat menularkan ilmu pengolahan pangan berbasis daging ini kepada masyarakat setempat. Langkah nyata ini diharapkan mampu memicu pertumbuhan wirausaha baru (UMKM) serta mendongkrak mutu serta daya saing pendidikan non-formal di seluruh pelosok Indonesia.


Sabtu, 16 Mei 2026

 Kolaborasi dari Akar Rumput, Menggugah Literasi dari Ujung Timur Madura

Kolaborasi dari Akar Rumput, Menggugah Literasi dari Ujung Timur Madura

Doc Jambore Forum Taman Baca Jawa Timur
KEDIRI – Kehadiran perwakilan Kabupaten Sumenep di ajang Jambore Taman Bacaan Masyarakat (TBM) 2026 di Kabupaten Kediri bukan sekadar urusan menghadiri undangan formal. Jauh-jauh menempuh perjalanan dari ujung timur Pulau Madura, membawa misi besar yang melintasi batas geografis: menyalakan kembali api minat baca yang mulai redup di era digital.

Bagi Mahfud Reyadi, pendiri TBM Al-Masthuriyah, dan Bapak Ismail, Ketua TBM Nurul Musthafa, literasi bukanlah slogan muluk di atas kertas. Literasi adalah fondasi peradaban.

Di tengah gempuran gawai, di mana generasi muda lebih akrab dengan ketukan layar (scrolling) media sosial, kedua penggerak literasi asal Sumenep ini melihat adanya ancaman nyata: pudarnya daya tahan membaca buku fisik dan menurunnya kemampuan berpikir kritis sejak dini.

"Kami hadir di Jambore ini tidak hanya untuk mendengar atau menjadi penonton," ujar Mahfud Reyadi penuh semangat. 

"Kami membawa misi nyata mengajak anak-anak mengenali literasi sejak usia dini. Buku adalah jendela peradaban dunia, dan tugas kita bersama untuk memastikan jendela itu tidak tertutup oleh kemalasan."

Senada dengan Mahfud, Bapak Ismail juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan baru yang sederhana namun berdampak masif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari orang tua, pendidik, hingga pemerintah—untuk mulai meluangkan waktu membaca.

Strategi yang ditawarkan oleh duo penggerak literasi Sumenep ini sangat membumi. Mereka tidak menuntut masyarakat untuk langsung membaca berjam-jam, melainkan memulainya dari langkah kecil.

Mengenalkan buku kepada anak-anak lewat visual dan cerita menarik sebelum mereka kecanduan gawai. Mengajak masyarakat membaca buku fisik hanya beberapa menit saja setiap hari sebagai pemantik awal keterbiasaan. Mengubah beberapa menit tersebut menjadi rutinitas harian hingga membaca kembali menjadi sebuah gaya hidup, bukan beban.

Melalui momentum Jambore TBM 2026 ini, TBM Al-Masthuriyah dan TBM Nurul Musthafa berharap aksi mereka di Sumenep bisa merekatkan kolaborasi yang lebih luas dengan penggerak literasi se-Indonesia.

Sebab, menyelamatkan generasi dari penyakit "malas membaca" akibat candu layar digital tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan ketukan hati dari seluruh elemen masyarakat, agar jemari anak-anak bangsa tidak hanya lihai mengetuk layar ponsel, tetapi juga terbiasa membalik halaman-halaman buku yang penuh ilmu.

Dari ujung timur Madura untuk peradaban dunia, Madura membuktikan bahwa mereka siap bergerak, bersuara, dan berdampak.

Kamis, 16 April 2026

PKBM Al-Masthuriyah Desa Basoka Laksanakan TKA Paket B Setara SMP

PKBM Al-Masthuriyah Desa Basoka Laksanakan TKA Paket B Setara SMP

Kegiatan TKA Paket B setara SMP Pkbm Al-Masthuriyah

Melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Masthuriyah Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Paket B setara SMP gelombang khusus pada Sabtu–Minggu, 11–12 April 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh 14 peserta didik ini merupakan bagian dari program Pendidikan Kesetaraan yang difasilitasi Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. TKA gelombang khusus tersebut menjadi tahapan penting bagi warga belajar Paket B untuk mengukur capaian kompetensi akademik setara jenjang SMP.

Pelaksanaan TKA dimulai pada sesi satu pukul 07.00 WIB hingga 09.30 WIB. Para peserta terlihat antusias mengikuti ujian yang digelar di PKBM Al-Masthuriyah. Ketua PKBM Al-Masthuriyah menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA berjalan tertib dan lancar dengan pengawasan langsung dari pihak penyelenggara dan tutor pendamping.

“Kami bersyukur TKA gelombang khusus ini dapat terlaksana sesuai jadwal. Ini menjadi bukti komitmen PKBM Al-Masthuriyah bersama Dinas Pendidikan Sumenep untuk memastikan warga belajar tetap mendapat hak pendidikan yang berkualitas,”Mahfud Reyadi ujarnya.

Program Paket B setara SMP di PKBM Al-Masthuriyah menjadi salah satu solusi bagi masyarakat Desa Basoka dan sekitarnya yang sebelumnya belum sempat menuntaskan pendidikan formal di tingkat SMP. Melalui TKA ini, peserta yang lulus nantinya berhak memperoleh ijazah kesetaraan yang diakui negara dan dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK maupun keperluan dunia kerja.

Eva Yuliana Salah satu peserta TKA mengaku termotivasi mengikuti ujian agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Alhamdulillah ada program Paket B di desa kami. Saya bisa belajar sambil bekerja. Semoga hasil TKA ini baik dan bisa lanjut ke Paket C,” tuturnya.

Pelaksanaan TKA Paket B gelombang khusus ini merupakan agenda resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep tahun 2026. Dengan adanya gelombang khusus, warga belajar yang terkendala pada jadwal reguler tetap mendapat kesempatan mengikuti evaluasi akademik.

PKBM Al-Masthuriyah berharap kegiatan ini terus mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga angka partisipasi pendidikan di Kecamatan Rubaru, khususnya Desa Basoka, semakin meningkat.